Kecam Kejahatan Pasukan Australia, Kepala Negosiator Afghanistan: Ini Kebrutalan Yang Tidak Bisa Dimengerti

Kepala Negosiator Afghanistan Abdullah Abdullah/Net

Kepala Rekonsiliasi Nasional Dewan Tinggi Afghanistan Abdullah Abdullah mengaku terkejut dengan hasil laporan yang mengungkapkan kejahatan yang dilakukan tentara Australia. Menurutnya perilaku itu sangat brutal dan sulit untuk bisa dipahami.

“Tidak ada cara untuk mendefinisikan kebrutalan," kata Abdullah, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Senin (23/11).

"Tidak ada cara untuk menjelaskan apa yang telah terjadi. Itu tidak bisa dimengerti," ujarnya.

Ia mengecam pembunuhan 39 warga sipil Afghanistan yang dilakukan oleh pasukan Australia selama perang di negara itu dengan menyebutnya sebagai kejahatan terhadap orang yang idak bersalah.

"Dan saya terkejut. Pada saat yang sama, pemerintah Australia telah menjelaskan dengan sangat jelas - tentang apa yang telah terjadi,” kata Abdullah, dalam kunjungan resminya di Turki pada 19-20 November.

“Ada penyelidikan menyeluruh atas kasus-kasus tersebut dan mereka memiliki semua detailnya. Dan ada komitmen untuk mengadili yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Meskipun demikian, Abdullah menolak untuk mengeneralisir semua pasukan terkait peristiwa tersebut.

"Saya ingin berhati-hati agar tidak menggeneralisasi ini, karena ratusan ribu pasukan telah berpartisipasi dalam perang di Afghanistan dalam 20 tahun terakhir."

"Untungnya, ini bukanlah perilaku keseluruhan pasukan. Tapi meskipun demikian itu seharusnya tidak bisa diterima," tegasnya

Otoritas Australia merilis rincian tentang penyelidikan pembunuhan yang dilakukan oleh pasukan khusus mereka di Afghanistan pada Kamis (19/11). Sebanyak 39 orang menjadi korban perilaku tidak bertanggung jawab.

Kepala Pasukan Pertahanan Australia Jenderal Angus Campbell telah menyampaikan permintaan maafnya kepada rakyat Afghanistan saat dia membagikan detail yang mengerikan itu.

“Kepada rakyat Afghanistan, atas nama Angkatan Pertahanan Australia, saya dengan tulus dan tanpa pamrih meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh tentara Australia. Saya telah berbicara langsung dengan rekan Afghanistan saya, Jenderal (Yaseen) Zia, untuk menyampaikan pesan ini," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Gelar Pesta Saat Keadaan Darurat, 89 WNA Ditangkap Polisi Thailand
Dunia

Gelar Pesta Saat Keadaan Dar..

28 Januari 2021 17:52
Sindir AS, Dubes Cui Tiankai: Menganggap China Sebagai Saingan Strategis Adalah Sebuah Kesalahan
Dunia

Sindir AS, Dubes Cui Tiankai..

28 Januari 2021 17:10
Armenia Peringati Hari Tentara, PM Pashinyan Letakkan Bunga Di Makam Pahlawan
Dunia

Armenia Peringati Hari Tenta..

28 Januari 2021 17:06
Angela Merkel Dukung Seruan Xi Jinping Untuk Hindari Perang Dingin Baru, Tapi Tetap Tekan China Soal HAM
Dunia

Angela Merkel Dukung Seruan ..

28 Januari 2021 16:04
Karantina Selesai, Tim Ilmuwan WHO Lancarkan Misi Selidiki Asal-usul Virus Corona
Dunia

Karantina Selesai, Tim Ilmuw..

28 Januari 2021 15:35
Boneka Rajut Meme Bernie Sanders Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah
Dunia

Boneka Rajut Meme Bernie San..

28 Januari 2021 14:44
53 Orang Hangus Terbakar Dalam Tabrakan Maut Bus VS Pengangkut Bahan Bakar Di Kamerun
Dunia

53 Orang Hangus Terbakar Dal..

28 Januari 2021 14:34
Pendeta Di Rumania Di-Bully Netizen Gara-gara Sosialisasikan Vaksinasi Di Medsos
Dunia

Pendeta Di Rumania Di-Bully ..

28 Januari 2021 14:25