Tiga Pemimpin Negara Kompak Keluarkan Pernyataan, Kecam Turki Atas Kegiatan Ilegal Di Laut Mediterania

Kapal pemboran Turki Kanuni tiba untuk perubahan di pelabuhan Haydarpasa pada 19 Oktober 2020, di Istanbul, Turki/Net

Turki balik mengecam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Yunani, Siprus, dan Mesir. Ketiga negara itu telah mengecam Ankara karena melakukan kegiatan "ilegal" di perairan Mediterania yang diperebutkan yang mengancam perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.

Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (21/10) bahwa mereka menolak tuduhan dan klaim tidak berdasar itu. Tuduhan terhadap Turki memperlihatkan karakter ketiga negara itu sesungguhnya.

“Negara-negara yang menyebabkan masalah di kawasan, tidak dapat menjadi bagian dari solusi. Kecuali mereka meninggalkan kebijakan maksimalis dan menghapus permusuhan mereka,” bunyi pernyataan kementerian.

"Turki akan terus dengan tegas melindungi haknya sendiri dan hak warga Siprus Turki di Mediterania Timur!"

Turki mengatakan memiliki hak maritim ke wilayah di Laut Mediterania timur yang merupakan rumah bagi cadangan gas lepas pantai potensial,  sementara Siprus, Yunani, dan Mesir juga mengklaim hal yang sama. 

Sengketa wilayah semakin meninggi di awal musim panas ini setelah Ankara mengerahkan kapal penelitian Oruc Reis untuk melakukan pekerjaan eksplorasi di dekat pulau Kastellorizo, Yunani.

Bulan lalu, Turki menarik kapal tersebut untuk pemeliharaan dan memberikan "kesempatan untuk berdiplomasi" dengan Yunani.

Tetapi Turki sendiri melanjutkan penelitian energinya di wilayah yang disengketakan pada minggu lalu. Pada Rabu, Angkatan Laut Turki mengatakan akan memperpanjang misi eksplorasi Oruc Reis dan dua kapal lainnya dengan lima hari tambahan, hingga 27 Oktober, seperti dikutip dari Monitor, Jumat (23/0).

Pemimpin Siprus, Yunani, dan Mesir menyerukan kepada Turki untuk menghentikan tindakan provokatifnya. Ketiganya mengutuk operasi pengeboran dan seismik Turki "ilegal" dalam sebuah pernyataan bersama Rabu setelah pertemuan puncak trilateral mereka.

Tiga pemimpin negara; Presiden Siprus Nicos Anastasiades, Perdana Menteri Yunani Kyriakos. Mitsotakis, dan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyatakan keprihatinannya. 

"Kami menyatakan keprihatinan besar kami atas eskalasi baru-baru ini di dalam zona maritim di Mediterania timur dan peningkatan militerisasi di daerah yang mengancam stabilitas, perdamaian, dan keamanan yang lebih luas di Laut Mediterania," kata ketiga pemimpin itu.

Athena meminta Uni Eropa Rabu untuk mempertimbangkan penangguhan perjanjian bea cukai dengan Ankara, menuduh negara itu berulang kali melanggar perjanjian. Para pemimpin Uni Eropa telah memperingatkan bahwa sanksi akan diberlakukan jika "provokasi" Turki di Mediterania terus berlanjut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37