Lewat Angela Merkel, Xi Jinping Desak Jerman Dan Eropa Tetap Terbuka Untuk Berbisnis Dengan China

Presiden Xi Jinping/Net

Presiden China Xi Jinping mendesak Jerman dan Eropa agar tetap terbuka untuk perusahaan China. Sebagai imbalan, Xi berjanji akan memberi peluang bisnis Eropa ke akses pasar yang lebih besar di China.

Pernyataan tersebut disampaikan Xi selama percakapan telepon dengan Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Selasa (24/11). Momen itu berbarengan dengan rencana Uni Eropa yang akan menerapkan pembatasan baru pada raksasa milik negara China.  

"Kami berharap Jerman dan Uni Eropa akan tetap terbuka untuk perusahaan China," kata Xi kepada Merkel, seperti dikutip dari SCMP, Selasa (24/11).

"China dan UE harus berjuang untuk saling menghormati dan memahami tema utama dialog dan kerja sama yang saling menguntungkan," lanjutnya.

UE saat ini sedang berkonsultasi tentang cara-cara meningkatkan mekanisme pertahanan perdagangan terhadap perusahaan milik negara dan perusahaan lain yang menerima bantuan negara. Langkah ini dinilai sedang menargetkan bisnis China.

Negara-negara anggota UE juga tengah menangani masalah kontroversial keamanan 5G. Saat ini semakin banyak negara eropa yang memutuskan untuk melarang Huawei Technologies China.

Selama diskusi, Xi juga mengatakan kepada Merkel bahwa Beijing ingin menyelesaikan perjanjian investasi yang sedang dinegosiasikan dengan UE tahun ini. Dia mengatakan perkembangan ekonomi China akan menguntungkan Jerman, investor UE terbesar di China.

Merkel mengatakan kepada Xi bahwa pemulihan ekonomi China yang cepat setelah pandemi virus corona adalah kabar baik bagi bisnis Jerman, menurut laporan Xinhua.

Dalam kesempatan tersebut, Merkel memberi selamat kepada China atas penandatanganan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) bersama 14 negara Asia-Pasifik lainnya.

Merkel menambahkan, dia akan lebih berupaya untuk menyelesaikan kesepakatan investasi antara UE dan China.

Merkel juga berharap dapat memperkuat kerja sama dengan China di bidang perdagangan dan investasi serta kendaraan energi baru seperti mobil listrik. Keinginan Jerman untuk menjual lebih banyak kendaraan energi baru ke China muncul karena pembuat mobil tradisionalnya dipandang lambat beradaptasi dengan perubahan preferensi konsumen untuk mobil semacam itu di Eropa.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dapat Konfirmasi Senat, Antony Blinken Resmi Jadi Menteri Luar Negeri AS
Dunia

Dapat Konfirmasi Senat, Anto..

27 Januari 2021 08:02
Perkuat Sektor Pertahanan, Kenya Borong 118 Kendaraan Militer Canggih Dari Turki
Dunia

Perkuat Sektor Pertahanan, K..

27 Januari 2021 07:52
Inggris Lampaui Angka 100 Ribu Kematian, Boris Johnson Sampaikan Rasa Sedihnya
Dunia

Inggris Lampaui Angka 100 Ri..

27 Januari 2021 07:44
Priti Patel Tangkis Pernyataan Mantan Pejabat Tinggi Soal Aturan Karantina Inggris
Dunia

Priti Patel Tangkis Pernyata..

27 Januari 2021 07:16
Perkuat Hubungan Diplomatik, Sudan Dan Israel Sepakat Bangun Kantor Kedutaan Dalam Waktu Dekat
Dunia

Perkuat Hubungan Diplomatik,..

27 Januari 2021 07:02
Iran Dan Rusia Makin Kompak, Teken Kerja Sama Keamanan Siber
Dunia

Iran Dan Rusia Makin Kompak,..

27 Januari 2021 06:48
Ketua Partai MHP Minta Joe Biden Tak Ulangi Kegagalan Donald Trump Di Turki
Dunia

Ketua Partai MHP Minta Joe B..

27 Januari 2021 06:37
Inggris Berkolaborasi Dengan UE Pastikan Rantai Pasokan Vaksin
Dunia

Inggris Berkolaborasi Dengan..

27 Januari 2021 06:27