Mahkamah Agung Inggris Akan Gelar Sidang Penentuan Nasib Perempuan Eks ISIS Shamima Begum

Mahkamah Agung Inggris/Net

Mahkamah Agung Inggris pada hari Senin (23/11) waktu setempat akan menggelar sidang kasus Shamima Begum, seorang wanita yang dicabut kewarganegaraan Inggrisnya setelah bergabung dengan kelompok militan ISIS di Suriah, yang ingin kembali untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Persidangan akan menentukan masa depan perempuan berusia 21 tahun itu, apakah dapat kembali ke Inggris untuk mengajukan banding agar kewarganegaraannya dipulihkan atau tidak.

Begum berusia 15 tahun ketika dia dan dua siswi lainnya dari Bethnal Green di London timur meninggalkan rumah untuk bergabung dengan kelompok jihadis pada 17 Februari 2015. Dia mengaku menikah dengan seorang mualaf Belanda segera setelah tiba di wilayah yang dikuasai ISIS. Dia kemudian ditemukan tengah hamil sembilan bulan, di kamp pengungsi Suriah pada Februari tahun lalu, seperti dikutip dari AFP, Senin (23/11).

Bayinya meninggal ketika dilahirkan. Dua dari anaknya yang lain juga meninggal di bawah pemerintahan ISIS.

Sekretaris dalam negeri saat itu, Sajid Javid, mencabut kewarganegaraan Inggris Begum dengan alasan keamanan nasional.

Hal itu mendorongnya untuk mengambil tindakan hukum, dengan alasan keputusan itu melanggar hukum karena telah membuatnya tidak memiliki kewarganegaraan dan membuatnya berisiko mati atau mendapat perlakuan yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat.

Begum adalah warga Inggris keturunan Bangladesh. Tetapi menteri luar negeri Bangladesh Abdul Momen mengatakan dia tidak akan mempertimbangkan untuk memberikan kewarganegaraannya. Momen bahkan mengatakan Begum bisa digantung karena mendukung terorisme jika dia pergi ke negara itu.

Penerbangan terkenal Begum dengan teman-temannya dari Inggris ke Suriah melalui Turki pada 2015 diikuti oleh perburuan internasional. Sejak saat itu pemerintah memfokuskan upaya untuk mencegah Muslim Inggris yang tidak puas meninggalkan rumah mereka untuk bergabung dengan ISIS.

Penemuannya di kamp Al Roj setelah kekalahan kelompok tersebut di Suriah dan upaya hukumnya telah memicu protes di pers sayap kanan Inggris. Mereka yang menentang penerimaannya ke Inggris berpendapat bahwa dia adalah ancaman keamanan. Sementara kelompok-kelompok yang meminta dia untuk diizinkan kembali mengatakan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang lebih besar dipertaruhkan dan bahwa Begum harus menjawab atas kejahatannya di Inggris.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Gelar Pesta Saat Keadaan Darurat, 89 WNA Ditangkap Polisi Thailand
Dunia

Gelar Pesta Saat Keadaan Dar..

28 Januari 2021 17:52
Sindir AS, Dubes Cui Tiankai: Menganggap China Sebagai Saingan Strategis Adalah Sebuah Kesalahan
Dunia

Sindir AS, Dubes Cui Tiankai..

28 Januari 2021 17:10
Armenia Peringati Hari Tentara, PM Pashinyan Letakkan Bunga Di Makam Pahlawan
Dunia

Armenia Peringati Hari Tenta..

28 Januari 2021 17:06
Angela Merkel Dukung Seruan Xi Jinping Untuk Hindari Perang Dingin Baru, Tapi Tetap Tekan China Soal HAM
Dunia

Angela Merkel Dukung Seruan ..

28 Januari 2021 16:04
Karantina Selesai, Tim Ilmuwan WHO Lancarkan Misi Selidiki Asal-usul Virus Corona
Dunia

Karantina Selesai, Tim Ilmuw..

28 Januari 2021 15:35
Boneka Rajut Meme Bernie Sanders Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah
Dunia

Boneka Rajut Meme Bernie San..

28 Januari 2021 14:44
53 Orang Hangus Terbakar Dalam Tabrakan Maut Bus VS Pengangkut Bahan Bakar Di Kamerun
Dunia

53 Orang Hangus Terbakar Dal..

28 Januari 2021 14:34
Pendeta Di Rumania Di-Bully Netizen Gara-gara Sosialisasikan Vaksinasi Di Medsos
Dunia

Pendeta Di Rumania Di-Bully ..

28 Januari 2021 14:25