Ramai Anti-Prancis Dan Anti-Macron, Pejabat Istana Elysée: Presiden Tidak Mengatakan Prancis Akan Terus Membuat Karikatur Nabi!

Presiden Emmanuel Macron/Net

Penasihat kepresidenan mengatakan kata-kata Macron sengaja 'diubah bentuk' oleh para pemimpin tertentu karena alasan politik domestik.

“Mereka masing-masing memiliki masalah dan posisi yang kuat terkait dengan Prancis. Tanggapan mereka adalah manipulasi politik,” kata seorang pejabat, menambahkan bahwa ada masalah tambahan dalam memahami konsep 'laicité' atau sekularisme Prancis.

“Presiden sudah menjelaskan maksudnya tapi ada distorsi pada pernyataannya. Dia tidak mengatakan Prancis akan terus membuat karikatur Nabi, dia (hanya) mengatakan itu adalah bagian dari pelaksanaan kebebasan berekspresi di Prancis untuk memungkinkan media melakukannya,” kata pejabat itu, seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (28/10).

“Tapi ada banyak disinformasi dan propaganda, bukan pemerintah Prancis yang menerbitkan karikatur dan sangat salah untuk membuat orang percaya bahwa pemerintah Prancis mempromosikan karikatur!

“Kami membela kebebasan pers. Bukan presiden yang menetapkan batasan apa yang bisa dilakukan pers. Tidak ada kejahatan penistaan ​​di Prancis dan karikatur adalah tradisi yang sangat tua," kata pejabat itu.

Macron telah memicu kemarahan ketika dia menyatakan Islam sebagai "agama yang sedang mengalami krisis hari ini, di seluruh dunia".

Pejabat Elysée bersikeras bahwa komentar presiden tidak ditujukan untuk Muslim.

“Ini bukan tentang Muslim di Prancis, ini tentang ekstremis brutal di Prancis; orang-orang yang jatuh ke dalam ekstremisme, kekerasan, fundamentalisme dan yang merugikan umat Islam. Mereka adalah musuh Islam."

"Biar kami perjelas, bagi kami, tidak ada kebingungan antara Muslim dan para ekstremis yang melakukan aksi teror, meski beberapa orang berusaha membuat kebingungan ini,” kata sumber Elysée.

Pihak istana Elysée mengatakan mereka menyesalkan bahwa dalam semua protes dan aksi kemarahan yang meneriakkan anti-Prancis dan anti-Macron, pembunuhan brutal terhadap Paty sama sekali tidak dibahas.

“Dari waktu ke waktu yang diserukan hanya hal-hal yang dapat melukai perasaan orang. Tapi apakah itu bisa membenarkan kematian seorang profesor? Kami tidak membunuh seseorang hanya karena kami tidak sependapat dengan mereka,” kata seorang pejabat.

Sementara itu, juru bicara pemerintah Gabriel Attal mengatakan, Prancis tidak akan pernah melepas prinsip serta nilai-nilai yang dikandung soal kebebasan serta perlawanan terhadap ekstrimisme.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Komandan Senior Garda Revolusi Islam Iran Tewas Dalam Serangan Udara Di Perbatasan Suriah
Dunia

Komandan Senior Garda Revolu..

01 Desember 2020 13:04
Permusuhan Semakin Dalam, China Peringatkan Kapal Australia Untuk Tak Dekati Laut China Selatan
Dunia

Permusuhan Semakin Dalam, Ch..

01 Desember 2020 12:49
Dapat Lampu Hijau, Pesawat Komersial Israel Bisa Pakai Wilayah Udara Arab Saudi?
Dunia

Dapat Lampu Hijau, Pesawat K..

01 Desember 2020 12:39
Scott Atlas, Penasihat Khusus Presiden Trump Untuk Penanganan Virus Corona Mengundurkan Diri
Dunia

Scott Atlas, Penasihat Khusu..

01 Desember 2020 12:37
Ilmuwan Terus Berupaya Pecahkan Misteri Terbesar Abad Ini: Dari Mana Sebenarnya Virus Corona Berasal?
Dunia

Ilmuwan Terus Berupaya Pecah..

01 Desember 2020 12:17
Jelang Pelantikan Biden, Trump Tancap Gas Pembuatan Tembok Meksiko
Dunia

Jelang Pelantikan Biden, Tru..

01 Desember 2020 12:15
Menteri Besar Selangor Kirim Pesan Dukungan Bagi Anies Pasca Dinyatakan Positif Covid-19
Dunia

Menteri Besar Selangor Kirim..

01 Desember 2020 11:57
Bintang Rock Australia Blak-blakan Salahkan Sikap Scott Morrison: Kita Tidak Bisa Sendirian Lawan China
Dunia

Bintang Rock Australia Blak-..

01 Desember 2020 11:56