Orang Amerika Yang Lahir Di Yerusalem Sekarang Bisa Mencantumkan 'Israel' Sebagai Tempat Lahir Di Dokumen Resmi

Ilustrasi/Net

Warga Amerika Serikat yang lahir di Yerusalem kini bisa menamakan 'Israel' sebagai tempat kelahiran mereka di dokumen-dokumen penting termasuk paspor.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo pada Kamis (29/10) mengumumkan hal itu, menegaskan bahwa mereka bisa memilih nama itu.

"Berlaku segera, Departemen Luar Negeri akan mengizinkan warga AS yang lahir di Yerusalem untuk memilih untuk mendaftarkan tempat lahir mereka sebagai 'Israel'," kata Pompeo, seperti dikutip dari Just The News, Kamis (29/10).

Di bawah pedoman baru tentang paspor, warga AS yang lahir di Yerusalem dapat meminta 'Yerusalem' atau 'Israel' untuk dicantumkan sebagai tempat lahir mereka pada dokumen konsuler. Jika pelamar tidak merinci, dokumen mereka akan terus mencerminkan tempat lahir mereka sebagai 'Yerusalem', kata pernyataan itu.  

Kebijakan lama AS telah menyatakan bahwa status Yerusalem - kota suci bagi Yudaisme, Islam dan Kristen yang diperebutkan dengan sengit - harus diputuskan sebagai bagian dari negosiasi masa depan antara Israel dan Palestina.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur, yang direbut Israel dalam perang 1967, sebagai ibu kota negara yang merdeka, masa depan mereka. Sementara Israel memandang Kota Suci sebagai 'ibu kotanya yang tidak terbagi'.

Pompeo mengatakan pedoman paspor baru tidak boleh dilihat saat pemerintahan Trump mengambil posisi terkait nasib Yerusalem.

“Masalah ini masih tergantung pada negosiasi status akhir antara kedua pihak. Amerika Serikat tetap berkomitmen kuat untuk memfasilitasi perjanjian perdamaian yang langgeng,” katanya.

Dalam langkah yang membuat marah rakyat Palestina dan menuai kecaman internasional yang meluas, Presiden Donald Trump secara resmi mengakui ibu kota Israel sebagai Yerusalem pada tahun 2017, dan beberapa bulan kemudian, memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Trump baru-baru ini mengungkapkan sejumlah pencapaian kebijakan luar negeri yang dia harap akan sesuai dengan basis pemilih Kristen evangelisnya menjelang pemilihan minggu depan. Selain menjadi perantara perjanjian normalisasi antara Israel dan beberapa negara Arab, pemerintahannya pada Rabu mengakhiri pembatasan penggunaan dana pembayar pajak AS untuk proyek penelitian ilmiah yang dilakukan di permukiman Israel di Tepi Barat.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Kok Jadi Kontroversial, Padahal Begini Test Wawasan Kebangsaan Pegawai KPK

Selasa, 11 Mei 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Pemerintah Harusnya Jaga Perasaan Rakyat

Selasa, 11 Mei 2021

Artikel Lainnya

Buat Aksi Solidaritas Palestina Di Kawasan, Jokowi Sampaikan Pernyataan Bersama Sultan Bolkiah Dan PM Muhyiddin
Dunia

Buat Aksi Solidaritas Palest..

17 Mei 2021 23:56
Militer Israel Akui Sudah Serang Kapal Selam Hamas Di Dekat Pantai Gaza
Dunia

Militer Israel Akui Sudah Se..

17 Mei 2021 20:24
Jalur Gaza Dibombardir, AS Sepakati Paket Penjualan Senjata Ratusan Juta Dolar Ke Israel
Dunia

Jalur Gaza Dibombardir, AS S..

17 Mei 2021 19:59
Erdogan Telepon Paus Fransiskus, Desak Bantu Akhiri Agresi Militer Israel
Dunia

Erdogan Telepon Paus Fransis..

17 Mei 2021 19:01
India Bersiap Hadapi Bencana Angin Topan Besar Di Tengah Derita Tsunami Covid-19
Dunia

India Bersiap Hadapi Bencana..

17 Mei 2021 17:12
Save the Children: Tiga Anak Di Gaza Terluka Setiap Satu Jam
Dunia

Save the Children: Tiga Anak..

17 Mei 2021 16:56
Konflik Israel-Hamas Merembet Ke Belanda, Monumen Pembantaian Warga Yahudi Jadi Korban Vandalisme
Dunia

Konflik Israel-Hamas Merembe..

17 Mei 2021 16:55
Kasus Covid-19 Menurun Turki Buka Pembatasan Bertahap, Pesta Pernikahan Tetap Dilarang
Dunia

Kasus Covid-19 Menurun Turki..

17 Mei 2021 16:37