Direktur Intelijen AS Paparkan Bukti Baru Keterlibatan Iran Dan Rusia Yang Akan Rusak Pemilu AS

Direktur Intelijen Nasional AS John Ratcliffe /Net

Iran dan Rusia berusaha menabur kerusuhan pada pemilihan AS November mendatang. Direktur Intelijen Nasional AS John Ratcliffe mengatakan bahwa pihaknya telah memiliki bukti baru yang mengarah ke sana.

Ratcliffe mengatakan, bukti itu menunjukkan bahwa Iran dan Rusia telah melakukan upaya ikut campur dalam pemilihan presiden Amerika 2020. Baik Iran maupun Rusia telah memperoleh informasi pendaftaran pemilih AS dalam upaya mereka mencampuri pemilihan.

Secara khusus ia menyebut Iran yang menyamar sebagai kelompok sayap kanan Proud Boys untuk mengirim email yang mengintimidasi kepada para pemilih.

"Data ini dapat digunakan oleh aktor asing untuk mencoba mengkomunikasikan informasi palsu kepada pemilih terdaftar yang mereka harap akan menimbulkan kebingungan, menabur kekacauan dan merusak kepercayaan Anda pada demokrasi Amerika," kata Ratcliffe, seperti dikutip dari CNN, Kamis (22/10).

Disebutnya, warga Iran bertanggung jawab atas kampanye email intimidasi pemilih yang dibuat seolah-olah berasal dari Proud Boys dan juga menyebarkan disinformasi tentang penipuan pemilih melalui video yang ditautkan di beberapa email.

"Kami telah melihat Iran mengirim email palsu yang dirancang untuk mengintimidasi pemilih, memicu keresahan sosial, dan merusak Presiden Trump," tambah Ratcliffe.

"Anda mungkin telah melihat beberapa laporan tentang ini dalam 24 jam terakhir, atau Anda bahkan mungkin salah," katanya.

Sementara itu Rusia belum mengambil tindakan yang sama, kata Ratcliffe, tetapi mereka telah memperoleh beberapa informasi pemilih, seperti yang dilakukan Moskow pada 2016

Ratcliffe berbicara bersama Direktur FBI Chris Wray pada konferensi pers yang digelar dengan tergesa-gesa pada Rabu (21/10) malam waktu setempat untuk mengumumkan campur tangan asing dalam pemilu AS.

"Kami siap untuk kemungkinan tindakan oleh mereka yang memusuhi demokrasi," kata Ratcliffe.

Lewat sebuah pernyataan yang tak biasa dari pejabat keamanan pemilu tertinggi komunitas intelijen, Bill Evanina pada 7 Agustus. Ia menuding Iran bersama dengan Rusia dan China, sebagai salah satu dari tiga musuh asing yang berusaha untuk ikut campur dalam pemilihan tahun 2020 dalam pernyataan yang belum pernah terjadi sebelumnya 

"Kami menilai bahwa Iran berusaha untuk merusak institusi demokrasi AS, Presiden Trump, dan untuk memecah negara itu sebelum pemilu 2020. Upaya Iran di sepanjang garis ini mungkin akan fokus pada pengaruh online, seperti menyebarkan disinformasi di media sosial dan resirkulasi konten anti-AS," kata pernyataan yang dikeluarkan atas nama seluruh komunitas intelijen saat itu.

"Motivasi Teheran untuk melakukan kegiatan seperti itu, sebagian didorong oleh persepsi bahwa terpilihnya kembali Presiden Trump akan mengakibatkan berlanjutnya tekanan AS terhadap Iran dalam upaya untuk mendorong perubahan rezim," tambahnya.

Pernyataan yang sama mengatakan bahwa komunitas intelijen AS menilai Rusia menggunakan berbagai tindakan terutama untuk merendahkan mantan Wakil Presiden Biden dan apa yang dilihatnya sebagai 'kemapanan' anti-Rusia.

"Ini konsisten dengan kritik publik Moskow terhadapnya ketika dia menjadi Wakil Presiden atas perannya dalam kebijakan Pemerintahan Obama di Ukraina dan dukungannya untuk oposisi anti-Putin di dalam Rusia. Beberapa aktor terkait Kremlin juga berusaha untuk mendorong Presiden. Pencalonan Trump di media sosial dan televisi Rusia," tambahnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Pakar Hukum Internasional: Jangan Harap Perubahan Signifikan Hubungan AS-Indonesia Di Era Biden
Dunia

Pakar Hukum Internasional: J..

02 Desember 2020 16:16
Borong Ratusan Juta Dosis, Jepang Gratiskan Vaksin Virus Corona Untuk Seluruh Warganya
Dunia

Borong Ratusan Juta Dosis, J..

02 Desember 2020 16:04
Tak Akan Cabut Kesepakatan Dagang Trump, Biden Akan Tetap Keras Pada China
Dunia

Tak Akan Cabut Kesepakatan D..

02 Desember 2020 15:39
Akhirnya Azerbaijan Batalkan Rencana 'Pamerkan' Tawanan Perang Armenia Saat Parade Militer Mendatang
Dunia

Akhirnya Azerbaijan Batalkan..

02 Desember 2020 15:18
Dihantam 11 Bencana Alam Dalam Dua Bulan, Vietnam Alami Kerugian Hingga Rp 18,5 Triliun
Dunia

Dihantam 11 Bencana Alam Dal..

02 Desember 2020 14:53
Wakil PM Libya:  Hanya Turki Yang Mendukung Kami Melewati Masa-masa Sulit
Dunia

Wakil PM Libya: Hanya Turki..

02 Desember 2020 14:45
Inggris Jadi Negara Pertama Yang Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer
Dunia

Inggris Jadi Negara Pertama ..

02 Desember 2020 14:40
Prancis Bela Australia Kecam Keras Foto Satir, China: Katanya Bela ‘Hak Atas Karikatur’, Tapi Kok Kecam Karya Seniman Muda?
Dunia

Prancis Bela Australia Kecam..

02 Desember 2020 14:26