Praktik Berdarah Demi Prestise, Pasukan Elit Australia Bunuh 39 Warga Afganistan Yang Tak Bersalah

Pasukan tentara elit Australia terlibat dalam puluhan pembunuhan ilegal di Afganistan

Sebuah laporan mendapati fakta bahwa pasukan elit Australia yang ditempatkan di Afganistan terlibat dalam 39 pembunuhan di luar hukum yang banyak menargetkan warga sipil tak bersalah.

Laporan tersebut dirilis oleh Angkatan Pertahanan Australia setelah melakukan penyelidikan selama empat tahun atas tugas pemerintah. Hasilnya, informasi menunjukkan pasukan Australia melakukan pembunuhan pada tahanan hingga petani di Afganistan secara ilegal.

Penyelidikan pun dilakukan sebagai tindak lanjut laporan media yang menduga pasukan khusus Australia terlibat dalam puluhan kematian ilegal di Afganistan.

Kepala Angkatan Pertahanan Australia, Angus Campbell pada Kamis (19/11) mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi yang dipercaya bahwa 25 personel tentara pasukan khusus kemungkinan telah terlibat dalam 36 kasus pembunuhan.

Ia menuturkan, beberapa tentara yang belum berpengalaman didorong oleh rekan-rekannya untuk melakukan "pembunuhan" pertama mereka. Adapun praktik tersebut disebut sebagai "blooding".

"Tentara Australia di Afganistan salah menempatkan fokus pada prestise, status, dan kekuasaan. (Mereka) mengambil jalan pintas, membengkokkan aturan," kata Campbell, seperti dikutip Bloomberg.

"Tidak mengoreksi budaya ini dan membiarkannya berkembang adalah kegagalan unit dan komando yang lebih tinggi," lanjut dia.

Pekan lalu, Perdana Menteri Scott Morrison menyebut pasukan elit yang terlibat harus mendapatkan tuntutan pidana di Australia, alih-alih dibawa ke Pengadilan Kriminal Internasional.

Sejauh ini, Australia memiliki sekitar 80 personel militer di Afganistan. Walaupun Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan menarik pasukannya dari Afganistan, belum diketahui apakah Australia akan melakukan hal yang sama.

Kolom Komentar


Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Monitor PSU Pilkada 2020

Kamis, 08 April 2021
Video

Bincang Sehat • Mutasi Baru Virus Penyebab Covid-19

Jumat, 09 April 2021
Video

Ini Penampakan Prototipe Jet Tempur KF-X/IF-X

Sabtu, 10 April 2021

Artikel Lainnya

Menlu AS Waswas, China Makin Agresif Terhadap Taiwan
Dunia

Menlu AS Waswas, China Makin..

11 April 2021 22:19
IMF: Ketidakadilan Vaksin Covid-19 Ancam Pemulihan Ekonomi Timur Tengah
Dunia

IMF: Ketidakadilan Vaksin Co..

11 April 2021 22:09
Kampanye Vaksinasi Tembus 100 Juta Dosis, India Klaim jadi Negara Tercepat Di Dunia
Dunia

Kampanye Vaksinasi Tembus 10..

11 April 2021 21:48
Peru Gelar Pilpres Di Tengah Pandemi, 18 Capres Bersaing
Dunia

Peru Gelar Pilpres Di Tengah..

11 April 2021 21:32
China Rilis Hotline Untuk Laporkan Komentar Buruk Soal Sejarah Di Dunia Maya
Dunia

China Rilis Hotline Untuk La..

11 April 2021 21:18
Di Tengah Ketegangan Dengan Rusia, Turki Tegas Dukung Ukraina
Dunia

Di Tengah Ketegangan Dengan ..

11 April 2021 20:24
Rombak Pemerintahan, Jenderal Militer Hingga Wamenhan Sudan Selatan Diganti
Dunia

Rombak Pemerintahan, Jendera..

11 April 2021 19:46
Korsel Siap Gunakan Kembali Vaksin AstraZeneca, Tapi Bukan Untuk Orang Usia Di Bawah 30 Tahun
Dunia

Korsel Siap Gunakan Kembali ..

11 April 2021 19:32