Akademisi Australia-Inggris Kylie Moore-Gilbert Ungkap Rasa Haru Dan Terima Kasih Kepada Semua Yang Bantu Pembebasannya

Kylie Moore-Gilbert, akademisi Australia-Inggris yang ditahan pemerintah Iran/Net

Bisa kembali ke tanah air adalah hal yang luar biasa bagi Kylie Moore-Gilbert, akademisi Australia-Inggris yang ditahan oleh pemerintah Iran karena tuduhan mata-mata.

Moore-Gilbert memberikan penghormatan kepada keluarga, teman, dan kolega yang selama ini membantunya dalam upaya pembebasannya saat dia ditahan di penjara Iran selama lebih dari dua tahun.

Ia mengatakan pembebasannya dari penjara di Iran mengakhiri cobaan berat dan traumatis.

“Sejujurnya saya tidak tahu harus mulai dari mana atau bagaimana saya bisa berterima kasih atas semua upaya luar biasa Anda untuk berkampanye untuk pembebasan saya," ujar Moore-Gilbert melalui akun Twitter grup kampanye, Selasa (1/12).

“Saya benar-benar terharu  oleh semua yang telah Anda lakukan untuk saya, sejujurnya saya tidak memiliki kata-kata untuk mengungkapkan kedalaman rasa terima kasih saya dan betapa tersentuhnya saya.

"Saya tidak dapat memberi tahu Anda betapa menggembirakannya mendengar bahwa teman dan kolega saya berbicara dan tidak melupakan saya, itu memberi saya begitu banyak harapan dan kekuatan untuk menanggung apa yang tampak seperti mimpi buruk yang tidak pernah berakhir dan tak henti-hentinya.

“Kebebasan saya benar-benar kemenangan Anda. Dari lubuk hatiku, terima kasih!” ujarnya seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (1/12).

Moore-Gilbert kembali ke Australia pada Jumat (27/11).  Ia memposting foto dirinya di Bandara Doha saat kembali ke Australia. Dia diterbangkan dari Teheran dengan jet pemerintah dan saat ini berada di karantina, setelah tiba di Canberra pada Jumat malam.

Moore-Gilbert adalah dosen Studi Islam di University of Melbourne, ditangkap di Teheran pada September 2018 ketika ia berusaha meninggalkan negara itu setelah menghadiri konferensi akademik di Qom.

Dia dikirim ke penjara Evin yang terkenal kejam di Teheran - ditahan oleh Pengawal Revolusi di Bangsal rahasia 2A - dan dijatuhi hukuman 10 tahun penjara atas tuduhan spionase dalam persidangan rahasia.

Pemerintah Iran mengklaim dia adalah mata-mata yang bekerja untuk Israel, negara kebangsaan suaminya.

Moore-Gilbert secara konsisten membantah tuduhan terhadapnya, dan pemerintah Australia menganggap bahwa semua tuduhan itu tidak berdasar, dan tidak ada bukti yang pernah disajikan kepada publik tentang dugaan kejahatannya.

Moore-Gilbert melakukan mogok makan berulang kali di penjara dan kesehatannya memburuk selama waktu yang lama di sel isolasi.

Dalam beberapa bulan terakhir, dia dipindahkan ke penjara Qarchak yang terpencil, di timur Teheran, karena kekhawatiran meningkat atas penyebaran virus korona di penjara yang penuh sesak di negara itu.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yang Prioritaskan Keuntungan Di Tengah Pandemi
Dunia

WHO Kecam Pembuat Vaksin Yan..

19 Januari 2021 14:01
Jepang Dalam Mode Siaga Tinggi, Temukan Kasus Varian Baru Tanpa Riwayat Perjalanan Ke Inggris
Dunia

Jepang Dalam Mode Siaga Ting..

19 Januari 2021 13:26
Klaim Tak Punya Kasus Virus Corona, Turkmenistan Jadi Negara Asia Tengah Pertama Yang Daftarkan Vaksin Rusia
Dunia

Klaim Tak Punya Kasus Virus ..

19 Januari 2021 13:22
Imbauan Carrie Lam: Sebaran Covid-19 Tidak Berhubungan Dengan Ras Atau Etnis
Dunia

Imbauan Carrie Lam: Sebaran ..

19 Januari 2021 13:04
Tidak Bijak Bagi Joe Biden Untuk Mengubur Pencapaian Manis Donald Trump Atas Korea Utara
Dunia

Tidak Bijak Bagi Joe Biden U..

19 Januari 2021 12:38
Pemilu Palestina, PM Mohammed Shtayyeh Minta Uni Eropa Kirim Pengamat Independen
Dunia

Pemilu Palestina, PM Mohamme..

19 Januari 2021 12:15
Kecewa Dengan UE, Kosovo Putuskan Untuk Ambil Sikap Dalam Waktu Dekat
Dunia

Kecewa Dengan UE, Kosovo Put..

19 Januari 2021 11:49
Jepang: Tuntutan Kompensasi Korsel Atas Korban Jugun Ianfu Merusak Hubungan
Dunia

Jepang: Tuntutan Kompensasi ..

19 Januari 2021 11:37