AS Jual Minyak Yang Disita Dari Kapal Tanker Iran, Senilai Rp 593 Miliar

Amerika Serikat jual minyak sitaan dari kapal tanker Iran/Net

Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengumumkan penjualan bahan bakar yang disita oleh Washington dari empat kapal tanker minyak Iran yang bersandar di Venezuela.

Pada Kamis (29/10), Departemen Kehakiman mengumumkan telah menjual dan mengirimkan 1,1 juta barel minyak sulingan Iran yang disita pada Agustus.

Dimuat Al-Monitor, diperkirakan nilai penjualan minyak tersebut sebesar 40 juta dolar AS atau setara dengan Rp 593 miliar (Rp 14.800/dolar AS).

Perwakilan khusus Departemen Luar Negeri untuk Iran dan Venezuela, Elliott Abrams menyebut, hasil penjualan sendiri akan digunakan untuk membantu korban terorisme yang disponsori negara.

"(Hasil tersebut akan) digunakan jauh lebih baik daripada yang bisa dibayangkan oleh rezim mana pun, Iran atau Venezuela. Itu akan memberikan bantuan bagi para korban terorisme, daripada para pelakunya," ujar Abrams.

Selain itu, dalam pernyataan terpisah, Departemen Kehakiman AS juga mengumumkan pengajuan tindakan penyitaan sipil untuk pengiriman rusal Iran.

"Dengan tindakan penyitaan ini, kami memperluas kotak peralatan kami untuk memerangi perilaku buruk Iran," kata asisten jaksa agung untuk Divisi Keamanan Nasional, John Demers.

Dua pengumuman Departemen Kehakiman itu muncul kurang dari sepekan sebelum pemilihan presiden AS.

Ketegangan antara Washington dan Teheran meningkat seiring dengan kepemipinan Presiden Donald Trump, di mana ia menarik AS dari Kesepakatan Nuklir Iran pada 2018.

Menjelang pemilihan, pemerintahan Trump telah meluncurkan serangkaian kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran. Terbaru dengan memasukkan 11 entitas dan individu yang berbasis di Iran, China, Singapura yang menjual dan membeli petrokimia Iran.

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pashinyan: Rusia Banyak Mengulurkan Tangan Untuk Armenia, Mulai Dari Perdamaian Hingga Pandemi
Dunia

Pashinyan: Rusia Banyak Meng..

07 Mei 2021 06:26
Blinken:  Kami Tidak Mengatakan Anda Harus Memilih China Atau AS, Tapi Barat Perlu Berhati-hati
Dunia

Blinken: Kami Tidak Mengata..

07 Mei 2021 06:02
'Tsunami' Covid-19 India Bikin Waswas, Negara Tetangga Kompak Tutup Perbatasan
Dunia

'Tsunami' Covid-19 India Bik..

06 Mei 2021 22:26
Geser Spanyol Dan AS, China Jadi Pasar Teratas Cerutu Legendaris Kuba
Dunia

Geser Spanyol Dan AS, China ..

06 Mei 2021 17:33
Trump Diusir Lagi, Twitter Tangguhkan Akun 'From the Desk of Donald J. Trump'
Dunia

Trump Diusir Lagi, Twitter T..

06 Mei 2021 17:31
Bolsonaro: Rusia Dan Putin Sangat Menarik Untuk Brasil
Dunia

Bolsonaro: Rusia Dan Putin S..

06 Mei 2021 15:37
Disuntik Vaksin Sinopharm Tanpa Izin, Duterte: Jangan Ikuti Saya, Berbahaya!
Dunia

Disuntik Vaksin Sinopharm Ta..

06 Mei 2021 15:29
Laju Pandemi Belum Terkendali, Gubernur Tokyo Pertimbangkan Opsi Perpanjangan Keadaan Darurat
Dunia

Laju Pandemi Belum Terkendal..

06 Mei 2021 15:08