Fakta Baru Kasus Pembunuhan Guru Di Prancis, Pelaku Sempat Bertukar Pesan Dengan Salah Satu Orangtua Murid

Polisi Prancis berjala di depan sekolah tempat guru Prancis dibunuh/Net

Polisi Prancis mengungkap sebuah fakta baru terkait peristiwa pembunuhan seorang guru sejarah Samuel Paty. Dalam keterangannya pada Selasa (20/10), polisi mengatakan bahwa pelaku sebelumnya telah mengirim pesan WhatsApp kepada salah satu orangtua murid yang mengeluh tentang gambar Nabi beberapa hari sebelum serangan terjadi.

Belum diketahui apakah si orangtua murid- ayah dari seorang gadis di kelas guru yang dibunuh itu- telah menanggapi atau tidak pesan tersebut.

Samuel Paty dipenggal pada hari Jumat (16/10) siang waktu setempat di luar sekolahnya di pinggiran kota Paris di Conflans-Saint-Honorine. Ia dibunuh oleh seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya. 

Jaksa penuntut mengatakan, pelaku -yang ditembak mati oleh polisi segera setelah serangan itu- ingin menghukum guru tersebut karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya di kelas kewarganegaraan tentang kebebasan berekspresi awal bulan ini.

BFM TV melaporkan pada Selasa (20/10) bahwa ayah yang mengecam guru dalam sebuah video di media sosial itu telah bertukar pesan WhatsApp dengan si pembunuh pada hari-hari sebelum serangan itu.

Guru yang dipenggal itu telah menjadi sasaran kampanye media sosial yang marah beberapa hari sebelum pembunuhan keji itu terjadi.

Sang ayah, yang telah ditahan oleh polisi, telah memposting video di Facebook pada 8 Oktober yang mengatakan dia ingin guru itu dicopot, kata jaksa pada akhir pekan. Pria itu juga sempat pergi menemui kepala sekolah untuk mengeluh dan kembali mengunggah video Facebook lain, sambil menyertakan nama dan foto Paty serta identitas sekolah tempatnya mengajar.

Hingga saat ini pihak kepolisian Prancis mengatakan telah menahan 16 orang sebagai bagian dari penyelidikan serangan itu.

Pembunuhan itu mengejutkan Prancis, membawa gaung dari serangan 2015 di kantor majalah satir Charlie Hebdo.

Tokoh masyarakat menyebut pembunuhan itu sebagai serangan terhadap Republik dan nilai-nilai Prancis, dan Paty secara anumerta menerima penghargaan tertinggi Prancis, Légion d'honneur.

Pawai peringatan akan diadakan Selasa (20/10) malam waktu setempat, bertempat di Conflans-Saint-Honorine beberapa jam setelah anggota parlemen Prancis berkumpul untuk upacara dan mengheningkan cipta di Majelis Nasional.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Pakar Hukum Internasional: Jangan Harap Perubahan Signifikan Hubungan AS-Indonesia Di Era Biden
Dunia

Pakar Hukum Internasional: J..

02 Desember 2020 16:16
Borong Ratusan Juta Dosis, Jepang Gratiskan Vaksin Virus Corona Untuk Seluruh Warganya
Dunia

Borong Ratusan Juta Dosis, J..

02 Desember 2020 16:04
Tak Akan Cabut Kesepakatan Dagang Trump, Biden Akan Tetap Keras Pada China
Dunia

Tak Akan Cabut Kesepakatan D..

02 Desember 2020 15:39
Akhirnya Azerbaijan Batalkan Rencana 'Pamerkan' Tawanan Perang Armenia Saat Parade Militer Mendatang
Dunia

Akhirnya Azerbaijan Batalkan..

02 Desember 2020 15:18
Dihantam 11 Bencana Alam Dalam Dua Bulan, Vietnam Alami Kerugian Hingga Rp 18,5 Triliun
Dunia

Dihantam 11 Bencana Alam Dal..

02 Desember 2020 14:53
Wakil PM Libya:  Hanya Turki Yang Mendukung Kami Melewati Masa-masa Sulit
Dunia

Wakil PM Libya: Hanya Turki..

02 Desember 2020 14:45
Inggris Jadi Negara Pertama Yang Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer
Dunia

Inggris Jadi Negara Pertama ..

02 Desember 2020 14:40
Prancis Bela Australia Kecam Keras Foto Satir, China: Katanya Bela ‘Hak Atas Karikatur’, Tapi Kok Kecam Karya Seniman Muda?
Dunia

Prancis Bela Australia Kecam..

02 Desember 2020 14:26