Belum Hilang Virus Corona, Wabah Norovirus Menyerang Puluhan Murid Taman Kanak-kanak China

Ilustrasi/Net

Wabah penyakit norovirus menyerang sebuah taman kanak-kanak di Zigong, Provinsi Sichuan di China Barat Daya pada Rabu (25/11) waktu setempat. Virus telah menginfeksi lebih dari 50 anak dan menambah serangkaian wabah norovirus di sekitar China dalam beberapa bulan terakhir.

Departemen kesehatan distrik Yantan menerima laporan tentang murid taman kanak-kanak yang muntah-muntah, memastikan wabah itu sebagai noravirus pada hari Kamis (26/11).

"Setelah penyelidikan epidemiologi dan tes asam nukleat, Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) memastikan bahwa muntah itu disebabkan oleh infeksi norovirus," kata departemen kesehatan dalam sebuah pengumuman, seperti dikutip dari Global Times, Kamis (26/11).

"Semua anak dalam kondisi stabil dan menerima perawatan di rumah sakit dengan gejala ringan," lanjutnya.

Kasus muntah pertama kali dilaporkan pada Rabu pagi waktu setempat, diikuti oleh siswa lainnya pada sore hari. Sepulang sekolah, para orang tua siswa terus melaporkan kasus muntah dan diare kepada guru mereka.

Pada Kamis (26/11) pagi, sebagian besar anak yang terinfeksi dikirim ke rumah sakit untuk perawatan infus. Staf di CDC distrik sedang mengambil sampel anak-anak dan bertanya tentang perjalanan penyakitnya, seperti dilaporkan The Paper. 

CDC Zigong mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan perawatan lanjutan dan merilis laporan tentang penyebab norovirus yabg menyerang anak-anak itu.

Sebagai penyebab utama dari viral gastroenteritis akut, norovirus menginfeksi 685 juta orang di seluruh dunia setiap tahun, dan semakin muncul sebagai masalah kesehatan masyarakat di Cina.

Pada 13 November lalu, sebuah sekolah menengah di Provinsi Fujian, Tiongkok Timur dilanda wabah norovirus, yang menyebabkan penangguhan sekolah, dengan lebih dari 30 siswa terinfeksi. Pada tanggal 29 Oktober, sejumlah anak taman kanak-kanak di Provinsi Liaoning, China Timur Laut terinfeksi, yang menyebabkan taman kanak-kanak tersebut ditutup sementara. Awal bulan itu, wabah serupa terjadi di sebuah universitas di Provinsi Shanxi, China Utara, yang membuat layanan kesehatan universitas kewalahan.

Hingga saat ini tidak ada vaksin norovirus yang tersedia di pasaran. Pada Februari 2019, otoritas China menyetujui uji klinis untuk vaksin tetravalen pertama di dunia melawan virus.

Setelah empat tahun pengembangan, vaksin tersebut secara teoritis disebut dapat mencegah 80 hingga 90 persen infeksi norovirus.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tanggapi Laporan Panel WHO, Jubir: China Bukan Yang Terbaik Tapi Lebih Baik Dalam Penanganan Krisis Kesehatan
Dunia

Tanggapi Laporan Panel WHO, ..

20 Januari 2021 18:24
Ulama Kanada Minta Umat Islam Agar Tidak Terprovokasi Teori Konspirasi Vaksin Covid-19
Dunia

Ulama Kanada Minta Umat Isla..

20 Januari 2021 18:11
Tentara AS Kedapatan Bantu ISIS Rencanakan Serangan Di Monumen 9/11
Dunia

Tentara AS Kedapatan Bantu I..

20 Januari 2021 17:37
Menlu Zimbabwe Meninggal Terinfeksi Covid-19
Dunia

Menlu Zimbabwe Meninggal Ter..

20 Januari 2021 17:17
Penyebab Efek Samping Kelumpuhan Wajah Usai Disuntik Vaksin Pfizer Belum Diketahui
Dunia

Penyebab Efek Samping Kelump..

20 Januari 2021 16:54
Pabrik Tempe Indonesia Pertama Resmi Dibuka Di Shanghai
Dunia

Pabrik Tempe Indonesia Perta..

20 Januari 2021 16:33
Desa Kecil Di India Penuh Suka Cita Rayakan Pelantikan Kamala Harris
Dunia

Desa Kecil Di India Penuh Su..

20 Januari 2021 16:09
Kantongi Dukungan Di Senat, Pemerintahan Conte Di Italia Terselamatkan
Dunia

Kantongi Dukungan Di Senat, ..

20 Januari 2021 16:05