Kasus Pemenggalan Guru: Imam Prancis Chalghoumi Ingatkan Orangtua Pastikan Anak Tidak Tergelincir Paham Radikal

Imam Prancis Hassen Chalghoumi saat mengunjungi lokasi tragedi pembunuhan untuk meletakkan bunga/Net

Seorang imam Prancis mengatakan bahwa guru sejarah yang dipenggal kepalanya karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelas, menurutnya adalah seorang martir untuk kebebasan berbicara. Ia meminta masjid-masjid di Prancis untuk mendoakan pria itu.

Hassen Chalghoumi, imam masjid Drancy di pinggiran kota Paris, memperingatkan terhadap ekstremis Islam dan meminta orangtua untuk tidak memupuk kebencian terhadap Prancis.

Ia mengatakan kepada orangtua untuk 'bangun' dan memastikan anak-anak mereka tidak tergelincir ke dalam kebencian dan tindakan radikal.

Hassen Chalghoumi, yang kerap menerima ancaman pembunuhan dari para Islamis karena kritiknya yang blak-blakan terhadap kegiatan mereka, datang untuk meletakkan bunga di luar sekolah pinggiran kota Conflans-Sainte-Honorine di mana guru Samuel Paty dibunuh dan dipenggal kepalanya oleh seorang tersangka pemuda  ekstrimisme berusia 18 tahun asal Chechnya. Chalghoumi ditemani oleh para pemimpin Muslim lainnya.

Ia kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa sudah waktunya bagi komunitas Muslim untuk segera tersadar akan adanya ekstrimisme Islam.

"(Guru) adalah martir bagi kebebasan berekspresi, dan orang bijak yang telah mengajarkan toleransi, peradaban, dan rasa hormat kepada orang lain," kata Chalghoumi, yang selalu giat menyuarakan toleransi antaragama, seperti dikutip dari AP, Senin (19/10).

Dia mengatakan otoritas Muslim harus melihat tragedi itu sebagai panggilan untuk segera bertindak.

"Rektor masjid, imam, orangtua, kelompok masyarakat sipil, bangunlah! Masa depan Anda dipertaruhkan," katanya.

Dia mengatakan ekstremis Islam di Prancis terorganisir dengan baik dan tahu bagaimana menggunakan sistem hukum dan seberapa jauh mereka bisa melangkah.

"Kita perlu mengakhiri wacana viktimisasi. Kita semua memiliki hak di Prancis, seperti orang lain. Orangtua harus memberi tahu anak-anak mereka tentang kebaikan yang ada di republik ini," katanya.

Chalghoumi kerap berselisih dengan militan Islam Perancis-Maroko Abdelhakim Sefrioui.

Pasca kejadian pemenggalan kepala guru, Sefrioui memposting salah satu video di mana ayah seorang gadis di sekolah menuduh gurunya, Samuel Paty, telah menghina Islam.

Pada tahun 2010, ketika Prancis memperdebatkan undang-undang tentang pelarangan cadar bagi wanita Muslim, Sefrioui telah mencoba untuk mengeluarkan Chalghoumi dari masjid Drancy. Chalghoumi mengatakan dia ditempatkan di bawah perlindungan polisi setelah menerima ancaman pembunuhan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pashinyan: Rusia Banyak Mengulurkan Tangan Untuk Armenia, Mulai Dari Perdamaian Hingga Pandemi
Dunia

Pashinyan: Rusia Banyak Meng..

07 Mei 2021 06:26
Blinken:  Kami Tidak Mengatakan Anda Harus Memilih China Atau AS, Tapi Barat Perlu Berhati-hati
Dunia

Blinken: Kami Tidak Mengata..

07 Mei 2021 06:02
'Tsunami' Covid-19 India Bikin Waswas, Negara Tetangga Kompak Tutup Perbatasan
Dunia

'Tsunami' Covid-19 India Bik..

06 Mei 2021 22:26
Geser Spanyol Dan AS, China Jadi Pasar Teratas Cerutu Legendaris Kuba
Dunia

Geser Spanyol Dan AS, China ..

06 Mei 2021 17:33
Trump Diusir Lagi, Twitter Tangguhkan Akun 'From the Desk of Donald J. Trump'
Dunia

Trump Diusir Lagi, Twitter T..

06 Mei 2021 17:31
Bolsonaro: Rusia Dan Putin Sangat Menarik Untuk Brasil
Dunia

Bolsonaro: Rusia Dan Putin S..

06 Mei 2021 15:37
Disuntik Vaksin Sinopharm Tanpa Izin, Duterte: Jangan Ikuti Saya, Berbahaya!
Dunia

Disuntik Vaksin Sinopharm Ta..

06 Mei 2021 15:29
Laju Pandemi Belum Terkendali, Gubernur Tokyo Pertimbangkan Opsi Perpanjangan Keadaan Darurat
Dunia

Laju Pandemi Belum Terkendal..

06 Mei 2021 15:08