Dua Warga Yordania Alami Penyerangan Di Prancis

Ilustrasi/Net

Seorang pria dan seorang wanita memukuli dua saudara kandung dari Yordania di Angers, Prancis barat, di tengah meningkatnya rasisme, xenofobia, dan Islamofobia di negara yang dipimpin Macron tersebut.

Menurut para korban, mereka dipukuli oleh seorang pria dan wanita Prancis.

Kedua bersaudara itu mengatakan kepada situs Yordania Roya News pada hari Minggu bahwa kedua penyerang telah menargetkan mereka ketika mendengar mereka berbicara bahasa Arab di halte bus.

Kedua penyerang itu meneriaki saudara laki-laki dan perempuan itu, mengatakan kepada mereka, "Ini Prancis dan bukan untuk Anda," dan memukuli mereka.

Pemuda Yordania bernama Muhammad Abu Eid, membenarkan peristiwa itu melalui teks yang diterbitkan di halaman Facebook pribadinya. Dia dan saudara perempuannya diserang dan dipukuli, oleh seorang pria dan seorang wanita, di kota Angers Prancis, pada Kamis lalu.

"Para penyerang membuntuti kami, menjadikan kami sasaran mereka sejak di halte bus, setelah mendengar kami berbicara dalam bahasa Arab."

Abu Eid mempublikasikan ceritanya secara detail, bersama dengan fotonya di ambulans, setelah dia dipukuli, di halaman Facebook pribadinya, seperti dikutip dari Al Khaleej Today, Senin (26/10).

"Kami tidak melakukan apa-apa, dan saudara perempuan saya tidak mengenakan kerudung sampai mereka menunaikan haji. Maksud saya, mereka tidak tahu apakah kami Muslim atau bukan. Orang Yordania adalah orang yang damai dan toleran di mana-mana, dengan berada di sana," tulis Abu Eid dalam postingannya.

"Tuhan memberkati kami, mereka tidak memiliki senjata, tetapi tidak ada yang bisa membayangkan apa yang mungkin terjadi dengan orang lain,” katanya.

Pada akhirnya, Abu Eid menyampaikan pesan, "Hentikan rasisme, hentikan kebencian, Prancis akan kehilangan banyak hal dalam peristiwa yang akan terjadi."

Polisi sedang mendalami kasus tersebut dan para penyerang sampai saat ini belum ditangkap.

Abu Eid mengajar bahasa Arab di sekolah negeri Prancis, sementara istrinya, Heba Abu Eid, yang mendapat beasiswa dari Kedutaan Besar Prancis di Amman, sedang menyelesaikan gelar masternya.

Pasangan itu berterima kasih kepada otoritas Prancis atas bantuan mereka serta berterima kasih kepada Kementerian Luar Negeri Yordania yang menurunkan stafnya untuk membantu mereka.
 
Duta Besar Dhaifallah Ali Al Fayez, juru bicara Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat, mengatakan kedutaan saat ini sedang menindaklanjuti pengaduan tersebut, yang telah diserahkan kepada pihak berwenang setempat.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Pendemi Covid-19, Ilhami Sari Rogo Wujudkan Agrowisata Unila dan Hortipark Pesawaran

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Sari Rogo Dan Kerikil Agrowisata Unila

Selasa, 01 Desember 2020
Video

Anies Baswedan Positif Covid-19

Selasa, 01 Desember 2020

Artikel Lainnya

Bak Romeo Dan Juliet, Pasutri Di Michigan Meninggal Dunia Bersamaan Karena Covid-19
Dunia

Bak Romeo Dan Juliet, Pasutr..

01 Desember 2020 17:31
Taiwan Larang Sementara Pekerja Asal Indonesia Memasuki Negaranya Selama Dua Pekan, Berlaku Mulai 4 Desember
Dunia

Taiwan Larang Sementara Peke..

01 Desember 2020 16:54
Tidak Ada Menu Mewah Lagi Di Acara Pesta Pemilu Kuwait
Dunia

Tidak Ada Menu Mewah Lagi Di..

01 Desember 2020 16:46
Twitter Tolak Permintaan Australia Hapus Cuitan Kontroversial Jubir China Zhao Lijian
Dunia

Twitter Tolak Permintaan Aus..

01 Desember 2020 16:31
Soal Foto Tentara Kontroversial, Kedutaan China: Australia Salah Persepsi Dan Beraksi Berlebihan
Dunia

Soal Foto Tentara Kontrovers..

01 Desember 2020 16:21
Beijing Desak Washington Perbaiki Kesalahan Dan Cabut Sanksi Atas Venezuela Yang Targetkan Perusahaan China
Dunia

Beijing Desak Washington Per..

01 Desember 2020 16:13
PBB: 235 Juta Orang Di Tahun 2021 Akan Berada Pada Kondisi Sangat Sulit Dan Butuh Bantuan
Dunia

PBB: 235 Juta Orang Di Tahun..

01 Desember 2020 15:29
Pertama Kali Setelah 28 Tahun, Pasukan Azerbaijan Masuki Wilayah Lanchin
Dunia

Pertama Kali Setelah 28 Tahu..

01 Desember 2020 15:20