ISIS Akui Jadi Aktor Utama Serangan Teror Wina, Kanselir Austria: Ini Bukanlah Konflik Antara Kristen Dan Muslim!

Kanselir Sebastian Kurz/Net

Kelompok Negara Islam ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan teror mematikan di kota Wina Austria yang menewaskan sedikitnya empat orang dalam sebuah pernyataan dari Kantor Berita Amaq yang diposting di Telegram.

Pernyataan kelompok itu disertai dengan gambar seorang pria berjanggut, bernama Abu Dagnah Al-Albany, yang mengatakan bahwa dia menyerang kerumunan orang di pusat kota Wina pada hari Senin (2/11) dengan senjata dan senapan mesin, sebelum dia dibunuh oleh polisi Austria .

Pria bersenjata yang tewas itu diketahui seorang residivis yang baru keluar dari penjara kurang dari setahun yang lalu.

Seorang pria dan wanita tua, seorang pejalan kaki muda dan seorang pelayan tewas , dan 22 orang termasuk seorang polisi terluka, kata Menteri Dalam Negeri Karl Nehammer pada konferensi pers. Walikota Wina mengatakan tiga orang masih dalam kondisi kritis.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Kanselir Sebastian Kurz mengatakan kepada orang Austria: "Ini bukanlah konflik antara Kristen dan Muslim atau antara Austria dan migran. Tidak, ini adalah pertarungan antara banyak orang yang percaya pada perdamaian dan sedikit [yang menentangnya]. Ini adalah pertarungan antara peradaban dan barbarisme," seperti dikutip dari AFP, Rabu (4/11).

Serangan itu terjadi tak lama setelah serangan mematikan oleh penyerang Islamis tunggal di Nice dan Paris, yang diduga terjadi akibat publikasi karikatur satir Nabi Muhammad.

Di Paris, Presiden Prancis Emmanuel Macron pergi ke Kedutaan Besar Austria untuk menulis pesan belasungkawa dalam bahasa Jerman yang berbunyi: "Dalam suka dan duka, kita akan tetap bersatu."
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01
Jepang Dalam Mode Siaga Tinggi, Temukan Kasus Varian Baru Tanpa Riwayat Perjalanan Ke Inggris
Dunia

Jepang Dalam Mode Siaga Ting..

19 Januari 2021 13:26
Klaim Tak Punya Kasus Virus Corona, Turkmenistan Jadi Negara Asia Tengah Pertama Yang Daftarkan Vaksin Rusia
Dunia

Klaim Tak Punya Kasus Virus ..

19 Januari 2021 13:22
Imbauan Carrie Lam: Sebaran Covid-19 Tidak Berhubungan Dengan Ras Atau Etnis
Dunia

Imbauan Carrie Lam: Sebaran ..

19 Januari 2021 13:04
Tidak Bijak Bagi Joe Biden Untuk Mengubur Pencapaian Manis Donald Trump Atas Korea Utara
Dunia

Tidak Bijak Bagi Joe Biden U..

19 Januari 2021 12:38
Pemilu Palestina, PM Mohammed Shtayyeh Minta Uni Eropa Kirim Pengamat Independen
Dunia

Pemilu Palestina, PM Mohamme..

19 Januari 2021 12:15
Kecewa Dengan UE, Kosovo Putuskan Untuk Ambil Sikap Dalam Waktu Dekat
Dunia

Kecewa Dengan UE, Kosovo Put..

19 Januari 2021 11:49
Jepang: Tuntutan Kompensasi Korsel Atas Korban Jugun Ianfu Merusak Hubungan
Dunia

Jepang: Tuntutan Kompensasi ..

19 Januari 2021 11:37