Trump Sudah Beri Lampu Hijau, China Harus Mulai PDKT Dengan Tim Transisi Joe Biden

Joe Biden/Net

Amerika Serikat akan segera memasuki era baru ketika proses transisi kekuasaan mendapat lampu hijau dari Donald Trump. Para analis juga memprediksi akan ada sejumlah perubahan kebijakan dalam pemerintahan AS di bawah kendali Joe Biden.

Trump, pada Senin (23/11) waktu setempat, mengatakan bahwa dia tidak lagi menentang bantuan pemerintah untuk tim transisi Joe Biden, sebuah sinyal yang menunjukkan bahwa akhirnya dia akan mengakui kekalahannya dalam pemilihan AS.

Tweet Trump menunjukkan bahwa tidak ada keraguan Biden akan mengambil alih, dan juga mengisyaratkan bahwa negara-negara seperti China dan Rusia dapat mulai menghubungi tim Biden, kata para analis.

Kontak antara China dan pemerintahan Biden dapat dimulai dengan kerja sama tentang perubahan iklim dan diskusi tentang pengurangan hambatan perdagangan, kata analis China, seperti dikutip dari Global Times, Selasa (24/11).

Para pengamat mengatakan pemerintahan Biden dengan wajah-wajah yang akrab dengan China akan membawa pendekatan yang lebih profesional, rasional, dan pragmatis untuk hubungan China-AS di masa depan daripada pemerintahan Trump.

Sebut saja Alejandro Mayorkas, yang dipilih Biden untuk memimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri, lalu Antony Blinken sebagai menteri luar negeri, Linda Thomas-Greenfield sebagai duta besar AS untuk PBB, dan Jake Sullivan sebagai penasihat keamanan nasional. Wajah-wajah itu sudah lekat dengan China semenjak pemerintahan Obama.

Pilihan kabinet Biden kemungkinan akan mengambil pendekatan yang lebih rasional dan pragmatis terhadap China, mengingat pengalaman masa lalu mereka dalam menangani urusan luar negeri, kata pengamat China.

Walau pemerintahan Biden tidak terlalu menganggap musuh terhadap China, namun para analis memperingatkan bahwa pemerintahan Biden kemungkinan akan tetap menganggap China sebagai pesaing strategisnya.

"Blinken dan Sullivan lebih peduli tentang aliansi daripada tentang kebijakan China, melihat aliansi sebagai prioritas kebijakan luar negeri untuk empat tahun ke depan. Mereka cenderung melihat China sebagai pesaing strategis daripada musuh," kata Da Wei, direktur Pusat Kajian Strategis dan Keamanan Internasional dari Universitas Hubungan Internasional di Beijing.

Li Haidong, profesor di Institute of International Relations di China Foreign Affairs University, menyebut tim Biden berisi sekelompok elit dan sangat dapat diprediksi dalam kebijakan luar negeri dengan pola pikir multilateral yang akan membantu memulihkan kepemimpinan AS.

"Ini tidak seperti pendekatan Trump, yang menggabungkan orang-orang dengan sedikit pengalaman, dan ekstremis yang sangat percaya pada proteksionisme dan nasionalisme," ungkapnya.

Namun, Sun Chenghao, peneliti di Institute of America Studies of the China Institutes of Contemporary International Relations, mencatat bahwa meskipun mereka yang akan bertugas di bawah Biden adalah wajah yang sudah dikenal, itu tidak berarti AS akan kembali ke pendekatan era Obama.

"Waktu telah berubah. Menghadapi warisan diplomatik yang ditinggalkan oleh Trump, wajah-wajah lama kemungkinan akan menyeimbangkan antara 'Trumpisme' dan kembali ke era Obama. 'Anti-China' masih menjadi retorika yang kuat di Kongres AS," kata Sun.

Sun mengatakan bahwa wajah-wajah yang akrab di pemerintahan Biden tidak akan memberantas masalah-masalah inti di China, karena Washington melihat Beijing sebagai pesaing strategis dengan kekuatan kerja sama, terutama pada masalah-masalah sensitif seperti Laut China Selatan, Taiwan, dan hak asasi manusia.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Gelar Pesta Saat Keadaan Darurat, 89 WNA Ditangkap Polisi Thailand
Dunia

Gelar Pesta Saat Keadaan Dar..

28 Januari 2021 17:52
Sindir AS, Dubes Cui Tiankai: Menganggap China Sebagai Saingan Strategis Adalah Sebuah Kesalahan
Dunia

Sindir AS, Dubes Cui Tiankai..

28 Januari 2021 17:10
Armenia Peringati Hari Tentara, PM Pashinyan Letakkan Bunga Di Makam Pahlawan
Dunia

Armenia Peringati Hari Tenta..

28 Januari 2021 17:06
Angela Merkel Dukung Seruan Xi Jinping Untuk Hindari Perang Dingin Baru, Tapi Tetap Tekan China Soal HAM
Dunia

Angela Merkel Dukung Seruan ..

28 Januari 2021 16:04
Karantina Selesai, Tim Ilmuwan WHO Lancarkan Misi Selidiki Asal-usul Virus Corona
Dunia

Karantina Selesai, Tim Ilmuw..

28 Januari 2021 15:35
Boneka Rajut Meme Bernie Sanders Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah
Dunia

Boneka Rajut Meme Bernie San..

28 Januari 2021 14:44
53 Orang Hangus Terbakar Dalam Tabrakan Maut Bus VS Pengangkut Bahan Bakar Di Kamerun
Dunia

53 Orang Hangus Terbakar Dal..

28 Januari 2021 14:34
Pendeta Di Rumania Di-Bully Netizen Gara-gara Sosialisasikan Vaksinasi Di Medsos
Dunia

Pendeta Di Rumania Di-Bully ..

28 Januari 2021 14:25