Tak Dapat Suaka Meski Telah Berkorban Demi Amerika, Pilot Afganistan Terpaksa Sembunyi Dari Taliban

Pilot Angkatan Udara Afganistan, Mayor Mohammed Naiem Asadi/Net

Nasib buruk menimpa seorang pilot Angkatan Udara Afganistan berusia 32 tahun, Mayor Mohammed Naiem Asadi.

Asadi saat ini harus bersembunyi di Afganistan dari Taliban karena membantu menyelamatkan orang-orang Amerika. Ia dilaporkan telah meminta suaka pada pemerintah Amerika Serikat (AS), namun ditolak.

Dimuat The Independent pada Minggu (29/11), Asadi pada dasarnya cukup berjasa bagi AS karena membunuh lebih banyak pejuang Taliban daripada siapa pun di Angkatan Udara Afganistan. Ia bahkan membantu melindungi seorang pilot Amerika dalam sebuah insiden beberapa waktu lalu.

Meski begitu, pengorbanan Asadi tidak mendapatkan balasan dari AS.

"Saya tidak bisa mundur, dan saya tidak bisa maju karena saya tidak diizinkan untuk maju," kata Asadi.

Dalam sebuah dokumen, Pentagon pada awalnya menyetujui permintaan suaka Asadi. Namun langkah tersebut dibatalkan karena hampir dilakukan tanpa persetujuan pejabat tinggi.

"Pejabat yang terkait memutuskan bahwa Departemen Pertahanan tidak dapat mendukung permintaan tersebut," ungkap jurubicara Pentagon, Mayor Angkatan Darat Rob Lodewick.

Pembatalan tersebut kemudian langsung membuat marah banyak pihak yang mendukung Asadi. Mereka menyebut Asadi telah banyak membantu AS dengan tulus.

Bahkan setelah insiden, keluarga Asadi mendapatkan ancaman pembunuhan. Isri dan putri Assadi yang berusia 4 tahun juga telah mengajukan program visa sementara agar bisa tetap tinggal di AS untuk mengajukan suaka.

"Keluarga itu akan melakukan perjalanan ke AS dengan niat baik, bahwa mereka telah mengikuti proses yang tepat, dan telah disetujui," kata mantan pilot Angkatan Darat yang menjadi penasihat Asadi, Bryan P. McAlister.

Situasi yang dihadapi Asadi terkait ketidakpastian hukum atas suaka juga dialami oleh sebagian besar pengungsi dari negara Muslim seiring dengan aturan larangan perjalanan yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump pada 2017.

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tanggapi Laporan Panel WHO, Jubir: China Bukan Yang Terbaik Tapi Lebih Baik Dalam Penanganan Krisis Kesehatan
Dunia

Tanggapi Laporan Panel WHO, ..

20 Januari 2021 18:24
Ulama Kanada Minta Umat Islam Agar Tidak Terprovokasi Teori Konspirasi Vaksin Covid-19
Dunia

Ulama Kanada Minta Umat Isla..

20 Januari 2021 18:11
Tentara AS Kedapatan Bantu ISIS Rencanakan Serangan Di Monumen 9/11
Dunia

Tentara AS Kedapatan Bantu I..

20 Januari 2021 17:37
Menlu Zimbabwe Meninggal Terinfeksi Covid-19
Dunia

Menlu Zimbabwe Meninggal Ter..

20 Januari 2021 17:17
Penyebab Efek Samping Kelumpuhan Wajah Usai Disuntik Vaksin Pfizer Belum Diketahui
Dunia

Penyebab Efek Samping Kelump..

20 Januari 2021 16:54
Pabrik Tempe Indonesia Pertama Resmi Dibuka Di Shanghai
Dunia

Pabrik Tempe Indonesia Perta..

20 Januari 2021 16:33
Desa Kecil Di India Penuh Suka Cita Rayakan Pelantikan Kamala Harris
Dunia

Desa Kecil Di India Penuh Su..

20 Januari 2021 16:09
Kantongi Dukungan Di Senat, Pemerintahan Conte Di Italia Terselamatkan
Dunia

Kantongi Dukungan Di Senat, ..

20 Januari 2021 16:05