Rusia Sampaikan Keprihatinan Atas Rencana Israel Bangun 12 Ribu Pemukiman Baru Di Tepi Barat

Israel berencana bangun lebih dari 12 ribu pemukiman baru di Tepi Barat/Net

Rusia menyatakan keprihatinannya atas rencana Israel untuk memperluas pemukiman di Tepi Barat, khususnya terkait pembangunan tembok pemisah di Yerusalem.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova dalam konferensi pers di Moskow pada Kamis (22/10), mengatakan, pembangunan tembok pemisah di Yerusalem akan berarti aneksasi wilayah Palestina.

"Kami ingin menyampaikan keprihatinan khusus tentang keputusan pemerintah Israel untuk menyetujui rencana skala besar untuk memperluas pemukiman di Tepi Barat," ujar Zakharova, seperti dimuat Anadolu Agency.

"Kami memperhatikan bahwa sejumlah proyek pemukiman baru termasuk pembangunan bagian tambahan dan penghalang pemisah di Yerusalem Timur. Intinya, ini berarti mencaplok wilayah Palestina sesuai dengan apa yang disebut kesepakatan abad ini yang dipromosikan oleh pemerintah AS," tambahhnya.

Zakharova menekankan, masalah Palestina dapat diselesaikan dengan agenda pemersatu berdasarkan saling menghormati negara berdaulat dan tidak campur tangan mereka dalam urusan satu sama lain.

Sebelumnya, pada Sabtu (17/10), Israel menyetujui pembangunan 12.159 unit pemukiman di Tepi Barat untuk tahun ini dan mengeluarkan tiga perintah militer untuk menyita sekitar 2.700 hektar dari Lembah Yordania.

Langkah itu dilakukan sebulan setelah Israel menjalin hubungan diplomatik dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain yang ditandatangani di Gedung Putih, Amerika Serikat.

Pada awalnya, UEA dan Bahrain berdalih, kesepakatan damai yang dilakukan oleh mereka merupakan upaya untuk menghentikan rencana Israel yang akan menganeksasi 30 persen dari Tepi Barat.

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Pakar Hukum Internasional: Jangan Harap Perubahan Signifikan Hubungan AS-Indonesia Di Era Biden
Dunia

Pakar Hukum Internasional: J..

02 Desember 2020 16:16
Borong Ratusan Juta Dosis, Jepang Gratiskan Vaksin Virus Corona Untuk Seluruh Warganya
Dunia

Borong Ratusan Juta Dosis, J..

02 Desember 2020 16:04
Tak Akan Cabut Kesepakatan Dagang Trump, Biden Akan Tetap Keras Pada China
Dunia

Tak Akan Cabut Kesepakatan D..

02 Desember 2020 15:39
Akhirnya Azerbaijan Batalkan Rencana 'Pamerkan' Tawanan Perang Armenia Saat Parade Militer Mendatang
Dunia

Akhirnya Azerbaijan Batalkan..

02 Desember 2020 15:18
Dihantam 11 Bencana Alam Dalam Dua Bulan, Vietnam Alami Kerugian Hingga Rp 18,5 Triliun
Dunia

Dihantam 11 Bencana Alam Dal..

02 Desember 2020 14:53
Wakil PM Libya:  Hanya Turki Yang Mendukung Kami Melewati Masa-masa Sulit
Dunia

Wakil PM Libya: Hanya Turki..

02 Desember 2020 14:45
Inggris Jadi Negara Pertama Yang Setujui Penggunaan Vaksin Covid-19 Pfizer
Dunia

Inggris Jadi Negara Pertama ..

02 Desember 2020 14:40
Prancis Bela Australia Kecam Keras Foto Satir, China: Katanya Bela ‘Hak Atas Karikatur’, Tapi Kok Kecam Karya Seniman Muda?
Dunia

Prancis Bela Australia Kecam..

02 Desember 2020 14:26