China Tanggapi Laporan NATO Tentang Kebangkitan Militernya: Kami Siap Berdialog!

Kapal perang China/Net

China mengumumkan bahwa mereka akan melanjutkan dialognya dengan NATO setelah blok keamanan Eropa dan Amerika Utara yang beranggotakan 30 orang itu menganggapnya sebagai ancaman yang semakin besar bersama Rusia.

Ini sekaligus sebagai tanggapan China atas komentar NATO yang dalam laporannya berjudul 'NATO 2030' mengatakan harus mulai berpikir lebih keras tentang bagaimana menangani China dan kebangkitan militernya.

NATO telah memasukkan China dalam laporan rinci tentang rekomendasi untuk reformasi internal yang dirilis Selasa malam.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg dalam pidatonya mengatakan pihaknya harus berurusan dengan China untuk beberapa persoalan.

"China bukanlah lawan kami. Kemajuan Anda menghadirkan peluang penting bagi ekonomi dan perdagangan kami. Kami harus berurusan dengan China tentang masalah-masalah seperti pengendalian senjata dan perubahan iklim. Tetapi ada juga tantangan penting bagi keamanan kita,” kata Stoltenberg, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (1/12).

Tantangan yang dihadapi NATO termasuk belanja pertahanan China yang besar dan dampak global yang telah dicapai melalui investasi infrastruktur strategis di seluruh dunia di bawah inisiatif Belt and Road.

Menangapi laporan NATO itu, Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying mengatakan Beijing berkomitmen untuk perdamaian dan keamanan global, bukan intimidasi atau paksaan seperti yang disebutkan.

“Nilai-nilai umum dari seluruh umat manusia yang dianut oleh China adalah perdamaian, pembangunan, keadilan, demokrasi dan kebebasan. Saya tidak tahu apakah enam kata ini juga bisa dikenali oleh negara anggota NATO. Apakah itu nilai yang harus kita pegang bersama?" kata Hua.

China telah merambah Eropa dengan kesuksesan yang beragam. Pada 2012, China memprakarsai kerja sama antara China dan negara-negara Eropa tengah dan timur.

Namun, para kritikus mengatakan bahwa banyak dari janji blok tersebut untuk melawan pengaruh NATO telah dibatasi.

"Dalam beberapa tahun terakhir, AS telah mendorong China untuk ditempatkan lebih tinggi dalam agenda NATO," kata Ivana Karaskova, pendiri China Observers yang berbasis di Republik Ceko di Eropa Tengah dan Timur.
EDITOR: RENI ERINA

Kolom Komentar


Video

Sebelum Mbak You, Arief Poyuono Sudah Ramalkan Kalabendu

Jumat, 15 Januari 2021
Video

BINCANG SEHAT • Memandang Pandemi Dari Kacamata Relawan

Jumat, 15 Januari 2021
Video

RMOL World View • Menjaga Gawang Pertahanan Indonesia

Senin, 18 Januari 2021

Artikel Lainnya

Tanggapi Laporan Panel WHO, Jubir: China Bukan Yang Terbaik Tapi Lebih Baik Dalam Penanganan Krisis Kesehatan
Dunia

Tanggapi Laporan Panel WHO, ..

20 Januari 2021 18:24
Ulama Kanada Minta Umat Islam Agar Tidak Terprovokasi Teori Konspirasi Vaksin Covid-19
Dunia

Ulama Kanada Minta Umat Isla..

20 Januari 2021 18:11
Tentara AS Kedapatan Bantu ISIS Rencanakan Serangan Di Monumen 9/11
Dunia

Tentara AS Kedapatan Bantu I..

20 Januari 2021 17:37
Menlu Zimbabwe Meninggal Terinfeksi Covid-19
Dunia

Menlu Zimbabwe Meninggal Ter..

20 Januari 2021 17:17
Penyebab Efek Samping Kelumpuhan Wajah Usai Disuntik Vaksin Pfizer Belum Diketahui
Dunia

Penyebab Efek Samping Kelump..

20 Januari 2021 16:54
Pabrik Tempe Indonesia Pertama Resmi Dibuka Di Shanghai
Dunia

Pabrik Tempe Indonesia Perta..

20 Januari 2021 16:33
Desa Kecil Di India Penuh Suka Cita Rayakan Pelantikan Kamala Harris
Dunia

Desa Kecil Di India Penuh Su..

20 Januari 2021 16:09
Kantongi Dukungan Di Senat, Pemerintahan Conte Di Italia Terselamatkan
Dunia

Kantongi Dukungan Di Senat, ..

20 Januari 2021 16:05