Ribuan Mantan Gerilyawan FARC Lakukan Aksi Unjuk Rasa Tuntut Bertemu Presiden Kolombia Ivan Duque

Ilustrasi/Net

Sekitar dua ribu mantan gerilyawan FARC melaklukan aksi unjuk rasa di ibu kota Kolombia hari Minggu (1/11) untuk memprotes pembunuhan 236 mantan gerilyawan sejak menandatangani perjanjian damai 2016.

Anggota dari bekas gerakan pemberontak yang berubah menjadi partai politik itu tiba di Bogota setelah menyelesaikan pawai sepanjang 200 kilometer (125 mil) dari kota selatan Mesetas.

Para mantan pemberontak itu berbaris ke Lapangan Bolivar di pusat bersejarah Bogota, berkumpul dengan dua delegasi lain dari selatan dan utara negara itu untuk menuntut pertemuan dengan Presiden sayap kanan Ivan Duque .

“Kami memobilisasi untuk menuntut penghormatan atas hidup kami dan juga untuk kepatuhan terhadap perjanjian perdamaian,” kata Senator FARC Victoria Sandino, dihadapkan pada apa yang dia sebut sebagai "genosida terhadap para penandatangan" dari perjanjian perdamaian 2016 yang mengakhiri konflik selama setengah abad.

Saat ini Sandino memegang salah satu dari 10 kursi Kongres yang disediakan untuk FARC di bawah kesepakatan damai, ketika sebagian besar gerakan meletakkan senjatanya.

Dalam aksinya, para demonstran menabuh genderang, meniup terompet dan melambai-lambaikan spanduk, termasuk yang bertuliskan, "Duque: kami tidak menandatangani perjanjian damai untuk dibunuh."

“Kami meminta presiden untuk bertemu dengan kami sehingga kami dapat berbicara tentang tantangan yang dihadapi negara Kolombia dalam menjamin keselamatan warganya,” kata Pastor Alape, pemimpin partai FARC yang terkemuka.

Menurut FARC, 236 penandatangan kesepakatan damai telah tewas sejak perjanjian damai itu ditandatangani.

“Ada tanggung jawab negara dalam kejahatan ini,” kata Alape, menambahkan bahwa pembunuhan itu dimotivasi oleh “intoleransi dalam pidato pejabat pemerintah, dan presiden republik itu sendiri.”

Sementara itu pemerintah mengatakan organisasi penyelundup narkoba berada di balik sebagian besar pembunuhan, karena mereka berperang memperebutkan produksi dan ekspor kokain melalui Amerika Tengah ke Amerika Serikat.

Pawai dimulai di Mesetas pada 21 Oktober, menyusul pembunuhan dua mantan pejuang FARC lokal beberapa hari sebelumnya.

Dua mantan pemberontak kembali tewas pada 24 Oktober ketika delegasi melanjutkan perjalanan ke Bogota, yang digambarkan oleh Rodrigo Granda, salah satu negosiator perjanjian dan pemimpin partai sebagai “pukulan telak bagi perdamaian”.

Duque berkuasa pada 2018 dan berjanji untuk mengubah perjanjian perdamaian yang dibuat oleh pendahulunya Juan Manuel Santos, yang dia anggap terlalu lunak terhadap mantan pemberontak yang dituduh melakukan kekejaman.

Namun, Kongres menolak langkah tersebut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • Reshuffle Kabinet

Selasa, 13 April 2021
Video

Jendela Usaha • Laris Manis Saat Ramadhan Dengan Olahan Kolang Kaling

Rabu, 14 April 2021
Video

RMOL WORLD VIEW • Apa Kabar Asia Timur?

Rabu, 14 April 2021

Artikel Lainnya

Austria Hingga Finlandia Berlomba-lomba Jadi Tuan Rumah Pertemuan Biden Dan Putin
Dunia

Austria Hingga Finlandia Ber..

14 April 2021 17:47
Soal Proyek KF-X/IF-X, Pengamat: Korsel Paham Kesulitan Indonesia
Dunia

Soal Proyek KF-X/IF-X, Penga..

14 April 2021 17:12
Trudeau: Pandemi Covid-19 Kanada Masih Dalam Level Yang Sangat Serius
Dunia

Trudeau: Pandemi Covid-19 Ka..

14 April 2021 16:29
Kuba Kutuk Serangan Natanz, Menlu Rodriguez: Ini Dilakukan Penentang Pencabutan Sanksi AS
Dunia

Kuba Kutuk Serangan Natanz, ..

14 April 2021 16:02
Pilihan Terbaik Untuk Korea Utara Dan Korea Selatan Adalah Status Quo
Dunia

Pilihan Terbaik Untuk Korea ..

14 April 2021 15:57
Menlu Kuba Ucapkan Selamat Menyambut Datangnya Bulan Suci Ramadhan Bagi Umat Muslim
Dunia

Menlu Kuba Ucapkan Selamat M..

14 April 2021 15:34
Pengamat: Kanada Sengaja Ciptakan Citra Teror Tentang Xinjiang, Hasil Koordinasi Dengan AS
Dunia

Pengamat: Kanada Sengaja Cip..

14 April 2021 15:27
Utusan PBB Untuk Yaman: Hentikan Pertikaian, Biarkan Penduduk Beribadah Ramadhan Dengan Aman
Dunia

Utusan PBB Untuk Yaman: Hent..

14 April 2021 14:52