Baru Saja Bebas, Tiga Pemimpin Pro Demokrasi Thailand Terpaksa Dirawat Setelah Terlibat Kerusuhan

Aksi unjuk rasa di Thailand/Net

Tiga pemimpin pro-demokrasi Thailand terkemuka dilaporkan tengah berada di rumah sakit hari ini, Sabtu (31/10) waktu setempat, pasca kerusuhan yang terjadi di luar kantor polisi Bangkok semalaman. Ketiganya saat ini tengah menghadapi tuduhan pidana lebih lanjut dari kepolisian.

Pengadilan pada hari Jumat (30/10) memerintahkan pembebasan Panupong 'Mike' Jadnok, Panusaya 'Rung' Sithijirawattanakul dan Parit 'Penguin' Chiwarak yang telah ditahan sejak pertengahan Oktober lalu atas tuduhan penghasutan - tetapi polisi akan menanyai mereka lagi berdasarkan surat perintah penangkapan yang belum selesai.

Panupong tampaknya tidak sadarkan diri saat dia dimasukkan ke dalam ambulans di luar kantor polisi pada Jumat (30/10) malam setelah diangkut dengan mobil polisi dari penjara.

Media lokal mengatakan dia pingsan setelah menjadi sasaran 'chokehold' oleh polisi berpakaian preman.

Parit dan Panusaya diizinkan untuk berbaur dengan sekitar 300 pendukung di luar stasiun selama beberapa jam sampai polisi dari Ayutthaya, 80 kilometer (50 mil) utara Bangkok tiba untuk memeriksa mereka pada Sabtu dini hari.

“Batang besi bisa memenjarakan bintang tapi tidak cahaya bintang. Dalam hati, saya masih percaya pada rakyat. Angin perubahan, angin demokrasi sudah tiba di Thailand,” kata Parit kepada peserta demo, yang menyanyikan yel-yel, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (31/10).

Tosaporn Sererak, seorang dokter dan mantan anggota parlemen, mendampingi kedua aktivis itu saat mereka dimasukkan ke dalam ambulans sekitar pukul 04.30.

"Setelah diinterogasi, baik Rung maupun Penguin merasa lemah dan telah dikirim ke rumah sakit di mana mereka diharapkan untuk tinggal selama dua-tiga hari," kata Tosaporn kepada AFP, seraya menambahkan Parit memiliki pecahan kaca di kulitnya akibat perkelahian di mobil van milik polisi.

"Panusaya mengalami sakit kaki," katanya.

Pihak berwenang akan meminta perintah pengadilan agar mereka dikembalikan ke penjara setelah keluar dari rumah sakit.

Petugas mengunjungi Panupong di rumah sakit sebelum pukul 7:00 pagi pada hari Sabtu (31/10).

Selama berbulan-bulan, hampir setiap hari pengunjuk rasa melakukan aksi demo untuk menuntut reformasi pada monarki negara dan meminta Perdana Menteri Prayut Chan-O-Cha - mantan panglima militer yang melakukan kudeta 2014 - untuk mengundurkan diri.

Demonstrasi yang dipimpin mahasiswa juga menyerukan penyusunan ulang konstitusi yang ditulis ulang oleh militer dan diakhirinya tuduhan pelecehan pemerintah terhadap lawan politik.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi Salah Satu Negara Prioritas China Untuk Pengiriman Vaksin Covid-19
Dunia

PM Muhyiddin: Malaysia Jadi ..

26 November 2020 17:44
Keluarga Kerajaan Swedia Diserang Virus Corona, Pangeran Carl Philip dan Istri Positif Covid-19
Dunia

Keluarga Kerajaan Swedia Dis..

26 November 2020 17:25
Konflik Tigray, PM Abiy Ahmed: Gerbang Perdamaian Untuk TPLF Telah Ditutup Rapat
Dunia

Konflik Tigray, PM Abiy Ahme..

26 November 2020 17:06
Australia Pecat 10 Tentara Atas Laporan Pembunuhan Ilegal Di Afganistan
Dunia

Australia Pecat 10 Tentara A..

26 November 2020 16:42
Tiba Di Korsel, Menlu China Bahas Hubungan Kedua Negara Hingga Nuklir
Dunia

Tiba Di Korsel, Menlu China ..

26 November 2020 15:50
Pandemi Belum Reda, Jerman Perpanjang Pembatasan Covid-19 Hingga Awal Januari 2021
Dunia

Pandemi Belum Reda, Jerman P..

26 November 2020 15:36
WHO Peringatkan Bahaya 'Infodemik' Yang Disebar Ahli Teori Konspirasi
Dunia

WHO Peringatkan Bahaya 'Info..

26 November 2020 15:25
Siap Masuk Brasil, Perusahaan Vaksin Pfizer Sudah Kirim Hasil Tes
Dunia

Siap Masuk Brasil, Perusahaa..

26 November 2020 14:41