Sel Tidur ISIS Terus Bangkit, Bukti Kegagalan Pemerintah Irak Perangi Terorisme

Pasukan Mobilisasi Populer mengamankan perbatasan Irak-Suriah di al-Qaim pada peristiwa tahun lalu/Net

Provinsi Salahaddin di Irak mengumumkan tiga hari berkabung sejak terjadi serangan mematikan yang diduga dilakukan oleh kelompok ISIS. Serangan itu menewaskan sedikitnya enam personel keamanan Irak dan empat warga sipil, termasuk satu yang meninggal karena luka-lukanya.

Kejadian itu bermula pada Sabtu (21/11) malam waktu setempat, ketika sebuah bom pinggir jalan menghantam sebuah mobil sipil di jalan terbuka dekat gungung Makhoul, sekitar 200 km sebelah utara Baghdad.

“Ketika pasukan keamanan tiba di tempat kejadian, sejumlah militan menembaki mereka,” kata polisi, seperti dikutip dari Arab News, Senin (23/11).

Tidak ada klaim oleh kelompok ISIS, tetapi walikota dan polisi setempat menyalahkan kelompok itu, yang menurut pemerintah Irak pada akhir 2017 telah dikalahkannya. Kemenangan itu terjadi setelah tiga tahun pertempuran brutal untuk merebut kembali sepertiga wilayah Irak yang telah direbut oleh ISIS.

Meskipun para militan tidak lagi menguasai wilayah, sel-sel yang tidur kerap melakukan serangan tabrak lari terhadap infrastruktur negara, terutama di daerah gurun di utara ibu kota.

Dua minggu lalu, 11 orang tewas dalam serangan ISIS di pos pengawasan di Al-Radwaniyah di pinggiran Baghdad.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan bulan ini oleh Pusat Internasional untuk Penanggulangan Terorisme di Den Haag, kelompok ekstremis tersebut telah mengklaim lebih banyak serangan di Irak daripada di negara lain mana pun yang aktif selama periode Desember 2018 hingga Mei tahun ini.

Studi tersebut mengatakan bahwa aktivitas ISIS di Irak meningkat pesat dari Februari 2020 dan seterusnya, mencapai tingkat yang ‘sangat dekat’ dengan yang sebelum menyapu sepertiga Irak pada tahun 2014. Namun, jumlah kematian tetap rendah.

“ISIS di Irak secara umum tampak bergerak dari fase pembangunan (ulang) menjadi fase yang ditandai dengan serangan gaya gerilya yang kurang ajar,” kata studi tersebut.

Serangan itu bertepatan dengan kampanye baru yang dilakukan oleh pasukan keamanan Irak untuk menangkap jihadis yang bersembunyi di medan terjal di utara dan barat negara itu.

Faktanya, hanya sehari sebelum serangan, kepala polisi federal Irak Jaafar Al-Batat mengatakan kepada media pemerintah bahwa daerah sekitar gunung Makhoul telah dibersihkan.

“Pasukan keamanan Irak baru saja meyakinkan kami bahwa daerah ini telah dibersihkan,” tulis Mashaan Al-Jaboury, seorang anggota parlemen yang mewakili Salahaddin, di Twitter setelah kekerasan yang terjadi pada Sabtu malam.

Bagi Jamal Al-Dhari, tokoh Sunni lainnya yang menulis di Twitter, penyergapan terbaru itu menjelaskan kegagalan berulang dalam perang melawan terorisme.

“Pemerintah (Perdana Menteri) Mustafa Al-Kadhemi harus secara serius menerapkan strategi nasional dan berhenti puas dengan 'komite investigasi',” kata Dhari.

Warga Irak secara teratur mengejek pemerintah mereka karena membentuk badan investigasi yang tidak membuahkan hasil.

Ketegangan datang ketika koalisi pimpinan AS, yang membantu Irak memerangi ISIS mulai tahun 2014, menarik pasukannya. Tahun ini, AS telah mengurangi kontribusinya pada koalisi dari 5.200 menjadi sekitar 3.000 tentara, karena negara-negara lain juga telah mengurangi jumlah mereka.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Gelar Pesta Saat Keadaan Darurat, 89 WNA Ditangkap Polisi Thailand
Dunia

Gelar Pesta Saat Keadaan Dar..

28 Januari 2021 17:52
Sindir AS, Dubes Cui Tiankai: Menganggap China Sebagai Saingan Strategis Adalah Sebuah Kesalahan
Dunia

Sindir AS, Dubes Cui Tiankai..

28 Januari 2021 17:10
Armenia Peringati Hari Tentara, PM Pashinyan Letakkan Bunga Di Makam Pahlawan
Dunia

Armenia Peringati Hari Tenta..

28 Januari 2021 17:06
Angela Merkel Dukung Seruan Xi Jinping Untuk Hindari Perang Dingin Baru, Tapi Tetap Tekan China Soal HAM
Dunia

Angela Merkel Dukung Seruan ..

28 Januari 2021 16:04
Karantina Selesai, Tim Ilmuwan WHO Lancarkan Misi Selidiki Asal-usul Virus Corona
Dunia

Karantina Selesai, Tim Ilmuw..

28 Januari 2021 15:35
Boneka Rajut Meme Bernie Sanders Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah
Dunia

Boneka Rajut Meme Bernie San..

28 Januari 2021 14:44
53 Orang Hangus Terbakar Dalam Tabrakan Maut Bus VS Pengangkut Bahan Bakar Di Kamerun
Dunia

53 Orang Hangus Terbakar Dal..

28 Januari 2021 14:34
Pendeta Di Rumania Di-Bully Netizen Gara-gara Sosialisasikan Vaksinasi Di Medsos
Dunia

Pendeta Di Rumania Di-Bully ..

28 Januari 2021 14:25