PM Jacinda Ardern Kenalkan Kabinet Barunya Yang Beragam

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern dan Menteri Luar Negeri barunya, Nanaia Mahuta/Net

Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern telah membentuk kabinet baru dengan latar belakang yang sangat beragam.

Pengumuman kabinet barunya tersebut dilakukan pada Senin (2/11). Ardern mengatakan, semua orang yang dipilih untuk masuk ke dalam kabinetnya berdasarkan prestasi dan kemampuan mereka untuk menangani dampak pandemi Covid-19.

Dimuat AFP, untuk pertama kalinya, Selandia Baru akan memiliki wakil perdana menteri homoseksual, Grant Robertson.

Pria 49 tahun itu merupakan kepala strategi kampanye pemilihan Ardern yang sempat menjadi menteri infrastruktur pada periode pertama.

Ardern mengatakan, pemilihan Robertson didasarkan pada kualitas kepemimpinannya.

"Salah satu hal yang menakjubkan tentang Selandia Baru adalah kami sering berada di ruang di mana pertanyaan-pertanyaan ini menjadi pertanyaan kedua," katanya.

Selain Robertson, seorang perempuan dari komunitas Maori, Nanaia Mahuta, terpilih menjadi Menteri Luar Negeri. Dengan moko kauae atau tato Maori tradisional di dagu, ia menampilkan diri di jajaran 20 orang kabinet Ardern.

"Ini adalah kabinet dengan prestasi dan bakat besar, yang juga sangat beragam," kata Mahuta yang berusia 40 tahun itu.

"Saya pikir ini adalah poin yang penting untuk dibuat. Saya pikir sebagai negara kita harus bangga dengan ini," sambungnya.

Ardern yang selama ini berhasil mempertahankan dukungan rakyat mampu melanjutkan kepemimpinannya yang kedua setelah memenangkan pemilu 17 Oktober.

Dengan keberhasilannya menangani pandemi Covid-19 sejauh ini, Ardern memasukkan mantan menteri kesehatan Chris Hipkins sebagai menteri penanganan Covid-19.

Selain itu, Ardern yang dari Partai Buruh juga menunjuk dua anggota partainya untuk kementerian di luar kebinet.

Salah satu pemimpin Partai Hijau, James Shaw, akan menjadi menteri perubahan iklim, dan yang lainnya, Marama Davidson, akan memiliki portofolio yang berfokus pada pencegahan kekerasan dalam keluarga dan seksual.

Pemerintah baru Ardern sendiri akan dilantik pada Jumat (6/11).

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32