NSP Plus Perkuat Kemitraan Korsel-ASEAN Di Tengah Pandemi, Dubes Lim: Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing

Duta Besar Korea Selatan untuk ASEAN Lim Sung Nam/RMOL

Korea Selatan semakin menunjukkan keseriusannya untuk meningkatkan kemitraan dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang tergabung dalam ASEAN.

Hal tersebut bisa dilihat dari diluncurkannya New Southern Policy (NSP) Plus oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae In pada KTT Korea Selatan-ASEAN ke-21 yang diselenggarakan secara virtual dua pekan lalu.

Untuk diketahui, NSP Plus merupakan kebijakan pembaruan dari NSP yang sudah lebih dulu diluncurkan oleh Moon pada tahun 2017 lalu. NSP sendiri adalah kebijakan Korea Selatan untuk memperluas dan memperkuat kemitraan dengan negara-negara ASEAN serta India.

"Selama tiga tahun belakangan, NSP telah berhasil meletakkan dasar yang signifikan untuk kemitraan Korea Selatan dan ASEAN," papar Duta Besar Korea Selatan untuk ASEAN Lim Sung Nam dalam pidatonya di acara International Webinar bertajuk "ASEAN-Korea Cooperation Upgrade, Focusing on the New Southern Policy" yang diselenggarakan oleh Kantor Berita Politik RMOL pada Jumat (26/11).

Jika dilihat dari sektor perdagangan saja, ASEAN kini merupakan mitra dagang terbesar kedua bagi Korea Selatan. Sedangkan Korea Selatan saat ini merupakan mitra dagang terbesar kelima bagi ASEAN.

Sayangnya, pandemi Covid-19 yang saat ini menimpa banyak negara, tidak terkecuali Korea Selatan dan negara-negara ASEAN, di satu sisi menjadi semacam tantangan tersendiri bagi implementasi NSP. Namun di sisi lain juga merupakan momentum untuk semakin memperkuat hubungan kemitraan.

"Korea Selatan dan ASEAN bergabung bersama dalam upaya memerangi pandemi, sebagaimana peribahasa di Indonesia, 'berat sama dipikul, ringan sama dijinjing'," sambung Lim.

Di tengah situasi itu pula lah, jelasnya, Presiden Moon berinisiatif untuk meluncurkan kebijakan versi pembaruan dari NSP yang disebut dengan NSP Plus.

"Melalui NSP Plus, Korea Selatan hendak melanjutkan kemitraan baik dengan ASEAN, khusunya pada tujuh area utama," ujarnya.

Ketujuh area yang utama yang dimaksud adalah kerjasama dalam bidang medis, pengembangan sumber daya manusia, perdagangan dan investasi, infrastruktur, industri masa depan serta non-traditional security.

"Kita yakin bahwa ke depannya, kita bisa memperkuat kemitraan strategis ASEAN dan Korea," tutup Lim.

Kolom Komentar


Video

Puting Beliung Gegerkan Wonogiri!

Rabu, 20 Januari 2021
Video

Tanya Jawab Cak Ulung • Membaca Bencana Lewat Politik

Kamis, 21 Januari 2021
Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021

Artikel Lainnya

Markus Solo: Ikatan Kebangsaan Dan Spirit Keindonesiaan Melemah Hingga Terjadi Polarisasi
Dunia

Markus Solo: Ikatan Kebangsa..

24 Januari 2021 18:20
Erdogan Perintahkan Misi Penyelamatan Awak Kapal Yang Diculik Perompak Di Teluk Guinea
Dunia

Erdogan Perintahkan Misi Pen..

24 Januari 2021 16:29
Dipimpin Kapal Induk USS Theodore Roosevelt, AS Kerahkan Armada Ke Laut China Selatan
Dunia

Dipimpin Kapal Induk USS The..

24 Januari 2021 15:39
Mengenal Lebih Dekat Puluhan Orang Keturunan India Di Lingkaran Dalam Pemerintahan Joe Biden
Dunia

Mengenal Lebih Dekat Puluhan..

24 Januari 2021 15:30
WSJ: Trump Sempat Desak Departemen Kehakiman Agar Mahkamah Agung Batalkan Kemenangan Biden
Dunia

WSJ: Trump Sempat Desak Depa..

24 Januari 2021 14:11
AS Nyatakan Posisi Bantu Jepang Lindungi Kepulauan Senkaku Dari Klaim China
Dunia

AS Nyatakan Posisi Bantu Jep..

24 Januari 2021 13:22
'El-Chapo' Asia Diringkus Di Amsterdam
Dunia

'El-Chapo' Asia Diringkus Di..

24 Januari 2021 12:56
Kebut Target Nol Emisi Karbon, Biden Siapkan Langkah Tekan China
Dunia

Kebut Target Nol Emisi Karbo..

24 Januari 2021 12:52