Sanggah Tudingan The Times, Kedubes China Untuk Inggris: Tiongkok Tidak Pernah Punya Ambisi Menguasai Dunia

Ilustrasi/Net

Kedutaan Besar China di Inggris dibuat marah oleh sebuah artikel yang dimuat The Times pada Sabtu (18/10) waktu setempat. Dalam artikelnya media Inggris itu mengklaim bahwa universitas di negara tersebut telah mengorbankan kebebasan akademis mereka kepada China.

Kedutaan mengatakan bahwa artikel tersebut adalah bentuk dari penyalahgunaan kebebasan berekspresi untuk menyebarkan kekeliruan, menipu publik dan memicu perpecahan dan kekacauan untuk tujuan destabilisasi Tiongkok.

Menurut pernyataan dari Kedutaan Besar China di Inggris, Tiongkok tidak memiliki ambisi untuk menguasai dunia, dan tidak pernah menjadi tradisi China untuk melakukan ekspansi dan hegemoni. China tidak pernah ikut campur dalam urusan internal negara lain, termasuk Inggris.

"Kami menyesalkan dan sangat menentang fitnah jahat terhadap China," bunyi pernyataan itu, seperti dikutip dari GT, Selasa (20/10).

China menghormati kebebasan akademik, dan tidak pernah menggunakan pengaruh politik apa pun pada aktivitas akademik normal di universitas Inggris. Memicu prasangka ideologis dan mendistorsi interaksi dan kerja sama yang bermanfaat dan biasa untuk keuntungan politik yang sempit akan mengurangi antusiasme mahasiswa dan peneliti dari kedua negara, tulis pernyataan itu.

Kedutaan juga mengungkapan bahwa menjadi masuk akal dan dapat dimengerti jika akhirnya terjadi kemarahan dan penentangan mahasiswa dan warga China lainnya di luar negeri terhadap kata-kata dan perbuatan yang berusaha untuk memisahkan Tiongkok dan mencoreng citranya.

"Ini adalah standar ganda murni jika memfitnah China dijuluki kebebasan berbicara tetapi menyanggah kebohongan dan mengatakan kebenaran ditolak kebebasan tersebut. Ini hanya mencerminkan motif politik di baliknya," bunyi pernyataan itu.

The Times memuat artikel pada hari Sabtu yang mengklaim bahwa universitas di Inggris telah mengorbankan kebebasan akademis mereka untuk uang China. Selain itu mereka juga menulis bahwa 'pengaruh jahat' dari Partai Komunis China di kampus-kampus Inggris telah diabaikan terlalu lama.

Kedutaan selanjutnya menyatakan bahwa masalah yang terkait dengan Hong Kong dan masalah Taiwan adalah murni urusan dalam negeri China yang tidak melibatkan campur tangan asing.

Pasal 38 Undang-Undang Keamanan Nasional menetapkan bahwa Undang-undang tersebut berlaku untuk pelanggaran berdasarkan Hukum yang dilakukan terhadap Wilayah Administratif Khusus Hong Kong dari luar Wilayah oleh seseorang yang bukan penduduk tetap Wilayah tersebut. Artikel ini sejalan dengan praktik internasional, dan prinsip yurisdiksi perlindungan terhadap keamanan nasional yang terkandung di dalamnya adalah prinsip yang diterima secara global, menurut kedutaan.

"Tuduhan yang dibuat terhadap undang-undang ini berasal dari motif tersembunyi dan standar ganda murni dan sama sekali tidak dapat dipertahankan," kata kedutaan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Pakar Hukum Internasional: Jangan Harap Perubahan Signifikan Hubungan AS-Indonesia Di Era Biden
Dunia

Pakar Hukum Internasional: J..

02 Desember 2020 16:16
Borong Ratusan Juta Dosis, Jepang Gratiskan Vaksin Virus Corona Untuk Seluruh Warganya
Dunia

Borong Ratusan Juta Dosis, J..

02 Desember 2020 16:04
Tak Akan Cabut Kesepakatan Dagang Trump, Biden Akan Tetap Keras Pada China
Dunia

Tak Akan Cabut Kesepakatan D..

02 Desember 2020 15:39
Akhirnya Azerbaijan Batalkan Rencana 'Pamerkan' Tawanan Perang Armenia Saat Parade Militer Mendatang
Dunia

Akhirnya Azerbaijan Batalkan..

02 Desember 2020 15:18
Dihantam 11 Bencana Alam Dalam Dua Bulan, Vietnam Alami Kerugian Hingga Rp 18,5 Triliun
Dunia

Dihantam 11 Bencana Alam Dal..

02 Desember 2020 14:53
Wakil PM Libya:  Hanya Turki Yang Mendukung Kami Melewati Masa-masa Sulit
Dunia

Wakil PM Libya: Hanya Turki..

02 Desember 2020 14:45
Inggris Jadi Negara Pertama Yang Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer
Dunia

Inggris Jadi Negara Pertama ..

02 Desember 2020 14:40
Prancis Bela Australia Kecam Keras Foto Satir, China: Katanya Bela ‘Hak Atas Karikatur’, Tapi Kok Kecam Karya Seniman Muda?
Dunia

Prancis Bela Australia Kecam..

02 Desember 2020 14:26