Menagih Janji Afghanistan, PBB: Uang Ini Tidak Datang Dengan Gratis

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani/Net

Di tengah krisis Covid-19, komunitas Internasional mengatakan tetap menjanjikan empat tahun lagi bantuan untuk Afghanistan.

Pada konferensi bantuan kemanusiaan di Jenewa, Selasa (24/11), para anggota mulai menegaskan kembali komitmen mereka untuk menopang negara yang dilanda kekerasan antara Taliban dan pasukan pemerintah, ditambah dengan adanya korupsi yang merajalela dan penarikan pasukan AS dalam waktu dekat.

Utusan khusus PBB untuk Afghanistan, Deborah Lyons, mengatakan dunia berkumpul untuk mengungkapkan dukungannya kepada Afghanistan, sampai  negara itu mengubah pandangannya menuju perdamaian, seperti dikutip dari AFP.

Negara-negara donor bertemu setiap empat tahun untuk memberikan  bantuan ke Afghanistan, yang hampir sepenuhnya bergantung pada bantuan asing. Selama itu pula reformasi dan upaya pertumbuhan ekonomi baru sebatas janji bertahun-tahun.

Upaya untuk membangun kembali Afghanistan dimulai segera setelah invasi pimpinan AS menggulingkan rezim garis keras Taliban dari kekuasaannya setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Penyelenggara konferensi menggarisbawahi bahwa apa yang telah diperoleh selama 19 tahun terakhir harus memiliki jaminan, yaitu demokrasi, supremasi hukum dan hak asasi manusia,  terutama bagi perempuan, minoritas dan anak-anak.

"Terlepas dari kenyataan bahwa kami melihat janji yang sangat kuat. Uang ini tidak datang dengan gratis," kata Lyons, menyimpulkan konferensi sejauh ini.

"Itu datang dengan syarat uang akan digunakan dengan baik dan pemerintah (Afghanistan) akan bertanggung jawab," kata Lyons.

Konferensi tersebut juga menegaskan lagi seruan untuk gencatan senjata segera. Lyons mengatakan bahwa sumbangan tersebut menunjukkan bahwa perdamaian bukan sekadar 'mungkin' tetapi juga secara aktif didukung oleh komunitas global.

Taliban dan pemerintah Afghanistan telah terlibat dalam pembicaraan damai di Qatar sejak 12 September tetapi sejauh ini tidak ada kemajuan yang diumumkan.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menegaskan bahwa komitme untuk negosiasi dengan Taliban tetap kuat. Namun, kekerasan justru  'meningkat' sejak perjanjian Taliban Februari membuka jalan bagi penarikan pasukan asing pada Mei 2021.

“Rencana perdamaian tidak terwujud seperti yang diharapkan. Penderitaan dan pembunuhan terus mewabah di Afghanistan setiap hari. Itu tidak bisa ditolerir,” kata Gani, melalui tautan video dari Kabul.

“Bantuan akan terus menjadi penting bagi pertumbuhan kami di masa mendatang,” tambahnya.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tanggapi Laporan Panel WHO, Jubir: China Bukan Yang Terbaik Tapi Lebih Baik Dalam Penanganan Krisis Kesehatan
Dunia

Tanggapi Laporan Panel WHO, ..

20 Januari 2021 18:24
Ulama Kanada Minta Umat Islam Agar Tidak Terprovokasi Teori Konspirasi Vaksin Covid-19
Dunia

Ulama Kanada Minta Umat Isla..

20 Januari 2021 18:11
Tentara AS Kedapatan Bantu ISIS Rencanakan Serangan Di Monumen 9/11
Dunia

Tentara AS Kedapatan Bantu I..

20 Januari 2021 17:37
Menlu Zimbabwe Meninggal Terinfeksi Covid-19
Dunia

Menlu Zimbabwe Meninggal Ter..

20 Januari 2021 17:17
Penyebab Efek Samping Kelumpuhan Wajah Usai Disuntik Vaksin Pfizer Belum Diketahui
Dunia

Penyebab Efek Samping Kelump..

20 Januari 2021 16:54
Pabrik Tempe Indonesia Pertama Resmi Dibuka Di Shanghai
Dunia

Pabrik Tempe Indonesia Perta..

20 Januari 2021 16:33
Desa Kecil Di India Penuh Suka Cita Rayakan Pelantikan Kamala Harris
Dunia

Desa Kecil Di India Penuh Su..

20 Januari 2021 16:09
Kantongi Dukungan Di Senat, Pemerintahan Conte Di Italia Terselamatkan
Dunia

Kantongi Dukungan Di Senat, ..

20 Januari 2021 16:05