Kembali Ke Pangkuan Azerbaijan, Butuh Milyaran Dolar Untuk Membangun Agdam 'Hiroshima di Kaukasus'

Distrik Agdam, di Nagorno-Karabakh/Net

Distrik Agdam di wilayah Nagorno-Karabakh yang telah direbut kembali oleh Azerbaijan lewat perjanjian genjatan senjata, telah lama berada dalam kondisi yang sangat 'mati'. Saluran TV France-24 melaporkan kota itu juga telah sangat hancur.

“Kota Agdam telah hancur sedemikian rupa sehingga kadang-kadang disebut sebagai Hiroshima di Kaukasus," ujar laporan itu,

Kota yang penduduknya pada akhir 1980-an berjumlah lebih dari 40 ribu orang, kini menjadi kota hantu. Di masa lalu, Agdam adalah benteng Azerbaijan, tulis laporan itu. Satu-satunya bangunan yang tersisa utuh di Agdam adalah masjid.

“Kota ini memiliki kepentingan strategis yang besar, tiga puluh tahun yang lalu, selama perang pertama Armenia-Azerbaijan Nagorno-Karabakh. Hilangnya kota tersebut pada tahun 1993 merupakan titik balik dalam perang, memaksa penduduk untuk mengungsi. Hari ini, pengungsi internal kembali dan melihat bangunan yang hancur. "

"Sebelum membangun kembali dan memulihkan kota ini, keamanan harus dijamin," kata laporan itu.

Seperti enam distrik lainnya yang telah kembali kepada Azerbaijan, distrik Agdam penuh dengan ranjau. Robot pencari ranjau yang dikendalikan dari jarak jauh digunakan untuk menetralisirnya sebelum kota mati ini akan dihuni lagi, seperti yang pernah disebutkan oleh Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev pada 8 November lalu bahwa Azeraijan akan membangun kembali Kota Agdam.

Kepala markas operasional ANAMA, Idris Ismayilov, mengatakan sekitar 4.500 ranjau anti-personil dan sekitar 2.000 ranjau anti-tank, serta sekitar 750 jenis bom berbeda, ditemukan dan dinetralkan, seperti dikutip dari siaran France 24, Minggu (29/11).

"Direncanakan untuk mengembalikan orang-orang ke sana dalam 3-5 tahun, tetapi kota itu akan dapat sepenuhnya dibersihkan dari tambang dalam 10-15 tahun," kata Ismayilov.

Azerbaijan memperkirakan kerusakan di wilayah yang dibebaskan membutuhkan dana lebih dari 100 miliar dlar AS dan bermaksud untuk mengajukan banding ke pengadilan untuk mendapatkan kompensasi dari Armenia.

Agdam di masa lalu adalah sebuah kota yang sangat tenang dengan populasi 150 ribu orang yang didominasi oleh suku Azeri di barat Azerbaijan, dekat dengan kantong Armenia di Nagorno-Karabakh.

Kota ini berdiri sejak tahun 1700, namun baru diakui secara resmi sebagai kota pada tahun 1828, seperti dikutip dari Dark Tourism.

Kota yang sudah sangat sunyi ini berubah menjadi kota mati, ketika seluruh penduduk Agdam harus melarikan diri pada tahun 1993 ketika perang Nagorno-Karabakh pecah.

Puluhan ribu orang tewas. Lebih dari 120 ribu penduduk Agdam meninggalkan wilayah Nagorno-Karabakh untuk menyelamatkan diri dari pertempuran dua kubu, tentara Azerbaijan dan tentara Artsakh (Armenia).

Mereka meninggalkan rumah-rumah dan hewan ternak mereka, pergi ke distrik-distrik terdekat (beberapa informasi mengatakan lebih banyak bermigrasi ke Iran) dan tidak pernah kembali.

Kota Agdam yang ditinggalkan penduduknya kemudian diambil oleh militer Armenia pada bulan Juli 1993. Armenia masih memiliki kendali atas Agdam karena wilayah itu berada dalam 'zona penyangga' yang dalam perjanjian gencatan senjata tahun 1994 ditetapkan di antara garis depan, tepat di tepi timur.

Namun, pada kesepakatan gencatan senjata 10 November lalu, Armenia harus menyerahkan distrik ini kepada Azerbaijan.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Bincang Sehat • Vaksin Covid-19 Pada Lansia

Jumat, 22 Januari 2021
Video

Obrolan Bareng Bang Ruslan • JK, Buat Kejutan Apa di 2024?

Selasa, 26 Januari 2021
Video

Klarifikasi Ambroncius Nababan

Selasa, 26 Januari 2021

Artikel Lainnya

Dapat Konfirmasi Senat, Antony Blinken Resmi Jadi Menteri Luar Negeri AS
Dunia

Dapat Konfirmasi Senat, Anto..

27 Januari 2021 08:02
Perkuat Sektor Pertahanan, Kenya Borong 118 Kendaraan Militer Canggih Dari Turki
Dunia

Perkuat Sektor Pertahanan, K..

27 Januari 2021 07:52
Inggris Lampaui Angka 100 Ribu Kematian, Boris Johnson Sampaikan Rasa Sedihnya
Dunia

Inggris Lampaui Angka 100 Ri..

27 Januari 2021 07:44
Priti Patel Tangkis Pernyataan Mantan Pejabat Tinggi Soal Aturan Karantina Inggris
Dunia

Priti Patel Tangkis Pernyata..

27 Januari 2021 07:16
Perkuat Hubungan Diplomatik, Sudan Dan Israel Sepakat Bangun Kantor Kedutaan Dalam Waktu Dekat
Dunia

Perkuat Hubungan Diplomatik,..

27 Januari 2021 07:02
Iran Dan Rusia Makin Kompak, Teken Kerja Sama Keamanan Siber
Dunia

Iran Dan Rusia Makin Kompak,..

27 Januari 2021 06:48
Ketua Partai MHP Minta Joe Biden Tak Ulangi Kegagalan Donald Trump Di Turki
Dunia

Ketua Partai MHP Minta Joe B..

27 Januari 2021 06:37
Inggris Berkolaborasi Dengan UE Pastikan Rantai Pasokan Vaksin
Dunia

Inggris Berkolaborasi Dengan..

27 Januari 2021 06:27