Jubir Artsakh Kritik Imbauan Harutyunya Yang Minta Warga Kembali Ke Desa: Rumah Mereka Di Nagorno-Karabakh Hancur, Mereka Akan Tinggal Di Mana?

Militer di dekat Kantor Parlemen Artsakh di Stepnakert/Net

Mantan penasihat kepresidenan, Tigran Abrahamyan, mencemaskan seruan yang dilakukan pemimpin Artsakh Araik Harutyunyan mengenai imbauan agar rakyat Artsakh kembali ke rumah mereka masing-masing pasca genjatan senjata.

Saat perang hebat meletus di bulan September, banyak warga Artsakh di Nagorno-Karabakh yang melarikan diri ke wilayah lain mencari selamat. Mereka mengungsi ke rumah sanak saudara atau ke rumah warga lain.

Seruan untuk kembali pulang yang digemakan Harutyunyan mengundang pertanyaan bagi Abrahamyan, di mana mereka akan tinggal?

"Pertama, mereka pulang ke mana? Ketika perang terjadi, mereka pergi, mengungsi, mencari selamat. Kemudian saat ini tanah mereka, Gadrut atau Kashatag, sudah diserahkan ke Azerbaijan, bagaimana nasib mereka? Di mana mereka akan tinggal, bagaimana?" ujar  Abrahamyan pada halaman media sosialnya, seperti dikutip dari News Arm, Minggu (15/11).

"Kedua, rumah-rumah mereka juga sudah hancur oleh bom dan drone, lantas mereka akan tinggal di mana? Sebelum mengeluarkan seruan pulang, mestinya diperhitungkan dulu. Mereka akan mendengarkan Anda, selagi Anda masih bisa dipercaya, jika tidak.... entahlah saya tidak bisa mengatakannya," katanya lagi.

Ia menekankan bahwa saat ini rakyat tengah mengalami krisis kepercayaan terhadap para pemimpin.

Abrahamyan juga mengingatkan kepada Perdana Menteri Niko Pashinyan, bahwa mestinya sebelum mengeluarkan seruan pulang, pemerintah segera mengorganisir segala keperluan seperti dana dan perusahaan konstruksi. Mereka seharusnya sudah memulai pekerjaan restorasi yang diperlukan di Artsakh segera setelah perjanjian damai dicetuskan.

Abrahamyan mengimbau, restorasi itu penting untuk membuat warga Artsakh bisa memiliki hunian di tanah airnya yang telah dihancurkan dan diserahkan ke Azerbaijan.

“Saya ulangi, agar tidak kehilangan Artsakh sepenuhnya dalam kondisi saat ini, warga Armenia harus tinggal di Artsakh. Untuk ini kita semua harus bertindak sangat cepat, menciptakan kondisi yang diperlukan," kata Abrahamyan.

"Dan yang terpenting, rakyat yakin bahwa mereka bisa hidup di lingkungan yang aman. Dengan begitu, orang akan pulang kembali tanpa perlu diminta. Artsakh kuat dan teguh, dia terikat pada tanahnya. Jangan ragu. Orang Armenia akan terus tinggal di Artsakh," tulisnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Jendela Usaha • Peluang Budidaya Ubi Jalar

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Gunung Gede Pangrango kembali terlihat lagi dari Kota Jakarta

Rabu, 24 Februari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Melacak Tokoh Potensial 2024

Kamis, 25 Februari 2021

Artikel Lainnya

Bangladesh Relokasi Lagi Ribuan Pengungsi Rohingya Ke Pulau Terpencil
Dunia

Bangladesh Relokasi Lagi Rib..

04 Maret 2021 08:11
Pengadilan Kriminal Internasional Luncurkan Penyelidikan Kejahatan Di Wilayah Palestina
Dunia

Pengadilan Kriminal Internas..

04 Maret 2021 08:07
Pelaku Gunakan Pisau Di Swedia, Tiga Orang Kritis
Dunia

Pelaku Gunakan Pisau Di Swed..

04 Maret 2021 07:55
Myanmar: Kepala UE Kecam Pelanggaran HAM Oleh Militer
Dunia

Myanmar: Kepala UE Kecam Pel..

04 Maret 2021 07:42
Tingkatkan Kerja Sama Pertahanan, Turki Dan Bosnia Herzegovina Teken Perjanjian Keuangan Militer
Dunia

Tingkatkan Kerja Sama Pertah..

04 Maret 2021 07:09
PBB: 38 Orang Tewas Dalam Hari Paling Berdarah Di Myanmar
Dunia

PBB: 38 Orang Tewas Dalam Ha..

04 Maret 2021 06:59
Blinken: China Adalah Ujian Terbesar, AS Siap Menghadapi Kapan Saja
Dunia

Blinken: China Adalah Ujian ..

04 Maret 2021 06:25
Korban Covid Muslim Dikuburkan Di Pulau Terpencil, Sri Lanka Menuai Protes
Dunia

Korban Covid Muslim Dikuburk..

04 Maret 2021 06:11