Polisi Israel Yang Membunuh Pemuda Autis Asal Palestina Terancam 12 Tahun Penjara

Ilustrasi/Net

Kementerian Kehakiman Israel memperbarui informasi terkait pembunuhan seorang pria Palestina bernama Iyad Halak (32), seorang penderita autisme yang ditembak pasukan Israel Mei lalu pada Rabu (21/10) waktu setempat.

Mereka mengatakan akan berusaha untuk mengajukan dakwaan 'pembunuhan secara sembrono' terhadap seorang petugas polisi yang telah menembak mati Halak.

Kementerian Kehakiman juga mengatakan bahwa petugas yang menembak Hallak telah gagal menerapkan aturan standar polisi tentang penembakan senjata dan tidak menggunakan alternatif yang lebih proporsional.

"Almarhum adalah sosok yang tidak membahayakan, baik bagi polisi maupun warga sipil di tempat kejadian," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (21/10).

Hanya karena nampak mencurigakan bukan berarti tuduhan bisa dilancarkan. Tuduhan terhadap Hallak harus dikonfirmasi sebelum kasus tersebut disidangkan. Petugas yang tidak disebutkan namanya itu bisa menghadapi hukuman 12 tahun penjara jika dia terbukti bersalah.

Hallak ditembak dan dibunuh pada 30 Mei saat berangkat ke sekolahnya, sebuah sekolah berkebutuhan khusus di Yerusalem timur, setelah petugas secara keliru mengira dia adalah sosok berbahaya.

Hallak terbunuh di dekat Gerbang Singa di gang-gang Kota Tua, tempat dia bersekolah selama enam tahun.

Pengacara keluarga Hallak, Khalid Zabarkah, mengatakan bahwa kementerian tidak melakukan tindakan yang dibutuhkan.

"Iyad Hallak tidak menimbulkan bahaya untuk dijadikan sasaran dan dibunuh dengan cara yang keji ini," ungkapnya.

Menurut Kementerian Kehakiman, polisi di tempat kejadian mengira bahwa Hallak adalah teroris karena perilakunya yang 'mencurigakan'. Karena, disaat diperintahkan untuk berhenti oleh polisi, Hallak dikabarkan malah lari sehingga polisi mengejarnya.

Keluarga Hallak mengatakan, anaknya itu memiliki mental usia delapan tahun. Saksi yang berada di lokasi kejadian mengatakan, Hallak nampak panik setelah mendengar teriakan polisi. Kepanikan Hallak diartikan lain oleh polisi sehingga dia menembaknya.

Ribuan pelayat menghadiri pemakaman Hallak. Usai insiden pembunuhan tersebut netizen menggemakan tagar #PalestinianLivesMatter di media sosial.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut kematian Hallak sebagai sebuah tragedi yang disayangkan oleh publik serta seluruh pemerintah Israel.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Pakar Hukum Internasional: Jangan Harap Perubahan Signifikan Hubungan AS-Indonesia Di Era Biden
Dunia

Pakar Hukum Internasional: J..

02 Desember 2020 16:16
Borong Ratusan Juta Dosis, Jepang Gratiskan Vaksin Virus Corona Untuk Seluruh Warganya
Dunia

Borong Ratusan Juta Dosis, J..

02 Desember 2020 16:04
Tak Akan Cabut Kesepakatan Dagang Trump, Biden Akan Tetap Keras Pada China
Dunia

Tak Akan Cabut Kesepakatan D..

02 Desember 2020 15:39
Akhirnya Azerbaijan Batalkan Rencana 'Pamerkan' Tawanan Perang Armenia Saat Parade Militer Mendatang
Dunia

Akhirnya Azerbaijan Batalkan..

02 Desember 2020 15:18
Dihantam 11 Bencana Alam Dalam Dua Bulan, Vietnam Alami Kerugian Hingga Rp 18,5 Triliun
Dunia

Dihantam 11 Bencana Alam Dal..

02 Desember 2020 14:53
Wakil PM Libya:  Hanya Turki Yang Mendukung Kami Melewati Masa-masa Sulit
Dunia

Wakil PM Libya: Hanya Turki..

02 Desember 2020 14:45
Inggris Jadi Negara Pertama Yang Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer
Dunia

Inggris Jadi Negara Pertama ..

02 Desember 2020 14:40
Prancis Bela Australia Kecam Keras Foto Satir, China: Katanya Bela ‘Hak Atas Karikatur’, Tapi Kok Kecam Karya Seniman Muda?
Dunia

Prancis Bela Australia Kecam..

02 Desember 2020 14:26