Presiden Mnangagwa: Bertahun-tahun China Dan Rusia Jadi Pilar Andalan Zimbabwe, Bantu Pertahankan Kedaulatan

Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa/Net

Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada China dan Rusia karena telah mendukung negara tersebut dalam seruannya yang konsisten untuk pencabutan sanksi Barat tanpa syarat.

Dalam pidato untuk menandai hari anti-sanksi Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC), Mnangagwa memberikan penghormatan kepada dua negara itu, SADC, Uni Afrika, dan negara-negara lain di seluruh dunia atas dukungan mereka.

"Republik Rakyat China dan Federasi Rusia, di antara negara-negara lain, telah menjadi pilar andalan kami selama bertahun-tahun," kata Mnangagwa seperti dikutip dari CGTN, Senin (26/10).

"Negara-negara ini tidak hanya membantu kami dalam perjuangan kami untuk kemerdekaan, tetapi juga membantu kami untuk mempertahankan kedaulatan kami dari serangan terus menerus oleh para pengkritik kami," ungkapnya.

Dia juga berterima kasih kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres dan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Michelle Bachelet yang telah menambahkan suara mereka terkait pencabutan sanksi.

Mnangagwa memuji Uni Eropa (UE) karena mengambil beberapa langkah positif menuju normalisasi hubungan dengan Zimbabwe.

Tahun lalu, SADC mendeklarasikan 25 Oktober sebagai hari anti-sanksi regional, di mana negara-negara anggota SADC secara kolektif menyerukan pencabutan sanksi ilegal tanpa syarat terhadap Zimbabwe.

Mnangagwa mengatakan Undang-Undang Demokrasi dan Pemulihan Ekonomi Zimbabwe dan Perintah Eksekutif oleh AS. pemerintah telah membatasi pembangunan di Zimbabwe selama hampir 20 tahun.

"Efek kumulatif dari sanksi ilegal ini telah menghancurkan di setiap sektor ekonomi kita. Selain itu, sanksi telah membatasi kapasitas Zimbabwe untuk menanggapi pandemi Covid-19," kata Mnangagwa.

"Kami berterima kasih kepada negara dan organisasi yang telah mendukung kami dan mendukung kami dalam memerangi pandemi," tambahnya.

Awal bulan ini, utusan China untuk PBB mengkritik AS dan negara-negara Barat karena dianggap telah melanggar hak asasi manusia dan menyerukan pencabutan sanksi sepihak secara lengkap dan segera pada Debat Umum Komite Ketiga Sidang Umum PBB.

 Zhang Jun, perwakilan permanen Tiongkok untuk PBB, membuat pernyataan atas nama 26 negara, termasuk Angola, Antigua dan Barbuda, Belarus, Burundi, Kamboja, Kamerun, Tiongkok, Kuba, Republik Demokratik Rakyat Korea, Guinea Ekuatorial, Eritrea, Iran, Laos, Myanmar, Namibia, Nikaragua, Pakistan, Palestina, Rusia, St Vincent dan Grenadines, Sudan Selatan, Sudan, Suriname, Suriah, Venezuela dan Zimbabwe.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Bak Romeo Dan Juliet, Pasutri Di Michigan Meninggal Dunia Bersamaan Karena Covid-19
Dunia

Bak Romeo Dan Juliet, Pasutr..

01 Desember 2020 17:31
Taiwan Larang Sementara Pekerja Asal Indonesia Memasuki Negaranya Selama Dua Pekan, Berlaku Mulai 4 Desember
Dunia

Taiwan Larang Sementara Peke..

01 Desember 2020 16:54
Tidak Ada Menu Mewah Lagi Di Acara Pesta Pemilu Kuwait
Dunia

Tidak Ada Menu Mewah Lagi Di..

01 Desember 2020 16:46
Twitter Tolak Permintaan Australia Hapus Cuitan Kontroversial Jubir China Zhao Lijian
Dunia

Twitter Tolak Permintaan Aus..

01 Desember 2020 16:31
Soal Foto Tentara Kontroversial, Kedutaan China: Australia Salah Persepsi Dan Beraksi Berlebihan
Dunia

Soal Foto Tentara Kontrovers..

01 Desember 2020 16:21
Beijing Desak Washington Perbaiki Kesalahan Dan Cabut Sanksi Atas Venezuela Yang Targetkan Perusahaan China
Dunia

Beijing Desak Washington Per..

01 Desember 2020 16:13
PBB: 235 Juta Orang Di Tahun 2021 Akan Berada Pada Kondisi Sangat Sulit Dan Butuh Bantuan
Dunia

PBB: 235 Juta Orang Di Tahun..

01 Desember 2020 15:29
Pertama Kali Setelah 28 Tahun, Pasukan Azerbaijan Masuki Wilayah Lanchin
Dunia

Pertama Kali Setelah 28 Tahu..

01 Desember 2020 15:20