Tenggat Waktu Pengunduran Diri PM Prayut Berakhir, Pengunjuk Rasa Rencanakan Sejumlah Aksi Tanggapan

Aksi unjuk rasa menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha/Net

Unjuk rasa di Thailand masih terus berlangsung dengan niat para demonstran untuk melanjutkan aksi pada hari ini, Minggu (25/10) dan Senin (26/10) sebagai bentuk protes kepada pemerintahan Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha.

Dilaporkan Reuters, para pengunjuk rasa semakin menjadi setelah Prayut  mengabaikan tenggat waktu yang diberikan untuk mengundurkan diri, yaitu Sabtu (24/10) pukul 10 malam waktu setempat.

Prayut sendiri mengatakan, setelah melakukan doa, ia memutuskan untuk tidak akan mundur. Alih-alih menyerukan agar para pengunjuk rasa menghentikan protes selama berbulan-bulan itu.

"Saya mendorong semua orang untuk berdamai dan membantu memecahkan masalah bersama," seru Prayut.

Setelah tenggat waktu berakhir, sebuah kelompok pengunjuk rasa menyerukan aksi tanggapan pada Minggu yang diikuti oleh kelompok-kelompok lain.

Sebuah kelompok telah berencana untuk melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Jerman di Bangkok, mengingat Raja Maha Vajiralongkorn lebih banyak menghabiskan waktu di negara itu.

Tuntutan para pengunjuk rasa sendiri masih sama, yaitu pengunduran diri Prayut, amandemen konstitusi, dan reformasi monarki.

"Prayut adalah masalahnya. Rintangan pertama yang perlu kita singkirkan," ujar seorang pemimpin aksi, Jatupat Boonpattararaksa alias Pad.

Aksi unjuk rasa di Thailand sudah berlangsung sejak Juli. Menurut para pengunjuk rasa, Prayut yang pertama kali mengambil alih kekuasaan dalam kudeta pada 2014 telah merekayasa pemilu tahun lalu.

Untuk menanggapi aksi protes terhadap dirinya, Prayut sudah menyerukan sesi darurat di parlemen. 

Di sisi lain, kerajaan sendiri tidak begitu memberikan banyak respons atas berbagai aksi unjuk rasa yang terjadi.

Kolom Komentar


Video

Ular Piton 3,5 Meter Ditangkap Usai Mangsa Ternak Warga Boyolali

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Presiden Armenia Minta Rakyat Bisa Saling Bergandengan Tangan Hadapi Situasi Pasca Perang
Dunia

Presiden Armenia Minta Rakya..

05 Desember 2020 17:27
Beri Contoh Pada Rakyatnya, Erdogan Siap Disuntik Vaksin Covid-19
Dunia

Beri Contoh Pada Rakyatnya, ..

05 Desember 2020 17:05
Ajudan Senator Republik Georgia Tewas Dalam Kecelakaan Mobil Beruntun, Mike Pence Berduka: Dia Pemuda Yang Luar Biasa
Dunia

Ajudan Senator Republik Geor..

05 Desember 2020 16:47
Undang Aktivis Pro-Demokrasi, Politisi Denmark Kena Amukan China: Jangan Ikut Campur Urusan Hong Kong!
Dunia

Undang Aktivis Pro-Demokrasi..

05 Desember 2020 16:34
Badan Keamanan Lebanon Ungkap Rencana Pembunuhan Sejumlah Tokoh Masyarakat
Dunia

Badan Keamanan Lebanon Ungka..

05 Desember 2020 15:37
Penemuan Luar Biasa Dari Penggalian Kota Pompeii: Harta Karun Orang Romawi Terkaya Bernama Quintus Poppaeus
Dunia

Penemuan Luar Biasa Dari Pen..

05 Desember 2020 15:16
Perang Telah Berakhir, Namun Perjuangan Melawan Stres Pasca-Trauma Baru Saja Dimulai
Dunia

Perang Telah Berakhir, Namun..

05 Desember 2020 14:46
Belasan Penambang Terjebak Tanah Longsor Di Tambang Emas Ilegal Nikaragua
Dunia

Belasan Penambang Terjebak T..

05 Desember 2020 13:48