Donald Trump 'Dikeroyok' Lebih Dari Seratus Mantan Pejabat Keamanan Nasional Partai Republik

Donald Trump/Net

Para veteran Amerika mendesak pemimpin-pemimpin partai agar mengecam ulah Presiden Donald Trump yang sampai saat ini menolak hasil pemilihan presiden. Lebih dari seratus mantan pejabat keamanan nasional Republik itu mengatakan, Trump telah melakukan hal yang membahayakan demokrasi dan meremehkan lembaga Amerika Serikat.  

Para veteran yang menyuarakan kekesalannya itu terdiri dari beberapa pejabat keamanan nasional paling senior di masa pemerintahan Ronald Reagan, George W. Bush dan Donald Trump. Mereka mengecam kegagalan sebagian besar anggota Kongres Partai Republik untuk mengutuk keengganan Trump mengakui kemenangan  Joe Biden dalam pemilihan 3 November lalu.

Kelompok 'Former Republican National Security Officials for Biden' atau Mantan Pejabat Keamanan Nasional Republik untuk Biden, yang dibentuk pada bulan Agustus dan yang anggotanya berkampanye melawan Trump, sangat kritis terhadap para pemimpin Kongres Republik.

Hingga saat ini, sebagian besar petinggi Partai Republik tetap diam sementara Trump mempermasalahkan hasil pemilihan dengan klaim yang tidak berdasar tentang kecurangan pemilu yang meluas, yang didukung oleh tim hukumnya mengejar upaya yang semakin terlihat sia-sia untuk membatalkan kemenangan Biden.

"Dengan mendorong taktik penundaan ala Trump atau tetap diam, para pemimpin Republik menempatkan demokrasi Amerika dan keamanan nasional dalam risiko," ujar kelompok itu dalam surat yang dituliskan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (23/11).

Yanag tergabung dalam  kelompok tersebut termasuk pensiunan Jenderal Michael Hayden, yang menjabat sebagai direktur keamanan nasional dan kepala CIA; William Webster, satu-satunya orang yang menjabat sebagai kepala CIA dan FBI; serta John Negroponte, direktur pertama intelijen nasional.

Biden memenangkan pemilihan dengan 306 suara Electoral College, lebih banyak dari 270 suara yang dibutuhkan untuk menang, dibandingkan dengan 232 suara yang diraih Trump. Selain itu Biden juga memimpin Trump dengan perolehan lebih dari 6 juta suara dalam pemilihan umum.

Tim kampanye Trump menggambarkan kelompok-kelompok yang dipimpin Partai Republik yang mendukung Biden sebagai mantan pejabat yang tidak puas, yang mencoba menjatuhkan presiden Amerika Serikat yang terpilih.

Tahun lalu, Trump menyebut kelompok 'Never Trump Republicans' sebagai 'sampah manusia'.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pidato Perpisahan Donald Trump: Saya Pergi Dari Tempat Megah Ini Dengan Hati Yang Setia Dan Gembira
Dunia

Pidato Perpisahan Donald Tru..

20 Januari 2021 07:52
Irak Tunda Pemilu Hingga Oktober, Aktivis:  Ini Seperti Tusukan Terhadap Tuntutan Kami
Dunia

Irak Tunda Pemilu Hingga Okt..

20 Januari 2021 07:21
Putin Dicurigai Ada Di Balik Kerusuhan Capitol Hill, Hillary Clinton Dan Nancy Pelosi Desak Kongres AS Bentuk Tim Investigasi
Dunia

Putin Dicurigai Ada Di Balik..

20 Januari 2021 06:58
Hitungan Jam Jelang Pelantikan Biden, Washington DC Bagai Kota Hantu Yang Dijaga Tentara
Dunia

Hitungan Jam Jelang Pelantik..

20 Januari 2021 06:33
Pakar Kesehatan Ragukan Target Herd Immunity Covid-19 Korsel
Dunia

Pakar Kesehatan Ragukan Targ..

19 Januari 2021 23:36
Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta Dosis Vaksin Sputnik V Pada Akhir Maret
Dunia

Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta..

19 Januari 2021 23:10
Maroko Dapat Dukungan 40 Negara Atas Solusi Otonomi Di Sahara
Dunia

Maroko Dapat Dukungan 40 Neg..

19 Januari 2021 23:00
Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53