Capai Kesepakatan Dengan Rusia, India Siap Produksi 100 Juta Dosis Vaksin Sputnik-V Per Tahun

Ilustrasi/Net

Pemerintah Rusia dan India telah mencapai kesepakatan untuk memproduksi massal vaksin Sputnik V. Hal itu terlaksana berkat kerjasama antara Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) dengan perusahaan farmasi India Hetero.

Dalam sebuah pernyataan, kedua negara dilaporkan setuju untuk memproduksi lebih dari 100 juta dosis vaksin Sputnik-V per tahun di India. Hal itu sesuai dengan rencana RDIF yang akan memulai produksi vaksin buatannya pada awal 2021 untuk dipasarkan secara global.

“Hetero, salah satu perusahaan farmasi generik terkemuka di India, telah setuju untuk memproduksi lebih dari 100 juta dosis vaksin Sputnik V untuk melawan infeksi virus corona baru,” kata RDIF dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari DW, Jumat (27/11).

Dengan uji coba fase akhir yang sedang berlangsung, pembuat obat India Dr.Reddy's Laboratories Ltd., yang telah menguji obat tersebut, mengatakan pihaknya mengharapkan uji coba tahap akhir akan selesai pada Maret 2021.

“Sementara kami menantikan hasil uji klinis di India, kami percaya bahwa membuat produk secara lokal sangat penting untuk memungkinkan akses cepat ke pasien,” kata direktur Hetero B. Murali Krishna.

Awal pekan ini, Rusia mengatakan uji klinis menunjukkan bahwa vaksin itu 95 persen efektif, serupa dengan tingkat kemanjuran vaksin internasional lainnya. Rusia juga mengatakan vaksinnya akan dihargai seharga 10 dolar AS atau sekitar 140 ribu rupiahper dosis di pasar internasional - lebih murah dari beberapa vaksin virus corona terdaftar lainnya.

Rusia adalah negara pertama yang mendaftarkan vaksin virus corona - dijuluki Sputnik V setelah satelit era Soviet - pada Agustus. Namun, itu dilakukan sebelum uji klinis skala besar. Saat ini, tahap uji coba ketiga dan terakhir vaksin tersebut sedang berlangsung. Sekitar 40 ribu sukarelawan terlibat dalam pengujian vaksin, yang menggunakan dua vektor adenovirus manusia yang berbeda.

Selain di India, uji coba tahap ketiga juga sedang berlangsung di Belarus, bekas republik Soviet, Uni Emirat Arab, dan Venezuela, di antara negara-negara lain.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Gelar Pesta Saat Keadaan Darurat, 89 WNA Ditangkap Polisi Thailand
Dunia

Gelar Pesta Saat Keadaan Dar..

28 Januari 2021 17:52
Sindir AS, Dubes Cui Tiankai: Menganggap China Sebagai Saingan Strategis Adalah Sebuah Kesalahan
Dunia

Sindir AS, Dubes Cui Tiankai..

28 Januari 2021 17:10
Armenia Peringati Hari Tentara, PM Pashinyan Letakkan Bunga Di Makam Pahlawan
Dunia

Armenia Peringati Hari Tenta..

28 Januari 2021 17:06
Angela Merkel Dukung Seruan Xi Jinping Untuk Hindari Perang Dingin Baru, Tapi Tetap Tekan China Soal HAM
Dunia

Angela Merkel Dukung Seruan ..

28 Januari 2021 16:04
Karantina Selesai, Tim Ilmuwan WHO Lancarkan Misi Selidiki Asal-usul Virus Corona
Dunia

Karantina Selesai, Tim Ilmuw..

28 Januari 2021 15:35
Boneka Rajut Meme Bernie Sanders Laku Terjual Ratusan Juta Rupiah
Dunia

Boneka Rajut Meme Bernie San..

28 Januari 2021 14:44
53 Orang Hangus Terbakar Dalam Tabrakan Maut Bus VS Pengangkut Bahan Bakar Di Kamerun
Dunia

53 Orang Hangus Terbakar Dal..

28 Januari 2021 14:34
Pendeta Di Rumania Di-Bully Netizen Gara-gara Sosialisasikan Vaksinasi Di Medsos
Dunia

Pendeta Di Rumania Di-Bully ..

28 Januari 2021 14:25