Sudah Damai, Putin Ingatkan Jangan Lagi Gunakan Kata 'Konflik' Untuk Menyebut Nagorno-Karabakh

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Kesepakatan damai antara Armenia dan Azerbaijan telah tercipta. Dengan begitu, tidak ada lagi peperangan dan konflik di antara dua negara bekas Uni Soviet itu.

Meniti hari-hari ke depan dengan positif dan  melupakan segala peristwa pahit, Presiden Rusia Vladimir Putin berharap kata 'konflik' tidak lagi digunakan untuk menggambarkan situasi di Nagorno-Karabakh.

"Saya berharap bahwa kami, kita semua, tidak akan lagi mengatakan 'konflik Nagorno-Karabakh'. Hilangkan kata 'konflik' ketika menyebut Nagorno-Karabakh," kata Putin, berbicara melalui konferensi video dengan pejabat terkait untuk membahas masalah kemanusiaan di Nagorno-Karabakh, seperti dikutip dari Tass, Sabtu (13/11).

"Berharap kami akan segera bergerak maju untuk membahas masalah-masalah lain, tentunya masalah terkini," lanjut Putin.

Konflik antara Armenia dan Azerbaijan atas wilayah dataran tinggi Nagorno-Karabakh, pecah pada Februari 1988. Pada 1992-1994, ketegangan memuncak dan meledak menjadi aksi militer skala besar untuk menguasai daerah kantong dan tujuh wilayah yang berdekatan setelah Azerbaijan kehilangan kendali atas mereka.

Pembicaraan tentang penyelesaian Nagorno-Karabakh telah berlangsung sejak tahun 1992 di bawah OSCE Minsk Group, yang dipimpin oleh tiga ketuanya - Rusia, Prancis dan Amerika Serikat. Namun, perang antara dua itu terus berlangsung. Di tahun 2020, beberapa kali bentrokan terjadi.

Di Juni 2020, belasan tentara Armenia tewas. Selanjutnya berminggu-minggu bentrokan tidak dapat dihentikan. Puncaknya adalah pada September 2020.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan pada Jumat (13/11), bahwa Putin telah menghabiskan banyak waktu untuk  mengadakan pembicaraan dengan Presiden Azerbaijan Aliyev dan Perdana Menteri Armenia Pashinyan untuk membhas masalah ini.

Peran Presiden Rusia dalam menyelesaikan konflik di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh adalah kunci, kerja intens, yang dalam beberapa hari akhirnya bisa diselesaikan.

"Peran ini adalah kuncinya," katanya. "Kerja keras berhari-hari sebelum penandatanganan, terkadang bahkan kerja sepanjang waktu, itu adalah pekerjaan Presiden Putin," kata Peskov.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pashinyan: Rusia Banyak Mengulurkan Tangan Untuk Armenia, Mulai Dari Perdamaian Hingga Pandemi
Dunia

Pashinyan: Rusia Banyak Meng..

07 Mei 2021 06:26
Blinken:  Kami Tidak Mengatakan Anda Harus Memilih China Atau AS, Tapi Barat Perlu Berhati-hati
Dunia

Blinken: Kami Tidak Mengata..

07 Mei 2021 06:02
'Tsunami' Covid-19 India Bikin Waswas, Negara Tetangga Kompak Tutup Perbatasan
Dunia

'Tsunami' Covid-19 India Bik..

06 Mei 2021 22:26
Geser Spanyol Dan AS, China Jadi Pasar Teratas Cerutu Legendaris Kuba
Dunia

Geser Spanyol Dan AS, China ..

06 Mei 2021 17:33
Trump Diusir Lagi, Twitter Tangguhkan Akun 'From the Desk of Donald J. Trump'
Dunia

Trump Diusir Lagi, Twitter T..

06 Mei 2021 17:31
Bolsonaro: Rusia Dan Putin Sangat Menarik Untuk Brasil
Dunia

Bolsonaro: Rusia Dan Putin S..

06 Mei 2021 15:37
Disuntik Vaksin Sinopharm Tanpa Izin, Duterte: Jangan Ikuti Saya, Berbahaya!
Dunia

Disuntik Vaksin Sinopharm Ta..

06 Mei 2021 15:29
Laju Pandemi Belum Terkendali, Gubernur Tokyo Pertimbangkan Opsi Perpanjangan Keadaan Darurat
Dunia

Laju Pandemi Belum Terkendal..

06 Mei 2021 15:08