Lukashenko Akhirnya Siap Mundur, Tapi Dengan Syarat

Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko/Net

Presiden Belarusia Alexandr Lukashenko memberikan sinyal kuat bahwa dia akan mengundurkan diri. Pengunduran diri itu akan dia lakukan jika negara yang terus menerus dilanda protes pasca dirinya terpilih dalam pemilu yang kontroversial Agustus lal itu akan mengadopsi konstitusi baru.

Namun, Lukashenko tidak memberikan jadwal jelas kapan keputusan itu akan diambilnya. Komentar itu muncul saat dirinya berkunjung ke rumah sakit Minsk yang merawat pasien virus corona, di mana Lukashenko mengenakan alat pelindung, tetapi tidak memakai sarung tangan.

Itu adalah upaya terbarunya untuk menenangkan pengunjuk rasa yang berkumpul hampir setiap akhir pekan sejak pemilihan presiden 9 Agustus yang disengketakan.

Pernyataan Lukashenko juga muncul setelah pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Lavrov mendesak agar presiden Belarusia yang berkuasa selama 26 tahun itu mempertimbangkan konstitusi baru pada Kamis (26/11).

Pendukung pemimpin oposisi Belarus yang saat ini berada di Lithuania setelah kabur dari Belarusia, Sviatlana Tsikhanouskaya, secara terbuka mendesak jaksa penuntut Eropa untuk menyelidiki tuduhan penyiksaan di negara mereka pada Jumat (27/11).

“Ini mengerikan di Belarus, dan saya pikir hal serupa tidak terjadi di mana pun di Eropa. Kami membutuhkan bantuan dari luar,” kata pendukung Maksim Kharoshyn itu kepada wartawan, merujuk pada ribuan orang yang ditahan dan dipukuli, seperti dikutip dari DW, Sabtu (28/11).

Penasihat Tsikhanouskaya, Alexander Dobrovolski mengatakan - selain dari petisi yang diajukan kepada jaksa Lithuania - permintaan serupa telah dikirim ke jaksa penuntut di Polandia, Jerman , Belgia dan Belanda.

Beberapa terduga korban pemukulan polisi Belarusia sekarang tinggal di negara-negara ini.

Rezim Lukashenko sendiri membantah telah menyiksa tahanan dan mengklaim pengunjuk rasa didukung oleh kekuatan asing. Uni Eropa  telah lama mengutuk apa yang digambarkannya sebagai tindakan keras polisi terhadap pengunjuk rasa sementara menolak untuk mengakui Lukashenko sebagai presiden terpilih.

Tsikhanouskaya, yang mengatakan dia menang pada bulan Agustus dan sekarang tinggal di Vilnius, absen saat konferensi pers hari Jumat.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Pidato Perpisahan Donald Trump: Saya Pergi Dari Tempat Megah Ini Dengan Hati Yang Setia Dan Gembira
Dunia

Pidato Perpisahan Donald Tru..

20 Januari 2021 07:52
Irak Tunda Pemilu Hingga Oktober, Aktivis:  Ini Seperti Tusukan Terhadap Tuntutan Kami
Dunia

Irak Tunda Pemilu Hingga Okt..

20 Januari 2021 07:21
Putin Dicurigai Ada Di Balik Kerusuhan Capitol Hill, Hillary Clinton Dan Nancy Pelosi Desak Kongres AS Bentuk Tim Investigasi
Dunia

Putin Dicurigai Ada Di Balik..

20 Januari 2021 06:58
Hitungan Jam Jelang Pelantikan Biden, Washington DC Bagai Kota Hantu Yang Dijaga Tentara
Dunia

Hitungan Jam Jelang Pelantik..

20 Januari 2021 06:33
Pakar Kesehatan Ragukan Target Herd Immunity Covid-19 Korsel
Dunia

Pakar Kesehatan Ragukan Targ..

19 Januari 2021 23:36
Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta Dosis Vaksin Sputnik V Pada Akhir Maret
Dunia

Meksiko Siap Suntik 7,4 Juta..

19 Januari 2021 23:10
Maroko Dapat Dukungan 40 Negara Atas Solusi Otonomi Di Sahara
Dunia

Maroko Dapat Dukungan 40 Neg..

19 Januari 2021 23:00
Argentina Diguncang Gempa Berkekuatan 6,8 M, Gubernur Sergio Unac Minta Warga Tetap tenang
Dunia

Argentina Diguncang Gempa Be..

19 Januari 2021 16:53