Percepat Proses Reintegrasi, Presiden Ivan Duque Bertemu Mantan Pemimpin Gerilyawan Kolombia FARC

Presiden Kolombia Ivan Duque/Net

Presiden Kolombia Ivan Duque dilaporkan telah melakukan pertemuan dengan sejumlah mantan pemimpin gerilyawan FARC pada Jumat ( 6/11) waktu setempat. Menurut penasihat utama negara, dalam pertemuan itu Duque berjanji untuk mempercepat integrasi mantan gerilyawan menyusul perjanjian damai 2016.

Komitmen Duque datang selama pertemuan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara presiden garis keras dan para pemimpin bekas gerakan gerilyawan kiri di Bogota.

Duque, yang terkenal kritis terhadap aspek-aspek kesepakatan damai yang menurutnya terlalu lunak terhadap FARC, "berjanji untuk memajukan proses reintegrasi," kata Emilio Archila, seorang penasihat penting pemerintah pasca-konflik yang menghadiri pertemuan tersebut, seperti dikutip dari AFP, Jumat (6/11).

Pertemuan di istana kepresidenan tersebut menyusul pawai 10 hari di Bogota yang dilakukan oleh mantan gerilyawan untuk menuntut pemerintah memenuhi komitmennya di bawah kesepakatan damai 2016 yang menyebabkan pelucutan senjata 13.000 pejuang dan mengubah FARC menjadi sebuah partai politik.

Para mantan gerilyawan mengatakan mereka membutuhkan perlindungan yang lebih besar karena nyawa mereka semakin terancam dari kelompok gerilya lain dan organisasi penyelundup narkoba.

Alasan pawai tersebut adalah untuk menarik perhatian pada pembunuhan 237 mantan rekan mereka sejak 2016.

Pastor Alape, pemimpin partai politik yang muncul dari FARC setelah dilucuti, mengatakan bahwa tindakan Duque akan membantu melawan "stigmatisasi" yang katanya mendorong kekerasan terhadap 13.000 orang yang dilucuti.

"Ada kesepakatan untuk memperkuat dan mempercepat proses reintegrasi" selama sisa 22 bulan jabatan Duque, kata Alape usai pertemuan. Masa jabatan pemimpin sayap kanan itu akan berakhir pada Agustus 2022.

Kedua belah pihak sepakat untuk mempelajari langkah-langkah tambahan untuk melindungi mantan pemberontak dari pembangkang yang menolak perjanjian perdamaian dan kelompok ilegal lainnya yang menurut pihak berwenang bertanggung jawab atas serentetan pembunuhan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dapat Konfirmasi Senat, Antony Blinken Resmi Jadi Menteri Luar Negeri AS
Dunia

Dapat Konfirmasi Senat, Anto..

27 Januari 2021 08:02
Perkuat Sektor Pertahanan, Kenya Borong 118 Kendaraan Militer Canggih Dari Turki
Dunia

Perkuat Sektor Pertahanan, K..

27 Januari 2021 07:52
Inggris Lampaui Angka 100 Ribu Kematian, Boris Johnson Sampaikan Rasa Sedihnya
Dunia

Inggris Lampaui Angka 100 Ri..

27 Januari 2021 07:44
Priti Patel Tangkis Pernyataan Mantan Pejabat Tinggi Soal Aturan Karantina Inggris
Dunia

Priti Patel Tangkis Pernyata..

27 Januari 2021 07:16
Perkuat Hubungan Diplomatik, Sudan Dan Israel Sepakat Bangun Kantor Kedutaan Dalam Waktu Dekat
Dunia

Perkuat Hubungan Diplomatik,..

27 Januari 2021 07:02
Iran Dan Rusia Makin Kompak, Teken Kerja Sama Keamanan Siber
Dunia

Iran Dan Rusia Makin Kompak,..

27 Januari 2021 06:48
Ketua Partai MHP Minta Joe Biden Tak Ulangi Kegagalan Donald Trump Di Turki
Dunia

Ketua Partai MHP Minta Joe B..

27 Januari 2021 06:37
Inggris Berkolaborasi Dengan UE Pastikan Rantai Pasokan Vaksin
Dunia

Inggris Berkolaborasi Dengan..

27 Januari 2021 06:27