Ratusan Tokoh Budaya Dan Intelektual Prancis Gemakan Seruan Bela Armenia

Parlemen Prancis sejak Oktober 2020 telah berupaya menyuarakan bela Armenia-Artsakh dan mengajukan RUU pengakuan Artsakh ke majelis/Net

Dukungan untuk Armenia datang dari para intelektual Prancis. Sebanyak 120 tokoh budaya dan intelektual Prancis terkemuka melancarkan seruannya untuk membela hak dan masa depan Armenia terutama orang-orang Artsakh di Nagorno-Karabakh.

Seruan itu diterbitkan di Majalah Le Figaro yang menulis bahwa nasib orang Armenia berubah secara mengerikan di Nagorno-Karabakh, akibat perang berminggu-minggu dengan Azerbaijan.

"Lebih dari satu abad setelah Genosida Armenia 1915 yang dilakukan oleh pemimpin Kekaisaran Ottoman, rakyat Armenia lagi-lagi menjadi korban dari dua kediktatoran. Baku dan Ankara menghasut kebencian terhadap orang Armenia," tulis mereka.

Ratusan tokoh itu menilai, Turki dan Azerbaijan telah kehilangan martabatnya karena melancarkan serangan sengit terhadap orang-orang Armenia di Artsakh, hanya semata untuk menghancurkan aspirasi yang sah.

"Orang-orang Armenia tidak menginginkan perang, tetapi perang itu dibebankan pada mereka. Mereka hanya berusaha memperjuangkan keberadaan mereka," katanya.

"Itulah mengapa saya mendukung Armenia, saya mendukung Artsakh," ujar para tokoh itu. Menekankan bahwa di abad ke-21 tidak ada tempat untuk orang-orang yang menebarkan kebencian yang begitu besar seperti itu.

Terutama saat ini, ketika beberapa wilayah di Nagorno-Karabakh direbut Azebaijan, ada banyak orang Armenia yang berjuang untuk menentukan masa depannya.

Pada Rabu (10/11) Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, dan Presiden Rusia Vladimir Putin telah menandatangani pernyataan bersama tentang gencatan senjata. Penjaga perdamaian Rusia pun dikerahkan di wilayah tersebut untuk memantau pelaksanaan gencatan senjata dan penghentian permusuhan.

Namun, kesepakatan itu juga telah menetapkan Armenia harus menyerahkan beberapa distriknya di Artsakh kepada Azerbaijan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pashinyan: Rusia Banyak Mengulurkan Tangan Untuk Armenia, Mulai Dari Perdamaian Hingga Pandemi
Dunia

Pashinyan: Rusia Banyak Meng..

07 Mei 2021 06:26
Blinken:  Kami Tidak Mengatakan Anda Harus Memilih China Atau AS, Tapi Barat Perlu Berhati-hati
Dunia

Blinken: Kami Tidak Mengata..

07 Mei 2021 06:02
'Tsunami' Covid-19 India Bikin Waswas, Negara Tetangga Kompak Tutup Perbatasan
Dunia

'Tsunami' Covid-19 India Bik..

06 Mei 2021 22:26
Geser Spanyol Dan AS, China Jadi Pasar Teratas Cerutu Legendaris Kuba
Dunia

Geser Spanyol Dan AS, China ..

06 Mei 2021 17:33
Trump Diusir Lagi, Twitter Tangguhkan Akun 'From the Desk of Donald J. Trump'
Dunia

Trump Diusir Lagi, Twitter T..

06 Mei 2021 17:31
Bolsonaro: Rusia Dan Putin Sangat Menarik Untuk Brasil
Dunia

Bolsonaro: Rusia Dan Putin S..

06 Mei 2021 15:37
Disuntik Vaksin Sinopharm Tanpa Izin, Duterte: Jangan Ikuti Saya, Berbahaya!
Dunia

Disuntik Vaksin Sinopharm Ta..

06 Mei 2021 15:29
Laju Pandemi Belum Terkendali, Gubernur Tokyo Pertimbangkan Opsi Perpanjangan Keadaan Darurat
Dunia

Laju Pandemi Belum Terkendal..

06 Mei 2021 15:08