Setelah UMNO, PAS Nyatakan Kesetiaan Pada PM Muhyiddin Yassin

Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin/Net

Partai Islam se-Malaysia (PAS) menyatakan dukungannya kepada pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin di tengah desakan pengunduran diri dari oposisi karena ia gagal memberlakukan keadaan darurat nasional.

Dukungan itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PAS, Takiyuddin Hassan dalam pernyataan yang dirilis pada Selasa (27/10).

"PAS ingin menjanjikan kesetiaan yang tidak terbagi kepada kepemimpinan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, dan ingin menekankan bahwa 18 anggota parlemen PAS mendukung pemerintah Perikatan Nasional (PN)," ujar Takiyuddin, seperti dikutip CNA

Melalui pernyataan itu, Takiyuddin juga mendesak anggota parlemen yang menjadi bagian dari koalisi Barisan Nasional (BN) untuk mempertahankan dukungan kepada Muhyiddin.

PAS secara resmi bergabung dengan koalisi PN, yang didirikan dengan tujuan bersama untuk menggulingkan pemerintah Pakatan Harapan (PH) awal tahun ini.

Pernyataan PAS dirilis beberapa jam setelah UMNO (Organisasi Nasional Melayu Bersatu), komponen terbesar dari koalisi BN, menyatakan akan mempertahankan dukungannya untuk pemerintah Muhyiddin. UMNO juga menegaskan tidak akan bekerja sama dengan Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan Partai Aksi Demokrasi (DAP).

UMNO adalah partai terbesar di blok penguasa PN saat ini, memegang 39 dari 222 kursi di parlemen.

Pernyataan dukungan dari partai koalisi PN muncul setelah gagasan Muhyiddin untuk memberlakukan keadaan darurat di tengah krisis Covid-19 dan ketidakstabilan politik ditolak oleh Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah.

Partai oposisi seperti PKR dan DAP kemudian memanfaatkan kesempatan dengan mendesak Muhyiddin mengundurkan diri karena dengan tidak adanya keadaan darurat, maka akan berpengaruh pada anggaran nasional untuk menangani pandemi Covid-19.

Sementara, anggaran nasional sendiri akan diajukan pada 6 November.

Pada Selasa pagi, pemimpin veteran DAP Lim Kit Siang merilis sebuah pernyataan yang mendesak pembicaraan tentang rekonsiliasi politik nasional untuk menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

"Kita telah menyia-nyiakan dua hari dan seharusnya tidak membuang waktu lagi untuk fokus dan menempa pola pikir dan pendekatan 'semua-pemerintah' dan 'seluruh-masyarakat' dalam perang melawan gelombang ketiga pandemi Covid-19 Malaysia," kata Lim.

"Kita akan merugikan para garis depan yang mempertaruhkan kesehatan dan nyawa mereka untuk memerangi pandemi Covid-19," pungkasnya.

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Utusan Myanmar Di PBB Berbicara Penuh Emosi, Minta Dunia Internasional Bantu Hentikan Kudeta Militer
Dunia

Utusan Myanmar Di PBB Berbic..

27 Februari 2021 08:11
AS: Yang Terjadi Di Armenia Bukan Upaya Kudeta, Tetapi Militer Memang Tidak Boleh Campuri Politik
Dunia

AS: Yang Terjadi Di Armenia ..

27 Februari 2021 06:56
Taiwan Kritik China Karena Tangguhkan Ekspor Nanas Secara Sepihak
Dunia

Taiwan Kritik China Karena T..

27 Februari 2021 06:33
Analis Rusia: Desakan Mundur Dari Militer Wajar Karena PM Armenia Selalu Menghindari Tanggung Jawab
Dunia

Analis Rusia: Desakan Mundur..

27 Februari 2021 06:01
Kerusuhan Capitol Hill, Pendukung Trump Awalnya Berniat Ledakkan Gedung Parlemen
Dunia

Kerusuhan Capitol Hill, Pend..

26 Februari 2021 17:46
Filipina Akan Memulai Vaksinansi, Tentara Menjadi Salah Satu Yang Diprioritaskan
Dunia

Filipina Akan Memulai Vaksin..

26 Februari 2021 15:57
Perselisihan Mereda, Facebook Cari Kesepakatan Dengan Tiga Media Australia
Dunia

Perselisihan Mereda, Faceboo..

26 Februari 2021 15:52
Ratu Elizabeth: Menerima Suntikan Vaksin Covid-19 Menunjukkan Anda Tidak Egois
Dunia

Ratu Elizabeth: Menerima Sun..

26 Februari 2021 15:50