Kemlu RI: Pernyataan Presiden Macron Picu Perpecahan Di Antara Berbagai Agama Di Dunia

Presiden Prancis, Emmanuel Macron/Net

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengutuk pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang dianggap tidak menghormati Islam dan komunitas muslim di seluruh dunia.

Melalui keterangan tertulis yang diunggah di laman resminya pada Jumat (30/10), Kemlu menyebut pernyataan Macron telah memicu perpecahan di antara umat beragama di dunia.

"Indonesia mengutuk pernyataan Presiden Prancis yang tidak menghormati Islam dan komunitas muslim di seluruh dunia," tulis Kemlu.

"Pernyataan itu telah menyinggung lebih dari dua miliar muslim di seluruh dunia dan telah memicu perpecahan di antara berbagai agama di dunia," lanjut keterangan tersebut.
 
Kemlu menyatakan, kebebasan berekspresi tidak seharusnya dilakukan dengan cara menodai kehormatan dan kecucian nilai serta simbol agama.

"Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dan demokrasi terbesar ketiga di dunia, Indonesia mendesak masyarakat global untuk mengedepankan persatuan dan toleransi beragama, terutama di tengah pandemi yang sedang berlangsung," pungkas pernyataan itu.

Baru-baru ini Macron menuai banyak kecaman dari berbagai negara setelah membuat pernyataan kontroversial pada Jumat (23/10), dalam upacara penghormatan seorang guru yang kepalanya dipenggal oleh pria asal Chechnya karena ia menggunakan kartun Nabi Muhammad dalam kelas kewarganegaraan.

Insiden mengerikan tersebut sendiri terjadi beriringan dengan publikasi kartun Nabi Muhamad yang telah dikecam banyak pihak.

Macron juga mengatakan Islam merupakan agama yang sedang mengalami krisis di seluruh dunia. Ia pun berupaya untuk mempertahankan prinsip sekuler di Prancis dengan menegaskan akan menghormati segala perbedaan.

Selain Indonesia, sejumlah negara telah mengutuk penyataan Macron. Beberapa di antaranya adalah Turki, Iran, Pakistan, dan Malaysia.

Sebelum ini, pemerintah Indonesia juga telah memanggil Dutabesar Prancis di Jakarta, Oliver Chambard pada Selasa (27/10).

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Komandan Senior Garda Revolusi Islam Iran Tewas Dalam Serangan Udara Di Perbatasan Suriah
Dunia

Komandan Senior Garda Revolu..

01 Desember 2020 13:04
Permusuhan Semakin Dalam, China Peringatkan Kapal Australia Untuk Tak Dekati Laut China Selatan
Dunia

Permusuhan Semakin Dalam, Ch..

01 Desember 2020 12:49
Dapat Lampu Hijau, Pesawat Komersial Israel Bisa Pakai Wilayah Udara Arab Saudi?
Dunia

Dapat Lampu Hijau, Pesawat K..

01 Desember 2020 12:39
Scott Atlas, Penasihat Khusus Presiden Trump Untuk Penanganan Virus Corona Mengundurkan Diri
Dunia

Scott Atlas, Penasihat Khusu..

01 Desember 2020 12:37
Ilmuwan Terus Berupaya Pecahkan Misteri Terbesar Abad Ini: Dari Mana Sebenarnya Virus Corona Berasal?
Dunia

Ilmuwan Terus Berupaya Pecah..

01 Desember 2020 12:17
Jelang Pelantikan Biden, Trump Tancap Gas Pembuatan Tembok Meksiko
Dunia

Jelang Pelantikan Biden, Tru..

01 Desember 2020 12:15
Menteri Besar Selangor Kirim Pesan Dukungan Bagi Anies Pasca Dinyatakan Positif Covid-19
Dunia

Menteri Besar Selangor Kirim..

01 Desember 2020 11:57
Bintang Rock Australia Blak-blakan Salahkan Sikap Scott Morrison: Kita Tidak Bisa Sendirian Lawan China
Dunia

Bintang Rock Australia Blak-..

01 Desember 2020 11:56