Parlemen Prancis Beri Persetujuan Awal RUU Larangan Pengedaran Gambar Polisi

Ilustrasi/Net

Rancangan undang-undang berisi aturan kontroversial soal 'wajah aparat' berhasil melewati rintangan pertama di parlemen Prancis pada Selasa (24/11) waktu setempat.

Undang-undang berisi aturan yang menyatakan bahwa 'menayangkan gambar wajah petugas polisi adalah bentuk kejahatan' telah mendapat banyak tentangan dari aktivis hak asasi dan jurnalis.

Para penentang mengatakan undang-undang tersebut, yang diatur melalui parlemen oleh Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin, akan menghambat kebebasan jurnalis untuk melaporkan acara publik dan mempersulit meminta pertanggungjawaban petugas jika mereka menggunakan kekerasan yang berlebihan.

Sementara para pendukung RUU mengatakan undang-undang tersebut dirancang untuk melindungi petugas dan keluarga mereka dari troll online dan dilecehkan atau diserang saat tidak bertugas.

Di bawah rencana tersebut, siapa pun yang telah mengedarkan gambar petugas polisi dengan tujuan tidak patut, dapat dinyatakan bersalah dan dapat dipenjara selama satu tahun dan denda 45 ribu euro atau sekitar 759 juta rupiah, seperti dikutip dari AFP, Rabu (25/11).

Meskipun RUU tersebut diajukan oleh dua anggota parlemen dari partai pendukung Presiden Macron, La Republique en Marche (LaRem), 10 anggota parlemen LaRem lainnya memberikan suara menentang, sementara 30 lainnya abstain.

Dari sekutu LaRem, MoDem, lima anggota parlemen memberikan suara menentang dan 18 abstain.

Setelah berhari-hari perdebatan sengit, RUU tersebut akhirnya menerima 388 suara ya, 104 tidak dan 66 abstain, dengan Les Republicains konservatif dan Rassemblement National paling kanan sebagian besar memberikan suara dengan LaRem dan semua partai kiri memberikan suara menentangnya.

Perdana Menteri Jean Castex mengatakan kepada parlemen bahwa pemerintah tidak menargetkan kebebasan pers, tetapi ingin melindungi polisi.

"Tujuan undang-undang ini bukan untuk mencegah siapa pun untuk merekam atau menyiarkan gambar yang menjelaskan fakta atau peristiwa publik," kata Castex, yang akan mengadakan pembicaraan dengan serikat wartawan minggu ini.

Dalam anggukan kepada oposisi, Castex mengatakan pemerintah akan menyerahkan RUU tersebut kepada Dewan Konstitusi untuk memverifikasi bahwa itu sejalan dengan konstitusi. Partai oposisi sering mengajukan banding ke dewan atas RUU yang disengketakan.

Senat Prancis, yang dikendalikan oleh oposisi konservatif, akan memberikan suara pada RUU tersebut pada bulan Januari, setelah itu dapat kembali ke parlemen untuk pemungutan suara akhir.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Gempa Mamuju, Ustad Das\'ad Latif Nyaris Jadi Korban

Jumat, 15 Januari 2021
Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021

Artikel Lainnya

Italia Resmi Perpanjang Situasi Darurat, Ini Enam Hal Yang Dibatasi Dengan Ketat
Dunia

Italia Resmi Perpanjang Situ..

16 Januari 2021 22:49
Cerita Sri, WNI Yang Divaksin Covid-19 Di Italia: Hanya Pegal
Dunia

Cerita Sri, WNI Yang Divaksi..

16 Januari 2021 22:16
Tersandung Skandal Tunjangan Anak, Pengunduran Diri Pemerintah Belanda Simbolis Belaka?
Dunia

Tersandung Skandal Tunjangan..

16 Januari 2021 21:52
Belasan Tentaranya Terinfeksi Virus Corona, Dua Pangkalan AS Di Korea Selatan Perketat Pengawasan
Dunia

Belasan Tentaranya Terinfeks..

16 Januari 2021 20:35
Republik Panama Akan Vaksin Rakyatnya, Sukmo Harsono Siap Jadi Dubes Pertama Yang Divaksin
Dunia

Republik Panama Akan Vaksin ..

16 Januari 2021 18:23
Demonstran Myanmar Bentrok Dengan Aparat, Tuntut Pengadilan Segera Sidangkan Kasus Biksu Radikal Ashin Wirathu
Dunia

Demonstran Myanmar Bentrok D..

16 Januari 2021 17:47
Bukan Kelelawar, Ahli Virologi China Ini Sebut Asal-usul Virus Corona Berasal Dari Cerpelai
Dunia

Bukan Kelelawar, Ahli Virolo..

16 Januari 2021 17:29
Mayat Yang Ditemukan Mengapung Di Sungai Taiwan, Diduga Pelajar Indonesia Yang Tenggelam Saat Malam Tahun Baru
Dunia

Mayat Yang Ditemukan Mengapu..

16 Januari 2021 16:31