Macron: Rusia Dan Turki Sengaja Menyulut Sentimen Anti-Prancis Lewat Media

Presiden Emmanuel Macron/Net

Presiden Prancis Emmanuel Macron menuding Rusia dan Turki berusaha menggemakan sentimen anti-Prancis di Afrika dengan mendanai orang-orang yang menimbulkan kebencian terhadap Prancis di media.

Hal itu disampaikan Macron menanggapi banyaknya tokoh dan media yang sengaja membuat kesalahpahaman atas sejumlah pernyataannya selama ini.

“Kita tidak boleh naif dalam hal ini: banyak dari mereka yang berbicara, yang membuat video, yang hadir di media berbahasa Prancis (yang) didanai oleh Rusia atau Turki,” katanya kepada majalah Jeune Afrique, menuduh Moskow dan Ankara berusaha untuk bermain-main dengan kebencian pasca-kolonial, seperti dikutip dari AFP, Jumat (20/11).

Dalam wawancara tersebut Macron juga mengatakan bahwa Turki berkontribusi pada kesalahpahaman atas pembelaannya tentang hak karikatur setelah pemenggalan kepala seorang guru yang telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

“Ketika saya memutuskan untuk menyerang Islam radikal, kata-kata saya terdistorsi, oleh Ikhwanul Muslimin, secara luas, dan juga oleh Turki, yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi banyak opini publik, termasuk di sub-Sahara Afrika,” ungkapnya.

Mengulangi posisi yang telah menyebabkan kontroversi besar di Prancis dan sekitarnya selama beberapa bulan terakhir, dia menambahkan: “Saya tidak menyerang Islam, saya menyerang terorisme Islam.”

Ketegangan antara Prancis dan Turki terus meningkat ke level baru terkait berbagai sengketa dalam beberapa bulan terakhir, termasuk Suriah, Libya, Mediterania timur, dan sekarang tindakan keras Prancis terhadap Islam radikal.

Prancis telah menyerukan untuk memikirkan ulang total hubungan Uni Eropa dengan Turki, yang di bawah Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam beberapa tahun terakhir telah secara signifikan membangun kehadiran dan pengaruhnya di Afrika.

Rusia juga memainkan peran yang semakin aktif di Afrika, itu ditunjukan dengan kehadiran kelompok tentara bayaran Wagner pro-Kremlin di beberapa negara.

Dalam wawancara yang luas, Macron juga mengesampingkan negosiasi dengan kelompok-kelompok jihadis di wilayah Sahel Afrika, tempat Prancis mengerahkan pasukan berkekuatan ribuan orang.

“Kami tidak berdiskusi dengan teroris, (tetapi) justru kami bertempur (dengan teroris),” kata Macron, saat perdebatan meningkat di Prancis dan Afrika mengenai strategi jangka panjang pasukan Barkhane.

Dia mengatakan bahwa Prancis dapat berbicara dengan berbagai kelompok politik dan lainnya, tetapi tidak dengan entitas teroris yang terus membunuh warga sipil dan tentara, termasuk tentara Prancis.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sosok Mayat Mengapung di Sungai Gegerkan Warga Grobogan

Minggu, 22 November 2020
Video

Laporkan Rektor ke KPK, Frans Josua Napitu Dirumahkan oleh UNNES

Senin, 23 November 2020
Video

Copot Baliho Habib Rizieq Tak Berizin oleh Satpol PP Kota Semarang

Senin, 23 November 2020

Artikel Lainnya

Komandan Senior Garda Revolusi Islam Iran Tewas Dalam Serangan Udara Di Perbatasan Suriah
Dunia

Komandan Senior Garda Revolu..

01 Desember 2020 13:04
Permusuhan Semakin Dalam, China Peringatkan Kapal Australia Untuk Tak Dekati Laut China Selatan
Dunia

Permusuhan Semakin Dalam, Ch..

01 Desember 2020 12:49
Dapat Lampu Hijau, Pesawat Komersial Israel Bisa Pakai Wilayah Udara Arab Saudi?
Dunia

Dapat Lampu Hijau, Pesawat K..

01 Desember 2020 12:39
Scott Atlas, Penasihat Khusus Presiden Trump Untuk Penanganan Virus Corona Mengundurkan Diri
Dunia

Scott Atlas, Penasihat Khusu..

01 Desember 2020 12:37
Ilmuwan Terus Berupaya Pecahkan Misteri Terbesar Abad Ini: Dari Mana Sebenarnya Virus Corona Berasal?
Dunia

Ilmuwan Terus Berupaya Pecah..

01 Desember 2020 12:17
Jelang Pelantikan Biden, Trump Tancap Gas Pembuatan Tembok Meksiko
Dunia

Jelang Pelantikan Biden, Tru..

01 Desember 2020 12:15
Menteri Besar Selangor Kirim Pesan Dukungan Bagi Anies Pasca Dinyatakan Positif Covid-19
Dunia

Menteri Besar Selangor Kirim..

01 Desember 2020 11:57
Bintang Rock Australia Blak-blakan Salahkan Sikap Scott Morrison: Kita Tidak Bisa Sendirian Lawan China
Dunia

Bintang Rock Australia Blak-..

01 Desember 2020 11:56