Ratusan Ribu Warga Sipil Armenia Mulai Beranjak Meninggalkan Desa

Tentara di wilayah konflik Nagorno-Karabakh/Net

Perjanjian damai telah disepakati, sebagian besar wilayah Nagorno-Karabakh kini telah berada dibawah kendali Azerbaijan.

Sekitar seratus ribu warga sipil Armenia meninggalkan desa, rumah, dan bahkan orang yang mereka cintai, setelah gencatan senjata, yang didukung Moskow, meminta Armenia menyerahkan kendali atas beberapa wilayah yang dimilikinya di sekitar wilayah Nagorno-Karabakh kepada Azerbaijan.

Para pengungsi berbondong-bondong menuju pusat darurat di mana tim relawan dan pekerja bantuan menawarkan dukungan.

“Mereka harus meninggalkan semuanya saat bencana,” kata seorang perempuan, salah satu dari tim relawan, seperti dikutip dari France 24, Jumat (13/11).

“Mereka membutuhkan segalanya, makanan, perlengkapan kebersihan, bahkan pakaian hangat,  karena musim dingin akan segera tiba," lanjutnya.

Hingga kini, masih banyak pengungsi mencari keluarganya yang hilang dan takut akan hal yang terburuk.

Seorang wanita, bernama Alla, mengatakan kepada France 24 bahwa dia memiliki empat anak yang bertugas di garis depan. Hal terpenting saat ini  adalah menemukan mereka.

“Setelah itu, kita akan melihat apa yang ada dalam hidup ini dan bagaimana kita akan melanjutkan  hidup," ungkapnya lirih.

Dia melarikan diri dengan putrinya saat pertempuran semakin menakutkan. Namun, suaminya dan anak-anak mereka yang lain, tetap tinggal di Nagorno-Karabakh.

Beruntung, orang-orang Armenia lainnya menunggu di seberang perbatasan dengan tangan terbuka.

Di antara mereka, seorang wanita telah membuka rumahnya untuk para pengungsi.

"Mereka telah bersama kami sejak 3 Oktober. Sangat tidak nyaman untuk tidur, karena ini bukan hotel. tetapi mereka tidak menginginkan apa pun kecuali tempat berlindung."

“Kami semua hidup bersama. Jika kami berada di posisi mereka, mereka akan melakukan hal yang sama untuk kami,” katanya.

Nasib anak-anak Alla selalu diingat seperti halnya kampung halaman mereka, Shushi, yang sekarang berada di bawah kendali Azerbaijan.

“Kami berharap bisa kembali ke Stepanakert,” katanya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021
Video

RMOL World View • Diplomasi Halal Saat Pandemi

Senin, 08 Maret 2021

Artikel Lainnya

Indonesia Raih Finalis Human City Design Award 2020 Di Korsel
Dunia

Indonesia Raih Finalis Human..

08 Maret 2021 17:48
KDCA: Tak Ada Hubungan Antara Vaksinasi Dan Kasus Kematian Setelah Divaksin
Dunia

KDCA: Tak Ada Hubungan Antar..

08 Maret 2021 15:53
Hari Perempuan Internasional, Perempuan Myanmar Turun Ke Jalan Lawan Kudeta
Dunia

Hari Perempuan Internasional..

08 Maret 2021 15:17
Pangeran Harry Merasa Terjebak Dengan Kerajaan Hingga Bertemu Meghan Markle
Dunia

Pangeran Harry Merasa Terjeb..

08 Maret 2021 14:27
AS Minta Turki Jadi Tuan Rumah Dialog Perdamaian Intra-Afghan
Dunia

AS Minta Turki Jadi Tuan Rum..

08 Maret 2021 13:33
Finlandia: Skema Pengadaan Vaksin Kolektif Uni Eropa Hambat Program Vaksinasi
Dunia

Finlandia: Skema Pengadaan V..

08 Maret 2021 13:08
Korsel Sepakat Tambah Biaya Konstribusi Pasukan AS
Dunia

Korsel Sepakat Tambah Biaya ..

08 Maret 2021 12:41
China Siapkan Pusat Vaksinasi Untuk Suntik Warganya Di Luar Negeri
Dunia

China Siapkan Pusat Vaksinas..

08 Maret 2021 11:45