Farah.ID
Farah.ID

Sindir Dubes Kosovo Untuk Prancis, Anggota Parlemen Pakai Masker Bertuliskan 'Aku Cinta Muhammad'

LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 26 Oktober 2020, 07:23 WIB
Sindir Dubes Kosovo Untuk Prancis, Anggota Parlemen Pakai Masker Bertuliskan 'Aku Cinta Muhammad'
Anggota parlemen Kosovo Eman Rrahmani/Net
Seorang anggota parlemen Kosovo Eman Rrahmani ikut ambil bagian dalam sidang paripurna pada hari Minggu (25/10). Ada yang unik darinya saat itu, ia nampak mengenakan masker bertuliskan 'Aku Cinta Muhammad'.

Bukan tanpa alasan ia memakai masker tersebut. Anggota Gerakan Penentuan Nasib Sendiri itu mengatakan bahwa dia punya dua alasan kenapa memakai masker bertuliskan ekspresi cinta untuk Nabi Muhammad tersebut.

"Yang pertama terkait dengan fakta bahwa lembaga kami tidak bereaksi terhadap Duta Besar [Kosovo] [untuk Prancis] Qendrim Gashi atas penyebaran artikel yang tidak pantas berisi karikatur Nabi Muhammad, sedangkan tujuan kedua adalah karena kami berada di bulan kelahiran Nabi," kata Rrahmani, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (26/10).

Dia memposting foto dirinya tersebut di akun media sosial pribadinya. Dalam unggahannya dia juga menulis: "Bereaksi dengan tenang dan lembut. Jangan menghina atau mengejek. Muhammad SAW adalah utusan belas kasihan bagi umat manusia."

Sebelumnya Dubes Kosovo untuk Prancis, Qendrim Gashi menulis di akun Facebook-nya bahwa dia sangat menyesal karena beberapa orang mungkin terluka oleh apa yang dilakukannya, tetapi itu "karena mereka tidak tahu detail dan konteks artikel jurnalistik tersebut."

Dia membenarkan bahwa dirinya berbagi artikel dari surat kabar Prancis 'Le Figaro' yang diterbitkan pada 19 Oktober, yang menyajikan kronologi peristiwa yang mengarah pada pemenggalan kepala seorang guru di Paris awal bulan ini, dengan fakta bahwa dia melakukannya tanpa memperhatikan isi artikel tersebut.

Dalam artikel tersebut, Le Figaro memuat dua karikatur Nabi Muhammad dari majalah satir Prancis Charlie Hebdo.

Rrahmani mengatakan Duta Besar Gashi harus dimintai pertanggungjawaban di hadapan lembaga negara atas tindakan skandal tersebut dan bahwa warga negara yang membayar gajinya tidak boleh membiarkan diri mereka diejek karena keyakinan mereka.

Samuel Paty, seorang ayah berusia 47 tahun yang mengajar sejarah dan geografi di Bois-d'Aulne College di Conflans-Sainte-Honorine, dibunuh secara brutal oleh Abdullakh Anzorov, seorang pria berusia 18 tahun asal Chechnya. Tersangka ditembak mati oleh polisi.

Guru tersebut, dalam salah satu kelasnya tentang kebebasan berekspresi, telah menunjukkan kartun kontroversial yang menggambarkan Nabi Muhammad.
EDITOR: RENI ERINA

ARTIKEL LAINNYA