Parlemen Afganistan Desak AS Selidiki Dan Hukum Koruptor Dana Bantuan Senilai 19 Miliar Dolar

Parlemen Afganistan desak Amerika Serikat hukum para koruptor dana bantuan/Net

Parlemen Afganistan mendesak Amerika Serikat (AS) untuk melakukan penyelidikan dan menghukum pihak-pihak yang terlibat dalam penggelapan dana bantuan dari Washington.

Sejak 2002 atau setelah invasi perang melawan teror, Kongres AS telah menyetujui program pembangunan kembali Afganistan senilai 134 miliar dolar AS.

Tetapi, laporan audit terbaru dari Inspektur Jenderal Khusus untuk Rekonstruksi Afganistan (SIGAR) pada Selasa (20/10) menunjukkan, dari hasil tinjauan terhadap dana bantuan senilai 63 miliar dolar AS, sebanyak 19 miliar dolar AS di antaranya hilang karena penyalahgunaan.

Sebanyak 1,8 miliar dolar AS juga telah disalahgunakan pada periode Januari 2018 hingga Desember 2019.

"Mereka yang berada di balik pemborosan, penipuan, dan korupsi ini harus diidentifikasi, harus diadili dan dihukum karena terlibat dalam pengkhianatan besar dalam sejarah," tegas anggota parlemen dari provinsi Dai Kundi, Raihana Azad kepada Arab News.

"Mereka telah mencuri uang yang dialokasikan untuk rekonstruksi dan proyek pembangunan Afganistan," tambahnya.

Anggota parlemen dari provinsi Parwan utara, Seddiq Ahmad Usmani mengatakan, pemerintah AS harus menghukum siapapun pelakunya, baik itu warga Afganistan maupun asing.

"Akan sangat adil melihat orang-orang itu dibalik jeruji besi. Kami meminta pemerintah Amerika sekarang untuk fokus mencari pelakunya, apakah Afganistan atau asing, dan menghukum mereka," ujarnya.

Selama bertahun-tahun, masyarakat Afganistan telah mempertanyakan bantuan asing dan kinerja pemerintah.

Dalam laporan yang dirilis awal tahun ini, SIGAR mengatakan pemerintahan Presiden Afganistan Ashraf Ghani lebih tertarik untuk mencari dukungan internasional, alih-alih fokus di rumah dan menyelesaikan masalah korupsi.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pidato Perpisahan Donald Trump: Saya Pergi Dari Tempat Megah Ini Dengan Hati Yang Setia Dan Gembira
Dunia

Pidato Perpisahan Donald Tru..

20 Januari 2021 07:52
Irak Tunda Pemilu Hingga Oktober, Aktivis:  Ini Seperti Tusukan Terhadap Tuntutan Kami
Dunia

Irak Tunda Pemilu Hingga Okt..

20 Januari 2021 07:21
Putin Dicurigai Ada Di Balik Kerusuhan Capitol Hill, Hillary Clinton Dan Nancy Pelosi Desak Kongres AS Bentuk Tim Investigasi
Dunia

Putin Dicurigai Ada Di Balik..

20 Januari 2021 06:58
Hitungan Jam Jelang Pelantikan Biden, Washington DC Bagai Kota Hantu Yang Dijaga Tentara
Dunia

Hitungan Jam Jelang Pelantik..

20 Januari 2021 06:33
Pakar Kesehatan Ragukan Target Herd Immunity Covid-19 Korsel
Dunia

Pakar Kesehatan Ragukan Targ..

19 Januari 2021 23:36
Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta Dosis Vaksin Sputnik V Pada Akhir Maret
Dunia

Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta..

19 Januari 2021 23:10
Maroko Dapat Dukungan 40 Negara Atas Solusi Otonomi Di Sahara
Dunia

Maroko Dapat Dukungan 40 Neg..

19 Januari 2021 23:00
Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53