Menginjak Usia 78, Sanggupkah Joe Biden Pimpin AS Dengan Lincah Seperti Trump?

Joe Biden/Net

Joe Biden merayakan ulang tahunnya yang ke-78 pada Jumat (20/11). Itu berarti pada 20 Januari mendatang dia menjadi presiden AS tertua yang pernah menjabat.

Usia Biden yang sudah tak muda lagi sering mendapat sindiran dari lawan politiknya, terutama saingan utamanya dalam pilpres AS 2020, Donald Trump.

Trump yang dikenal lincah dan agresif menjulukinya 'Sleepy Joe', karena memang politisi Demokrat itu lebih santai dan kalem dalam beberapa kesempatan, termasuk saat melakukan debat terbuka dengannya.

Namun, hasil penilaian medis terakhirnya yang dirilis pada Desember 2019 dan disiarkan secara publik, mengungkapkan bahwa  ia memiliki kesehatan yang prima, kuat, dan bugar, serta mampu untuk melaksanakan tugas kepresidenan, termasuk sebagai kepala eksekutif, kepala negara dan panglima tertinggi.

Biden terdaftar dengan tinggi 5 kaki 11 inci, berat 178 pon, dan memiliki tekanan darah 128/84 pada saat itu. Dia menderita dua aneurisma otak pada tahun 1988. Pada tahun 2009, dia mengalami fibrilasi atrium episodik. Biden tidak merokok atau minum alkohol dan berolahraga lima hari seminggu, menurut dokternya.

Sepanjang kampanye pemilihannya dan memasuki fase transisi yang kontroversial saat ini, Biden telah mengambil langkah untuk melawan keraguan terkait usia - sebagian berasal dari jadwal kampanye pemilihannya yang ringan yang dikenal sebagai 'strategi bawah tanah' selama pandemi virus corona. Hal ini termasuk seringnya orang yang sekarang menjadi presiden terpilih berlari ke podium pada acara ceramah.

Dalam wawancara dengan CNN, Biden berjanji untuk benar-benar transparan tentang semua aspek kesehatannya jika terpilih. Namun, dia belum mengatakan bagaimana dia akan melakukannya.

Ross Baker, seorang ilmuwan politik di Universitas Rutgers, mengatakan usia lanjut Biden lebih menekankan pada kualitas pilihan stafnya.

"Dia harus membangun kredibilitas dengan orang-orang Amerika bahwa dia sehat secara fisik dan mental untuk pekerjaan itu," katanya, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu (21/11).

Dengan memilih wakil presiden Kamala Harris, yang 20 tahun lebih muda, dinilai sebagai  pengakuan diam-diam atas masalah usianya.  

Biden sendiri menggambarkan perannya sebagai "transisi" untuk masa depan partai Demokrat.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Farah ZoomTalk Spesial Ramadhan • Salam sehat, bahagia penuh kegembiraan

Rabu, 05 Mei 2021
Video

Indonesia Bangkit Pembangunan Ekonomi

Kamis, 06 Mei 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Tragedi Nanggala, Lalu Apa?

Kamis, 06 Mei 2021

Artikel Lainnya

Pashinyan: Rusia Banyak Mengulurkan Tangan Untuk Armenia, Mulai Dari Perdamaian Hingga Pandemi
Dunia

Pashinyan: Rusia Banyak Meng..

07 Mei 2021 06:26
Blinken:  Kami Tidak Mengatakan Anda Harus Memilih China Atau AS, Tapi Barat Perlu Berhati-hati
Dunia

Blinken: Kami Tidak Mengata..

07 Mei 2021 06:02
'Tsunami' Covid-19 India Bikin Waswas, Negara Tetangga Kompak Tutup Perbatasan
Dunia

'Tsunami' Covid-19 India Bik..

06 Mei 2021 22:26
Geser Spanyol Dan AS, China Jadi Pasar Teratas Cerutu Legendaris Kuba
Dunia

Geser Spanyol Dan AS, China ..

06 Mei 2021 17:33
Trump Diusir Lagi, Twitter Tangguhkan Akun 'From the Desk of Donald J. Trump'
Dunia

Trump Diusir Lagi, Twitter T..

06 Mei 2021 17:31
Bolsonaro: Rusia Dan Putin Sangat Menarik Untuk Brasil
Dunia

Bolsonaro: Rusia Dan Putin S..

06 Mei 2021 15:37
Disuntik Vaksin Sinopharm Tanpa Izin, Duterte: Jangan Ikuti Saya, Berbahaya!
Dunia

Disuntik Vaksin Sinopharm Ta..

06 Mei 2021 15:29
Laju Pandemi Belum Terkendali, Gubernur Tokyo Pertimbangkan Opsi Perpanjangan Keadaan Darurat
Dunia

Laju Pandemi Belum Terkendal..

06 Mei 2021 15:08