Menlu Iran Akan Kunjungi Rusia Dan Azerbaijan, Bahas Nagorno-Karabakh Hingga Skenario Peralihan Kekuasaan Di AS

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif/Net

Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif dijadwalkan akan bertolak ke Rusia dan Azerbaijan untuk membahas situasi di Nagorno-Karabakh pasca perjanjian gencatan senjata dengan Armenia.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Saeed Khatibzadeh mengatakan kunjungan Zarif ke Moskow dan Baku pada Senin dan Selasa (23-24 November) bertujuan untuk melakukan pembicaraan dengan pihak-pihak regional.

"Nagorno-Karabakh, perkembangan regional terkini dan isu bilateral akan menjadi agenda Menteri Zarif," tulis pernyataan itu, seperti dikutip dari Daily Sabah, Jumat (20/11).

Kunjungan itu dilakukan sepekan setelah kesepakatan damai yang ditengahi Moskow antara Azerbaijan dan Armenia, yang mengakhiri pertempuran selama berbulan-bulan di wilayah tersebut.

Iran menyambut baik perjanjian tersebut, berharap itu akan mengarah pada pengaturan akhir dalam membangun perdamaian yang berkelanjutan di wilayah Kaukasus.

Laporan tentang perbatasan Iran dengan Armenia ditutup sebagai bagian dari kesepakatan itu muncul di media sosial beberapa hari yang lalu, dan menciptakan kehebohan di Teheran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbad Aragchi, menanggapi menyebut laporan tersebut sebagai berita palsu.

Aragchi telah mengunjungi Armenia, Azerbaijan, Rusia dan Turki baru-baru ini untuk membahas proposal perdamaian Iran tentang krisis Karabakh, yang menyerukan gencatan senjata dan mengakhiri pendudukan.

Sumber resmi di Teheran mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa masalah keamanan perbatasan Iran akan menonjol dalam diskusi Zarif dengan para pejabat di Moskow dan Baku.

Iran, yang berbagi perbatasan dengan Azerbaijan dan Armenia, secara tradisional mempertahankan sikap netral dalam konflik tersebut. Namun, seruan-seruan telah berkembang di negara itu untuk mendukung Azerbaijan.

Awal bulan ini, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dengan tegas mendukung hak Azerbaijan untuk membebaskan wilayah pendudukan, dengan mengatakan perbatasan internasional harus dihormati.

Di antara masalah lain dalam agenda Zarif adalah skenario pasca-Trump dan opsi Iran jika pemerintahan baru AS memutuskan untuk bergabung kembali dengan kesepakatan nuklir Iran 2015.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pashinyan: Rusia Banyak Mengulurkan Tangan Untuk Armenia, Mulai Dari Perdamaian Hingga Pandemi
Dunia

Pashinyan: Rusia Banyak Meng..

07 Mei 2021 06:26
Blinken:  Kami Tidak Mengatakan Anda Harus Memilih China Atau AS, Tapi Barat Perlu Berhati-hati
Dunia

Blinken: Kami Tidak Mengata..

07 Mei 2021 06:02
'Tsunami' Covid-19 India Bikin Waswas, Negara Tetangga Kompak Tutup Perbatasan
Dunia

'Tsunami' Covid-19 India Bik..

06 Mei 2021 22:26
Geser Spanyol Dan AS, China Jadi Pasar Teratas Cerutu Legendaris Kuba
Dunia

Geser Spanyol Dan AS, China ..

06 Mei 2021 17:33
Trump Diusir Lagi, Twitter Tangguhkan Akun 'From the Desk of Donald J. Trump'
Dunia

Trump Diusir Lagi, Twitter T..

06 Mei 2021 17:31
Bolsonaro: Rusia Dan Putin Sangat Menarik Untuk Brasil
Dunia

Bolsonaro: Rusia Dan Putin S..

06 Mei 2021 15:37
Disuntik Vaksin Sinopharm Tanpa Izin, Duterte: Jangan Ikuti Saya, Berbahaya!
Dunia

Disuntik Vaksin Sinopharm Ta..

06 Mei 2021 15:29
Laju Pandemi Belum Terkendali, Gubernur Tokyo Pertimbangkan Opsi Perpanjangan Keadaan Darurat
Dunia

Laju Pandemi Belum Terkendal..

06 Mei 2021 15:08