Kejaksaan Agung Armenia: Azerbaijan Rekrut Tentara Bayaran Dan Dirikan Pusat Teroris Baru Di Wilayah Bekas Konflik

Ilustrasi/Net

Bukti-bukti kejahatan perang yang diperoleh Kantor Kejaksaan Agung Armenia semakin dekat pada fakta yang sebenarnya. Saat ini, ada penambahan bukti baru yang menunjukkan adanya perekrutan dan penggunaan tentara bayaran dari berbagai kelompok teroris oleh Azerbaijan sejak hari pertama perang melawan Republik Artsakh di Nagorno-Karabakh.

Perekrutan tentara dari kelompok teroris inilah yang semakin mengacaukan situasi internal, dengan mengatur dan melakukan tindakan seperti ledakan, pembakaran, pembunuhan ilegal, dan menghancurkan alat transportasi dan komunikasi atau lainnya.

Menurut materi yang diperoleh pada 12 Oktober 2020, kasus pidana dimulai berdasarkan Pasal 389 KUHP Republik Armenia (RA),  mengenai kasus pidana pada kasus melancarkan perang agresif terhadap Republik Artsakh, seperti dikutio dari Radio of Armenia, Jumat (27/11).

Dalam penyidikan awal, atas dugaan melakukan kejahatan berdasarkan Pasal 389, Pasal 390, dan Pasal 395, Bagian 3 KUHP RA, tentara bayaran Muhhrab Muhammad Al Shkher dan Yusef Alabet Al Haji, keduanya warga negara Suriah yang berpartisipasi dalam perang agresif yang dilakukan tentara Azerbaijan saat melawan Armenia, ditangkap pada tanggal 31 Oktober 2020 oleh badan yang melakukan proses tersebut.

Dalam proses penyidikan awal diperoleh informasi faktual tentang keikutsertaan sejumlah tentara bayaran lain dalam aksi-aksi yang dilakukan oleh pimpinan militer-politik Republik Azerbaijan.

Selama investigasi diperoleh data faktual tentang pemimpin kelompok teroris internasional yang disebut 'Sultan Suleyman Shah', yaitu Muhammad Al-Jasimin, warga negara Arab kelahiran tahun 1985, yang merekrut lebih dari dua ribu tentara bayaran Suriah dan memindahkan mereka ke Azerbaijan untuk ikut tergabung dalam perang di Nagorno-Karabakh untuk melawan Republik Armenia dan Republik Artsakh, termasuk untuk memimpin operasi di tempat.

Kantor Kejaksaan Agung Armenia juga menyoroti belum adanya penarikan tentara bayaran itu dari wilayah konflik, padahal Armenia dan Azerbaijan telah menandatangani kesepakatan perjanjian trilateral pada 10 Nopember lalu.

Menurut informasi yang dipublikasikan, saat ini Azerbaijan masih terus memindahkan kelompok teroris dari bagian utara Republik Arab Suriah ke wilayah yang saat ini diduduki oleh Azerbaijan.

Jika informasi ini benar, maka langkah ini dianggap sebagai tanda-tanda adanya pusat kelompok teroris di kawasan bekas konflik. Ini akan menjadi ancaman terhadap penduduk Republik Armenia dan Republik Artsakh, serta terhadap keamanan dan stabilitas negara-negara di sekitarnya.

Kantor Kejaksaan Agung Republik Armenia menegaskan kembali kesiapannya untuk memperluas kerjasama baik dalam bentuk bilateral maupun multilateral untuk mencegah aksi teroris baru dan pendirian pusat-pusat teroris baru di wilayah tersebut.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tanggapi Laporan Panel WHO, Jubir: China Bukan Yang Terbaik Tapi Lebih Baik Dalam Penanganan Krisis Kesehatan
Dunia

Tanggapi Laporan Panel WHO, ..

20 Januari 2021 18:24
Ulama Kanada Minta Umat Islam Agar Tidak Terprovokasi Teori Konspirasi Vaksin Covid-19
Dunia

Ulama Kanada Minta Umat Isla..

20 Januari 2021 18:11
Tentara AS Kedapatan Bantu ISIS Rencanakan Serangan Di Monumen 9/11
Dunia

Tentara AS Kedapatan Bantu I..

20 Januari 2021 17:37
Menlu Zimbabwe Meninggal Terinfeksi Covid-19
Dunia

Menlu Zimbabwe Meninggal Ter..

20 Januari 2021 17:17
Penyebab Efek Samping Kelumpuhan Wajah Usai Disuntik Vaksin Pfizer Belum Diketahui
Dunia

Penyebab Efek Samping Kelump..

20 Januari 2021 16:54
Pabrik Tempe Indonesia Pertama Resmi Dibuka Di Shanghai
Dunia

Pabrik Tempe Indonesia Perta..

20 Januari 2021 16:33
Desa Kecil Di India Penuh Suka Cita Rayakan Pelantikan Kamala Harris
Dunia

Desa Kecil Di India Penuh Su..

20 Januari 2021 16:09
Kantongi Dukungan Di Senat, Pemerintahan Conte Di Italia Terselamatkan
Dunia

Kantongi Dukungan Di Senat, ..

20 Januari 2021 16:05