Iran Ungkap Alasan Sudan Bersedia Normalisasi Dengan Israel: Demi Dicoret Dari Daftar Hitam Negara Teroris

ilustrasi/Net

Selain Palestina, Iran juga ikut mengecam keputusan pemerintah Sudan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel atas bantuan Amerika Serikat pada Jumat (23/10). Lewat Kementerian Luar Negerinya, Iran mengatakan bahwa kesepakatan tersebut sebagai sesuatu yang palsu karena dijamin dengan ‘uang tebusan’.

Lewat akun Twitternya, Kemenlu Iran mengatakan Sudan telah mengabaikan kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina karena melakukan normalisasi demi dicoret dari daftar hitam negara teroris oleh Amerika.

“Bayar tebusan yang cukup, tutup mata Anda terhadap kejahatan terhadap Palestina, maka Anda akan dikeluarkan dari apa yang disebut daftar hitam 'terorisme',” cuit kementerian, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (24/10).

“Jelas, daftar itu sama palsu dengan perang AS melawan terorisme. Memalukan,” lanjutnya.

Israel dan Sudan pada Jumat sepakat untuk mengambil langkah-langkah untuk menormalkan hubungan dalam kesepakatan dengan bantuan Amerika Serikat, menjadikan Khartoum pemerintah Arab ketiga yang mengesampingkan permusuhan dengan Israel dalam dua bulan terakhir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bergembira dan memuji langkah normalisasi Sudan dengan Israel yang ditengahi AS itu.

“Benar-benar perubahan yang luar biasa!. Hari ini Khartoum mengatakan ya untuk perdamaian dengan Israel, ya untuk pengakuan Israel dan normalisasi dengan Israel,” katanya bersemangat.

Delegasi dari Sudan dan Israel akan segera bertemu untuk membahas kerja sama di berbagai bidang, di antaranya pertanian, perdagangan, dan bidang penting lainnya, tambahnya.

Sementara itu, Islamis Palestina Hamas menyesalkan itu dan menyebutnya sebagai sebagai ‘dosa politik’.

“Kesepakatan itu merugikan rakyat Palestina yang berharap ada keadilan untuk mereka, dan bahkan merugikan kepentingan nasional Sudan,” kata juru bicara Hamas Hazem Qassem.

“Ini hanya menguntungkan Netanyahu,” tambahnya.   
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi Salah Satu Negara Prioritas China Untuk Pengiriman Vaksin Covid-19
Dunia

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi ..

26 November 2020 17:44
Keluarga Kerajaan Swedia Diserang Virus Corona, Pangeran Carl Philip dan Istri Positif Covid-19
Dunia

Keluarga Kerajaan Swedia Dis..

26 November 2020 17:25
Konflik Tigray, PM Abiy Ahmed: Gerbang Perdamaian Untuk TPLF Telah Ditutup Rapat
Dunia

Konflik Tigray, PM Abiy Ahme..

26 November 2020 17:06
Australia Pecat 10 Tentara Atas Laporan Pembunuhan Ilegal Di Afganistan
Dunia

Australia Pecat 10 Tentara A..

26 November 2020 16:42
Tiba Di Korsel, Menlu China Bahas Hubungan Kedua Negara Hingga Nuklir
Dunia

Tiba Di Korsel, Menlu China ..

26 November 2020 15:50
Pandemi Belum Reda, Jerman Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Awal Januari 2021
Dunia

Pandemi Belum Reda, Jerman P..

26 November 2020 15:36
WHO Peringatkan Bahaya 'Infodemik' Yang Disebar Ahli Teori Konspirasi
Dunia

WHO Peringatkan Bahaya 'Info..

26 November 2020 15:25
Siap Masuk Brasil, Perusahaan Vaksin Pfizer Sudah Kirim Hasil Tes
Dunia

Siap Masuk Brasil, Perusahaa..

26 November 2020 14:41