Pihak Keamanan Australia Sita Ganja Senilai 40 Juta Dolar AS, Sejumlah Pria Asal Vietnam Ditahan

Pihak Keamanan Australia Sita Ganja Senilai 40 Juta Dolar AS/Net

Regu detektif anti narkoba Australia berhasil mengamankan ganja senilai lebih dari 40 juta dolar AS. Ini menjadi salah penyitaan terbesar dalam sejarah Australia selama tiga dekade terakhir.

Sejauh ini polisi telah mendakwa 14 pria terkait dengan penggerebekan narkoba, yang terjadi selama dua hari minggu lalu di tiga properti di pantai utara New South Wales.

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari penyelidikan yang sedang berlangsung oleh Strike Force Harthouse, yang didirikan November lalu untuk menyelidiki penanaman dan pasokan ganja di seluruh NSW.

Komandan Pasukan Obat dan Senjata Api Inspektur Detektif John Watson mengatakan penyitaan itu adalah salah satu yang paling signifikan yang pernah terjadi di Australia.

"Selama dua hari, 14 pelanggar ditangkap, dan lebih dari 13.000 tanaman disita dengan perkiraan nilai jalan lebih dari 40 juta, dolar AS" kata Watson, seperti dikutip dari 9News, Senin (26/10).

"Sejauh penyitaan ganja, kami belum pernah melihat satu pun yang sebesar ini sejak tahun 1970-an," katanya.

"Perbedaan terbesar adalah pada tahun 1975 tanaman luar ruangan bersifat musiman, jadi kelompok kriminal dibatasi untuk satu kali panen dalam setahun, sedangkan rumah tanam ini dikontrol cuaca sehingga memungkinkan panen tanaman baru setiap 12 minggu atau lebih," lanjut Watson.

Penggerebekan telah dimulai sejak Kamis lalu di sebuah properti di Minimbah.

Di sana, polisi berhasil menyita 5.593 tanaman ganja bersama dengan 39 pon ganja kering, dengan total nilai gabungan 16.9 juta dolar AS.

Polisi menangkap enam pria yang semuanya warga negara Vietnam, termasuk seorang penduduk tetap berusia 31 tahun, seorang berusia 41 tahun yang secara tidak sah tinggal di Australia, seorang berusia 23 tahun dan 27 tahun (keduanya saat ini dengan visa pelajar), dan seorang Berusia 38 tahun dan 44 tahun, keduanya saat ini menggunakan visa bridging.

Kelompok itu dibawa ke Kantor Polisi Taree di mana mereka semua dituduh melakukan beberapa kultivasi dan pelanggaran pasokan.

Keesokan harinya, penyelidik mengeksekusi dua surat perintah penggeledahan TKP secara bersamaan di properti di Melinga dan Moorland dan menyita 7760 tanaman ganja.

Delapan pria lagi ditangkap, juga semua warga negara Vietnam, termasuk seorang pria penduduk tetap berusia 31 tahun, tiga pria yang secara tidak sah berada di Australia berusia 24, 23 dan 22, dua pria dengan visa pelajar berusia 22 dan 27 dan dua pria pada visa bridging berusia 24 dan 23 tahun.

Kelompok itu kemudian dibawa ke Kantor Polisi Taree dan telah didakwa bersalah.

Semua pria yang ditangkap ditolak jaminan di Pengadilan Lokal Taree dan dijadwalkan akan muncul kembali di pengadilan yang sama pada bulan Januari mendatang.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pashinyan: Rusia Banyak Mengulurkan Tangan Untuk Armenia, Mulai Dari Perdamaian Hingga Pandemi
Dunia

Pashinyan: Rusia Banyak Meng..

07 Mei 2021 06:26
Blinken:  Kami Tidak Mengatakan Anda Harus Memilih China Atau AS, Tapi Barat Perlu Berhati-hati
Dunia

Blinken: Kami Tidak Mengata..

07 Mei 2021 06:02
'Tsunami' Covid-19 India Bikin Waswas, Negara Tetangga Kompak Tutup Perbatasan
Dunia

'Tsunami' Covid-19 India Bik..

06 Mei 2021 22:26
Geser Spanyol Dan AS, China Jadi Pasar Teratas Cerutu Legendaris Kuba
Dunia

Geser Spanyol Dan AS, China ..

06 Mei 2021 17:33
Trump Diusir Lagi, Twitter Tangguhkan Akun 'From the Desk of Donald J. Trump'
Dunia

Trump Diusir Lagi, Twitter T..

06 Mei 2021 17:31
Bolsonaro: Rusia Dan Putin Sangat Menarik Untuk Brasil
Dunia

Bolsonaro: Rusia Dan Putin S..

06 Mei 2021 15:37
Disuntik Vaksin Sinopharm Tanpa Izin, Duterte: Jangan Ikuti Saya, Berbahaya!
Dunia

Disuntik Vaksin Sinopharm Ta..

06 Mei 2021 15:29
Laju Pandemi Belum Terkendali, Gubernur Tokyo Pertimbangkan Opsi Perpanjangan Keadaan Darurat
Dunia

Laju Pandemi Belum Terkendal..

06 Mei 2021 15:08