Tak Yakin Dengan Turki, Prancis Ingin Grup Minsk Awasi Gencatan Senjata Nagorno-Karabakh

Presiden Prancis, Emmanuel Macron/Net

Prancis meminta adanya pengawasan internasional terkait penerapan gencatan senjata di Nagorno-Karabakh, alih-alih hanya dilakukan oleh Rusia dan Turki.

Keinginan itu disampaikan oleh Presiden Prancis, Emmanuel macron setelah melakukan panggilan telepon dengan Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev dan Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan pada Kamis (19/11).

Macron mengaku ingin Grup Minsk dari Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) dapat terlibat aktif dalam pengawasan tersebut.

"Kami ingin Grup Minsk memainkan perannya dalam mendefinisikan pengawasan (gencatan senjata)," ungkap seorang pejabat kepresidenan Prancis, seperti dimuat Reuters.

Ia mengatakan, selain mengakhiri pertempuran, Macron ingin penduduk Nagorno-Karabakh yang kehilangan tempat tinggalnya dapat hidup dalam kondisi yang aman.

Meski begitu, keinginan Prancis untuk membawa pengawas lain tampaknya disebabkan oleh kehadiran Turki.

Dalam beberapa waktu terakhir, hubungan Prancis dan Turki tidak dalam kondisi yang baik. Keduanya kerap bersitegang atas sejumlah isu.

"Kami memahami bahwa Rusia sedang berbicara dengan Turki mengenai formula yang mungkin, yang tidak kami inginkan," lanjut pejabat kepresidenan.

Selama ini, Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat (AS) ikut mengawasi pertempuran Nagorno-Karabakh dalam Grup Minsk. Tetapi Paris dan Washington tidak terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata yang difasilitasi oleh Rusia.

Sejak gencatan senjata, Rusia telah mengadakan pembicaraan dengan Turki, sekutu utama Azerbaijan dan pengkritik keras Grup Minsk.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pidato Perpisahan Donald Trump: Saya Pergi Dari Tempat Megah Ini Dengan Hati Yang Setia Dan Gembira
Dunia

Pidato Perpisahan Donald Tru..

20 Januari 2021 07:52
Irak Tunda Pemilu Hingga Oktober, Aktivis:  Ini Seperti Tusukan Terhadap Tuntutan Kami
Dunia

Irak Tunda Pemilu Hingga Okt..

20 Januari 2021 07:21
Putin Dicurigai Ada Di Balik Kerusuhan Capitol Hill, Hillary Clinton Dan Nancy Pelosi Desak Kongres AS Bentuk Tim Investigasi
Dunia

Putin Dicurigai Ada Di Balik..

20 Januari 2021 06:58
Hitungan Jam Jelang Pelantikan Biden, Washington DC Bagai Kota Hantu Yang Dijaga Tentara
Dunia

Hitungan Jam Jelang Pelantik..

20 Januari 2021 06:33
Pakar Kesehatan Ragukan Target Herd Immunity Covid-19 Korsel
Dunia

Pakar Kesehatan Ragukan Targ..

19 Januari 2021 23:36
Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta Dosis Vaksin Sputnik V Pada Akhir Maret
Dunia

Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta..

19 Januari 2021 23:10
Maroko Dapat Dukungan 40 Negara Atas Solusi Otonomi Di Sahara
Dunia

Maroko Dapat Dukungan 40 Neg..

19 Januari 2021 23:00
Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53